
Bernard dan Jos setelah selesai sarapan, langsung pergi ke proyek pembangunan gedung baru.
Sebelum pergi Bernard mengatakan pada Viona, akan membawanya nanti untuk makan siang di luar.
Dan berpesan jangan terlalu banyak melakukan pekerjaan berat, dan tidak boleh mengangkat barang berat apapun.
Lalu mengecup bibir istrinya itu sebelum berangkat, dan mengelus kepalanya dengan penuh sayang.
Sebelum Bernard naik ke mobil, dia berpesan pada Leo untuk membawa Viona nanti siang ke restoran tempat mereka makan siang.
Dengan patuh Leo mengangguk, akan melaksanakan apa yang dikatakan oleh Bernard.
Baru setelah itu Bernard pun berangkat bersama Jos.
Setelah Mobil keluar dari pintu gerbang Mansion, Viona berbalik menghadap pada Leo.
"Aku mengundang Anna datang pagi ini ke sini, dia juga ingin berkunjung, dan penasaran juga ingin melihat daerah gunung!" sahut Viona.
Leo terkejut mendengar perkataan Viona itu, wajah Leo langsung berubah gugup.
Anna tadi pagi tidak ada mengatakan apapun mengenai kunjungannya untuk datang ke Mansion.
Apa aku telah melewatkan sesuatu ya? pikir Leo.
Tadi pagi Anna hanya mengatakan hanya ingin dia mengajak Anna untuk makan malam, dan setelah itu ingin pergi menonton film berdua.
Leo jadi gugup setelah Viona mengatakan kalau Anna akan datang berkunjung.
"Sepertinya dia akan datang setengah jam lagi, dia belum tahu lokasi Mansion, kata Anna dia diantar sopir Papanya!" ujar Viona menjelaskan.
"Baik Nyonya!" Leo mengangguk patuh.
Viona kemudian masuk ke dalam Mansion.
Tinggallah Leo yang sudah mulai gugup, memikirkan Anna yang tiba-tiba datang tanpa memberitahukan padanya.
Setengah jam kemudian, benar saja ada mobil di luar gerbang berhenti.
Dengan kunci otomatis, pintu gerbang yang tinggi dan berat tersebut perlahan terbuka.
Leo melihat mobil putih masuk ke pelataran jalan Mansion, dan berhenti di depan pintu masuk Mansion.
Leo bergegas membuka pintu mobil tersebut, dan keluarlah Anna dari dalam mobil.
"Nona...saya tidak tahu kalau pagi ini anda akan datang berkunjung kemari!" sahut Leo setelah menutup kembali pintu mobil.
Anna tersenyum memandang Leo.
"Aku sengaja ingin membuat kejutan sama kak Leo!" kata Anna.
"Oh!" Leo terperangah tidak percaya, Anna membuat kejutan untuknya.
Mobil yang mengantarkan Anna perlahan meninggalkan halaman Mansion, dan pintu gerbang perlahan terbuka dan tertutup kembali setelah mobil itu keluar.
"Mari Nona, saya antar anda menemui Nyonya!" sahut Leo.
"Tunggu!" Anna dengan cepat memegang tangan Leo.
Sontak wajah Leo jadi memerah.
"Kita sama jalan kak!" kata Anna manja.
Dia begitu senang melihat Leo tadi dari dalam mobil saat memasuki halaman Mansion.
Leo tampak berdiri dengan gagah dan terlihat sangat tampan, membuat Anna berdebat-debar.
Anna merangkul tangan Leo masuk ke dalam Mansion.
Tapi begitu masuk ke dalam Mansion, tangan Anna jadi terlepas dari merangkul tangan Leo.
Anna terpana melihat keindahan rumah Viona, bagaikan tinggal didalam istana sungguhan.
Mansion Viona sangat besar, tangganya yang menuju lantai atas tampak lebar dan dilapisi dengan karpet merah.
Anna tidak percaya melihat rumah Viona yang begitu besar.
Setelah tangan Anna terlepas dari lengan Leo, perasaan Leo jadi merasa kehilangan.
Leo melangkah mengikuti Anna dari belakang, mengamati bagaimana cerianya wajah Anna mengagumi keindahan rumah Tuannya.
"Kak Leo apakah tinggal di sini juga?" tanya Anna berbalik menghadap Leo.
"Tidak, aku tinggal di Mansion belakang!" jawab Leo.
"Oh, apakah aku boleh melihat Mansion kak Leo juga?" tanya Anna.
Wajah Leo memerah mendengar pertanyaan Anna tersebut.
"Kayaknya tidak boleh Nona!"
"Kenapa?" tanya Anna heran.
"Karena di sana khusus tempat tinggal pria, anda tidak boleh melihatnya!" kata Leo menggelengkan kepalanya.
"Oh, baiklah!" Anna pun tidak berminat lagi setelah dijelaskan oleh Leo.
Leo kemudian membawa Anna menemui Viona ke halaman belakang Mansion.
Bersambung.....