
Selesai sarapan Bernard pun membawa Viona pergi ke kota untuk berbelanja baju dan keperluan lainnya.
Bernard sendiri yang menyetir membawa mereka pergi.
Bernard membawa istrinya ke Mall eksklusif, tempat penjualan barang dan pakaian branded, yang hanya bisa dibeli para orang kaya.
Bernard memarkirkan mobil nya ditempat parkiran khusus dalam basement Mall.
Viona membaca tulisan yang tertera di tempat parkir tersebut, VVIP.
Viona tidak heran kalau suaminya adalah pelanggan VVIP, sebab Bernard adalah konglomerat yang dapat pelayanan khusus.
Setelah mereka keluar dari mobil, seorang petugas ke amanan datang menyambut mereka.
"Selamat datang di Mall Gold Star Tuan dan Nyonya...silahkan!" sahutnya dengan sopan dan mempersilahkan untuk menuju lift khusus para pelanggan VVIP.
Petugas membantu untuk membuka lift buat Bernard dan Viona.
"Silahkan Tuan dan Nyonya!" sahutnya mempersilahkan begitu pintu lift terbuka.
Viona dan Bernard pun masuk ke dalam lift.
Sesampai di dalam Mall, Viona sangat terkagum melihat desain Mall eksklusif tersebut, benar-benar sangat mewah.
Lantainya saja memakai karpet bludru, suara langkah kaki tidak terdengar.
Viona ingat Mall tersebut baru di bangun sekitar empat tahun yang lalu, dan pejualan barang serta pakaian edisi terbatas selalu laris dijual dalam Mall tersebut.
Dulu dia pernah ingin sekali sekadar melihat-lihat di Mall ini bersama Anna dan Lidia.
Baru saja mereka akan masuk ke dalam Mall, petugas sudah menahan mereka untuk menanyakan apakah memiliki kartu keanggotaan.
Tentu saja mereka tidak punya, mereka hanya pengunjung biasa yang ingin cuci mata.
Terpaksa Viona hanya bisa gigit jari tidak dapat menikmati sekadar jalan-jalan saja di Mall tersebut.
Dan sekarang dia ada di sini berkat suaminya, dia mengedarkan pandangan ke seluruh Mall.
Ternyata Mall itu sangat luas, kalau tidak salah gedung Mall ada dua puluh lima lantai, dan satu-satunya Mall barang branded di kota mereka.
"Ya ampun..kenapa mereka bisa masuk ke sini, bukankah Mall ini khusus untuk orang kaya saja? kabarnya Bernard kan sudah di usir dari keluarga Antonius?" kata yang lain.
Berita cepat sekali menyebar, pikir Viona.
Bernard menggenggam tangan istrinya memasuki toko pakaian wanita tersebut.
Pelayan toko menyambut Bernard dan Viona dengan ramah dan sopan.
"Selamat datang Tuan dan Nyonya...silahkan melihat-lihat!"
"Aku ingin pakaian yang terbaru untuk istriku!" kata Bernard.
"Baik Tuan!" angguk sang Pelayan.
Dua orang pelayan melayani Bernard dan Viona memilih gaun malam untuk Viona.
Mereka mengeluarkan beberapa gaun keluaran terbaru.
Viona mencoba beberapa gaun tersebut, semuanya sangat cantik dan elegan, sangat cocok dengan bentuk badan dan kulit Viona yang putih bersih.
"Bungkus semua!" kata Bernard setelah Viona mencoba satu persatu gaun itu, dan menurutnya semua cocok dan pas ditubuh Viona.
"Suamiku..banyak sekali!" sahut Viona tidak percaya.
"Semua nya cantik dan sangat cocok buat istriku, beli saja semua...lain kali bisa di pakai buat pesta atau pertemuan tertentu!" ujar Bernard santai.
Setelah pakaian di bungkus dengan rapi dalam beberapa paper bag, Bernard menggenggam tangan Viona menuju meja kasir.
Bernard mengeluarkan kartu hitamnya dari dalam dompet.
Beberapa orang yang tadi menggosip tentang Bernard dan Viona, tidak percaya melihat Bernard mengeluarkan kartu hitam tanpa batas dari dompetnya.
Bukankah Bernard lelaki yang tidak punya pekerjaan?
Bersambung....