
Jos tidak tahan lagi dengan apa yang dilakukan Lidia padanya, dengan cepat dia mendorong Lidia berbaring ke tempat tidur.
Mencium kembali bibir Lidia, mengulumnya dengan dalam.
Menyesap lidah Lidia dengan lembut, sementara tangannya membuka bathrobe Lidia.
Meloloskan baju handuk itu dari tubuh istrinya tersebut, dan juga melepaskan pakaian tidurnya.
Melemparkan pakaian tersebut dengan sembarangan ke lantai kamar.
Jos kemudian mengelus tubuh istrinya dengan perlahan, dan merasakan kulit istrinya yang lembut dalam belaian jemarinya.
Tangan Jos mengelus perut datar Lidia, lalu perlahan naik mengelus rusuk Lidia.
Dan membuat Lidia mengeluarkan suara mendesah, merasakan belaian jemari Jos pada tubuhnya.
Jos semakin memperdalam ciumannya, mengulum bibir Lidia sampai Lidia kehabisan nafas.
Bibir Lidia membengkak, membuat Jos semakin tergoda.
Dan, pemandangan itu membuat ereksi nya semakin mengeras.
Jos mengecup leher Lidia dan perlahan bibirnya semakin turun kebawah, dan mengecup dada istrinya tersebut.
Menyesap ujung dada Lidia dengan lembut.
Ini terasa begitu lembut, dan membuat Jos tidak berhenti untuk menyesap.
"Ahh!" Lidia tanpa sadar mendesah, perutnya terasa berpendar seperti melayang.
Jemari Jos perlahan turun kembali membelai perut Lidia, sembari bibirnya masih tetap mengulum dada Lidia.
Tangan Jos semakin turun kebawah, dan merasakan daerah sensitif istrinya di jemarinya.
Membuat Lidia semakin mendesah, dan melengkungkan tubuhnya terasa semakin melayang.
Wajah Jos semakin memerah merasakan reaksi istrinya yang semakin membuat dia hilang akal.
"Sayang, Lidiaku...Kamu sangat menggoda" gumam Jos serak.
"Josku.." gumam Lidia serak, tubuhnya bergetar merasakan jemari Jos mengelus daerah sensitif nya.
"Iya sayang.." jawab Jos sembari menelusuri tubuh istrinya dengan bibirnya.
Mengecup disetiap tempat dan meninggalkan bekas kecupan Jos.
"Ahh..!" kembali Lidia mendesah merasakan jemari Jos yang bermain didaerah sensitifnya.
"Sayang..sepertinya kamu sudah siap, apakah aku boleh melakukannya?" tanya Jos mengangkat wajahnya dan menatap wajah istrinya yang sudah semakin memerah.
Tubuh Lidia terasa melentur, sepertinya sudah siap menerima Jos memasuki dirinya.
Dan gerakan tubuhnya yang gemulai, sepertinya sudah tidak tahan lagi untuk merasakan Jos didalam dirinya.
Dan, itu membuat ereksi Jos semakin mengeras, dan terasa sakit karena ingin pelepasan.
"Iya sayang" gumam Lidia serak, kepalanya terasa berputar seperti orang yang mabuk.
"Baiklah, aku akan pelan.." gumam Jos dengan parau.
Jos membuka kaki istrinya tersebut, dan perlahan memasuki tubuh istrinya dengan lembut.
"Aaa..!" Lidia menjerit.
Jos menghentikan gerakannya.
"Maaf sayang, apakah sakit sekali?" tanya Jos tidak tega.
"Aku akan coba lebih lembut lagi sayang" gumam Jos serak.
Jos kembali melakukan gerakan dibawah sana, dia menunduk menatap mata Lidia tepat didepan wajah istrinya.
Perlahan Jos menundukkan wajahnya saat mencoba lagi untuk membuka daerah sensitif istrinya tersebut.
Saat Jos menekan dengan pelan, dia mengulum bibir Lidia.
Semakin Jos menekan, semakin dalam dia mengulum bibir istrinya.
Suara jeritan Lidia teredam dalam ciuman Jos yang dalam.
Tangan Lidia memeluk tubuh Jos dengan erat, mencengkram nya dengan kuat untuk menahan rasa sakit dibawah sana.
Dan, akhirnya Jos pun berhasil memasuki istrinya, membuat Jos sangat bahagia.
Jos merasakan momen ini sangat indah, dikecup nya wajah istrinya disetiap tempat dengan bertubi-tubi.
Dia semakin mencintai istrinya tersebut.
Jos dengan perlahan melakukan pergerakan dibawah sana, kepalanya terasa semakin berputar melayang.
Ini benar-benar sungguh indah, menatap istrinya yang terlihat begitu cantik dibawah tubuhnya.
Jos rasanya ingin menangis sangking bahagianya, hidupnya lengkap sudah menjadi seorang pria dewasa.
Suara manja Lidia yang mendesah, membuat Jos semakin hilang akal.
Jos memeluk istrinya dengan erat seraya membenamkan ereksinya semakin dalam, Jos merasakan dirinya akan meledak.
Dan Lidia pun merasakan hal sama, dipeluk nya tubuh Jos semakin erat.
"Josku.." gumam Lidia parau, tubuhnya terasa bergetar.
"Iya sayang.." jawab Jos dengan gumaman yang parau, dia menggeram merasakan tubuhnya bergetar.
Dan, tubuh merekapun bergetar dengan hebat, dibarengi suara mendesah yang panjang memenuhi kamar pengantin mereka.
Sesaat kemudian mereka berpelukan seperti itu, menikmati rasa yang masih tertinggal.
Jos merasakan cairannya merembes keluar dari tubuh istrinya.
Perlahan Jos mengangkat tubuhnya dari atas tubuh istrinya, dia baru tersadar kalau tubuhnya sangat berat, pasti Lidia tidak bisa menahan berat badannya.
Jos merebahkan tubuhnya ke tempat tidur, dan nafasnya masih terdengar memburu.
Jos menarik tubuh Lidia merapat padanya, memeluk tubuh mungil istrinya kedalam dekapannya.
Jos mengecup puncak kepala Lidia.
Lalu menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka yang polos.
Lidia tersenyum memeluk tubuh suaminya yang kekar, dia sangat bahagia malam pertama mereka berhasil.
Ternyata tidak begitu menyeramkan untuk membuka selaput nya, walau terasa sakit, tapi ini sungguh menyenangkan.
Lidia mengecup dada Jos yang polos, lalu mengelusnya sebentar untuk merasakan tubuh liat suaminya ditelapak tangannya.
Jos tersenyum senang merasakan apa yang dilakukan oleh istrinya tersebut.
Kemudian mereka pun memejamkan mata, dan beberapa detik kemudian mereka pun tertidur dengan nyenyaknya.
Bersambung......