
Tidak berapa lama Viona muncul dari balik pintu Mansion, dan bergabung dengan Anna.
Dengan sopan Leo membuka pintu mobil untuk Viona dan Anna.
Dan menutup kembali pintu mobil setelah Viona dan Anna masuk kedalam mobil.
Leo memutar menuju pintu sopir, lalu perlahan membawa mobil keluar dari halaman Mansion yang luas.
Perlahan pintu gerbang terbuka secara otomatis, dan menutup kembali setelah mobil keluar dari pintu gerbang.
"Anna akan makan siang bersama kami, ikutlah bergabung dengan kami makan siang!" sahut Viona pada Leo.
"Eh..!" Leo terkejut.
Leo melirik Anna melalui kaca spion, tampak Anna tersenyum memandang kearahnya.
Wajah Leo jadi memerah melihat Anna ternyata dari tadi memandang padanya.
Viona melirik ke arah Anna, yang semenjak tadi naik ke mobil melihat terus ke arah Leo.
"Kalau memang suka katakan suka, jangan asik curi pandang terus!" kata Viona bergumam dan sangat jelas hanya didengar oleh Anna saja.
Wajah Anna langsung memerah mendengar perkataan Viona tersebut.
"Kamu bikin aku malu saja!" bisik Anna dengan wajah yang semakin memerah.
Viona tersenyum lucu melihat wajah Anna yang memerah, dia tahu Anna bukan gadis yang suka tebar pesona.
Anna sewaktu masih di Universitas adalah gadis yang banyak berteman dengan teman perempuan dan lelaki, tapi belum pernah menyukai atau jatuh cinta pada seorang lelaki.
Dulu Viona mengira kalau Anna menyukai Martin teman mereka yang pernah menaruh rasa suka padanya, ternyata tidak.
Baru kali ini Viona melihat Anna begitu kentara sekali menyukai seseorang, dan terlihat begitu bersemangat.
Tidak lama kemudian, mereka pun sampai ke restoran yang telah dipesan Bernard sebelumnya.
Bernard dan Jos telah menunggu Viona di ruang khusus VVIP restoran tersebut.
Bernard lagsung berdiri begitu melihat istrinya memasuki ruang VVIP, menyambutnya dengan pelukan sayang, lalu mengecup puncak kepalanya.
Bernard membawa Viona ke meja mereka.
"Aku mengundang Anna untuk makan siang bersama juga!" kata Viona.
"Iya, tidak apa-apa!" jawab Bernard.
"Jos..Lidia sebentar lagi datang, coba kamu lihat, apakah dia sudah datang, takutnya dia tidak tahu lokasi ruang yang dipesan kak Bernard!" sahut Viona tiba-tiba kepada Jos.
"Eh..!" Jos sontak terkejut mendengar Lidia datang juga ikut makan siang bersama mereka, "Baik Nyonya!" jawab Jos.
Jos kemudian bergegas keluar dari ruang VVIP tersebut untuk melihat Lidia apakah sudah tiba.
Jos melihat ke arah pintu masuk restoran sambil berjalan memasang matanya dengan tajam untuk melihat kedatangan Lidia.
"Joskuu...!" tiba-tiba dari arah samping Jos, tampak Lidia berlari kecil menghampiri Jos.
Dan begitu dekat, Lidia langsung melemparkan tubuhnya memeluk Jos, bergelayut manja mengalungkan tangannya ke leher Jos.
Jos begitu terkejut melihat Lidia memeluknya di depan umum tanpa ada rasa malu, bahkan bergelayut memeluk lehernya.
Jos jadi kalang kabut menerima perlakuan Lidia tersebut, wajahnya memerah.
Banyak mata melihat kearah mereka.
"Lidia...!" bisik Jos, dia sangat malu di perhatikan para pengunjung restoran tersebut.
"Ohhh...aku suka sekali mendengar Josku memanggil namaku, Ayo panggil lagi!" ujar Lidia dengan manjanya.
"Ayo masuk kedalam, malu dilihatin sama orang!" bisik Jos.
Jos berbalik untuk berjalan ke ruang VVIP, tapi Lidia masih tetap bergelayut memeluk lehernya.
Dan Jos membiarkan saja tindakan Lidia yang masih memeluk lehernya, karena dia sebenarnya juga begitu senang Lidia memeluknya.
Karena ini di depan umum, Jos jadi malu di perhatikan orang lain.
"Ayo panggil lagi namaku..Josku!" kata Lidia masih dengan nada manja.
"Lidia..." ucap Jos pelan.
"Aaaa...senangnyaaa..aku suka sekali Josku memanggil namaku!" kata Lidia semakin erat memeluk leher Jos, sampai kakinya tidak menginjak lantai lagi.
Lidia menggelantung pada leher Jos, dan Jos memeluk pinggang Lidia agar tidak jatuh.
Lidia mengecup pipi Jos dengan bahagianya.
Wajah Jos yang merah semakin memerah akibat ulah Lidia tersebut.
Bersambung.....