
Bernard menarik Paul kehadapan Morgan.
Tanpa sadar Morgan mundur dengan menyeret bokongnya kebelakang, wajahnya terlihat sudah seperti kapas.
Tubuhnya bergetar ketakutan.
"Jadi ini pria kekar yang kalian sewa? katakan berapa dia menyewa jasa kalian?" Bernard menarik rambut Paul sehingga mendongak keatas didepan Morgan.
Tanpa sadar Morgan menelan ludahnya melihat aksi Bernard tersebut, Paul yang dia kenal sebagai Bodyguard yang menakutkan ternyata tidak ada apa-apanya dengan Bernard.
Paul tidak menjawab pertanyaan Bernard, dia meringis menahan sakit akibat tarikan Bernard di kepalanya.
Dengan kasar Bernard melepaskan tangannya dari rambut Paul.
"Kamu menyewa mereka untuk membunuhku! pasti harganya sangat fantastis sehingga mereka tanpa ragu mau menerima tugas ini!" kata Bernard.
"Dua kali kamu mau mencoba mencelakai istriku agar aku dapat kamu kendalikan, sungguh bodoh!" kata Bernard lagi.
"Tuan William yang terhormat sudah membuang ku dengan surat tertulis dan diberitakan ke seluruh negeri bahwa aku bukan lagi keluarga Antonius, bisa-bisanya kalian ingin menarik ku kembali untuk menguasai hasil kerja kerasku selama ini! sungguh memalukan!" kata Bernard dengan tajam.
"Bukan begitu maksud ku...itu hanya kesalahan pahaman saja" kata Morgan dengan suara lemah, dia sudah sangat ketakutan.
Morgan takut kalau Bernard akan memukulnya juga.
Keringat dingin sudah mengucur di punggungnya.
"Mau cari alasan lagi, sungguh tidak punya rasa malu sedikitpun!" kata Bernard dengan sinis nya, dia sudah malas mendengar omong kosong Morgan.
Bernard berbalik meninggalkan Morgan yang masih gemetar.
Bernard mendekati Andreas, otomatis Andreas pun mundur ketakutan.
"Kamu tahu kesalahanmu?" tanya Bernard menunjuk Andreas dengan jari telunjuknya.
"Iya aku tahu, seharusnya aku tidak ikut mendukung ide Morgan" katanya gemetar.
"Siapa suruh kamu menghentikan para pekerja ku untuk merenovasi gedung milikku! apa hakmu melakukan itu? dan menghentikan para Pebisnis yang ingin membeli toko dilantai 25 ini?!" tanya Bernard pada Andreas dengan tekanan nada yang sangat tajam.
Ternyata Andreas salah tebak, dia jadi merasa seperti anak kecil.
"Aku salah, aku tidak ada maksud untuk melakukannya" kata Andreas dengan suara lemah.
"Sungguh lancang!!" bentak Bernard menatap Andreas dengan tajam.
Andreas langsung berlutut ke depan Bernard dengan tubuh gemetar, dia takut kena tinju sama Bernard.
"Aku sudah memberi peringatan padamu dengan mengambil saham mu, karena ulahmu yang lancang, tapi kamu tidak mengerti juga, dan mencoba untuk melawanku lagi!" kata Bernard.
Andreas semakin ketakutan mendengar perkataan Bernard tersebut, ternyata memang Bernard yang melakukan anjloknya sahamnya.
"Dan kamu yang menyewa para preman itu untuk menculik istriku kan?!" kata Bernard dengan nada tinggi.
"Maafkan aku, aku salah!" kata Andreas semakin menundukkan wajahnya ke lantai.
"Kalian begitu sombongnya tadi menertawakan istriku, sekarang kalian harus berlutut meminta maaf padanya!!" kata Bernard.
"Ba..Baik, baik kami akan minta maaf!" kata Andreas, lalu bangkit dari berlutut nya.
"Diam disitu!!" teriak Bernard pada Andreas.
Andreas langsung menghentikan langkahnya.
Bernard menghampiri Viona yang tengah membelakangi mereka semua, karena tidak berani melihat kakak tiri suaminya yang terlihat sangat memalukan karena ketakutan melihat Bernard ternyata sangat beringas.
"Istriku!" bisik Bernard dibelakang Viona.
Viona berbalik dengan cepat, suaminya ternyata telah selesai mempermalukan saudara tirinya tersebut.
"Mereka ingin minta maaf padamu karena telah menakuti mu kemarin siang" kata Bernard dengan lembut pada Viona, dia menggenggam tangan Viona kedalam kedua telapak tangannya.
"Baiklah" angguk Viona.
Bernard membawa Viona dengan menggenggam tangan istrinya tersebut.
Sesampainya didepan Morgan dan Andreas, kedua saudara tiri Bernard langsung berlutut meminta maaf pada Viona.
"Maafkan kami Adik Ipar!" kata mereka serentak.
"Dia bukan adik ipar kalian, jangan asal sebut!" kata Bernard dengan nada tidak senang, dia bukan anggota Antonius lagi.
"Panggil dia Nyonya! Nyonya Bernard!" kata Bernard dengan kencang.
"Maafkan kami Nyonya...kami sungguh lancang menakuti mu dan ingin menculik mu!" kata Andreas sambil berlutut menundukkan wajahnya.
Morgan pun melakukan hal yang sama seperti Andreas.
Bersambung....