
Bernard mengelus punggung polos istrinya, dan perlahan turun kebawah.
Menarik pinggul Viona merapat padanya, telapak tangannya meremas bokong istrinya.
Viona kehabisan nafas, mereka pun melepaskan ciuman mereka.
Bibir Viona membengkak, memerah dan basah.
Bernard menatap wajah istrinya yang merona dengan nanar.
Jempolnya mengelus bibir yang membengkak tersebut, terasa lembut disentuhnya.
"Istriku" gumam Bernard, dia kembali mengecup bibir yang merekah itu.
Suara manja Viona terdengar mendesah menyambut ciuman suaminya.
Ereksi Bernard terasa bereaksi, perlahan mulai mengeras.
Dia sangat menyukai suara manja istrinya tersebut, membuat dia semakin bersemangat ingin merasakan istrinya.
Bernard menelusuri leher Viona, mengecupnya di setiap tempat.
Meremas dada Viona dengan lembut.
Viona mengeluarkan suara seraknya akibat ulah suaminya.
Bernard sudah tidak tahan lagi.
Dia menyandarkan punggungnya ke dinding bathtub.
Menarik istrinya, dan mengangkat tubuh istrinya ke pangkuannya dengan perlahan.
Viona terkesiap merasakan ereksi suaminya memasuki dirinya, terasa sangat penuh dan sesak.
Tanpa sadar Viona menjerit manja, dia serasa melayang.
Ini benar-benar gila! sangat penuh dan dalam.
Tubuh Viona bergetar, kakinya lemas.
Viona spontan mengalungkan tangannya ke leher Bernard.
"Istriku" gumam Bernard lagi, suaranya semakin terdengar serak.
Bernard merasakan sangat hangat dibawah sana, terasa sangat menyenangkan.
Bernard memeluk Viona dengan erat, dia begitu bahagia, lalu membenamkan wajahnya ke balik leher Viona.
Dan perlahan melakukan gerakan dibawah sana.
Ini sangat menyenangkan, dia merasakan ereksinya di dalam sana dijepit dengan erat oleh milik istrinya.
Memeluk tubuh istrinya semakin erat, dan sesekali mengecup leher Viona.
Suara mendesah Viona terasa sangat merdu ditelinga Bernard.
Viona merasakan daerah sensitif nya seperti digelitik, dan itu membuat tubuhnya meremang.
Tanpa sadar dia menggigit dada suaminya dengan gemetar.
Tubuh mungilnya bergetar, ini sangat menyenangkan.
Bernard mengelus kepala istrinya dengan penuh sayang, dia membiarkan Viona menggigit nya.
Bernard tidak merasakan sakit sama sekali.
"Iya sayang..." jawab Bernard dengan parau, dia masih melakukan gerakan perlahan dibawah sana.
"Ini terasa sangat penuh.." gumam Viona bergetar.
"Iya istriku...apakah sakit?" tanya Bernard lembut dengan suara serak.
"Tidak..ini gila suamiku" Viona menggigit bibir bawahnya menahan sensasi dibawah sana.
"Aku menyukainya, kamu sangat enak istriku" bisik Bernard mendesah dibalik telinga Viona.
Viona mencoba mengimbangi gerakan suaminya, dia membuat pergerakan juga.
Bernard begitu senang merasakan istrinya membuat kemajuan yang tidak terduga.
Tubuh mungil itu bergoyang turun naik perlahan.
Bernard menatap wajah istrinya yang memerah dengan mata yang sayu dan bibir yang merekah, seperti ingin terpejam merasakan sensasi yang dibuatnya.
Ereksinya semakin mengeras didalam sana melihat tubuh istrinya yang menggairahkan.
Dada yang kenyal bergerak cepat akibat gerakan yang dibuat istrinya.
Ini sangat indah, Bernard sangat menyukai pemandangan tubuh istrinya itu.
Cintanya semakin menggebu-gebu pada istrinya, Viona akan menjadi miliknya selama-lamanya.
Hanya miliknya! dan akan dia jaga dengan baik hanya untuk dirinya.
Bernard menarik tengkuk Viona, mengecup bibir yang merekah itu.
Mengulumnya dan bertemu dengan lidah istrinya, lalu mengulum dan memilinnya dengan penuh rasa cinta yang menggebu.
"Istriku...sayangku" gumamnya dengan serak.
Pinggulnya masih tetap melakukan gerakan perlahan dibawah sana, menikmati rasa cinta mereka.
Suara air terdengar berisik akibat gerakan mereka yang memadu kasih dengan penuh gairah.
Suara mendesah manja Viona tetap mengalun merdu mengimbangi gerakan mereka.
Dan mereka pun merasakan sesuatu akan meledak dibawah sana.
Mereka merasakannya bersamaan, dan ini lebih sangat menyenangkan.
Rasanya sangat indah tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata.
Sepasang suami-istri yang saling mencintai dengan tulus, terasa sangat indah bila saling memadu kasih.
Bernard memeluk istrinya dengan erat, begitu juga dengan Viona, membalas pelukan suaminya dengan erat juga.
Dan mereka pun meledak, mendesah dengan panjang memenuhi kamar mandi tersebut.
Bernard merasakan ereksinya yang meledak dijepit dengan erat oleh milik istrinya yang juga ikut meledak.
Ini sangat menyenangkan, luar biasa menyenangkan.
Tubuh mereka sama-sama bergetar.
Nafas mereka memburu.
Bersambung....