Suamiku Bukan Sampah

Suamiku Bukan Sampah
161. Leo terpancing emosi.


Jos membalas genggaman tangan Lidia, perasaannya begitu senang tangan Lidia berada dalam genggamannya.


Senyum tipis tersungging disudut bibirnya, dia begitu bahagia. Tidak tahu kenapa dia bisa senang begini.


"Kenapa memangnya kalau dia seorang pengawal, apa urusannya denganmu, kenapa kamu tertawakan dia!" kata Lidia marah.


"Ha..ha..haa..kamu adalah seorang mahasiswi terpelajar yang melanjutkan kuliah di Universitas bergengsi diluar negeri, bisa-bisanya dekat dengan seorang pengawal yang kasar!" sahut Darius sambil tertawa geli, wajahnya sampai memerah.


"Tutup mulutmu!" bentak Lidia semakin marah, wajahnya terlihat menggelap.


"Ha...ha..haa, sungguh lucu!" sahut Darius masih terus tertawa.


Lidia sangat kesal dengan ejekan Darius tersebut, dia tidak tahu entah kenapa tidak senang dan sangat benci mendengar Darius mengejek Jos.


Spontan Lidia bangkit dari duduknya, meraih gelas besar berisi air jus.


Dan, Byurrr!!


Lidia menyiram wajah Darius dengan air jus.


Sontak membuat Darius terkejut, dan mulutnya sampai menganga karena kaget luar biasa.


Semua yang ada disitu pun terkejut, tidak menyangka Lidia berani menyiram Darius.


"Dasar sombong! kamu pikir dirimu sudah hebat, lebih baik kamu pergi dari Resort ini, mengganggu orang yang lagi liburan saja!" sahut Lidia dengan wajah yang menggelap karena emosi.


Darius gelagapan mengelap wajahnya yang basah.


"Lidia, sadar tidak kamu! lelaki seperti dia tidak pantas untukmu, dia lelaki tidak berpendidikan dan kasar, apa pandangan orang terhadapmu nantinya, seorang Lidia putri orang terpandang jatuh cinta pada seorang pengawal?!" sahut Darius merasa tidak puas karena Lidia membela Jos.


Darius merasa lebih hebat dari Jos, dia lulusan Universitas bergengsi sama seperti Lidia.


Dan yang lebih cocok bersanding dengannya, sama seperti Anna juga.


Lidia merangkul tangan Jos dengan sengaja didepan mata Darius, menautkan jemarinya yang kecil kedalam telapak tangan Jos yang besar.


"Aku tidak peduli dia seorang pengawal, dia memiliki sikap rendah hati dan perhatian, aku tidak peduli apa yang orang katakan, kehidupanku hanya aku yang menjalani dan hanya aku yang berhak kepada siapa aku jatuh cinta!" ujar Lidia dengan tegas.


"Lidia...dengar...!"


"Pergi! jangan lagi bicara, Nona Lidia sudah mengatakan kalau dia tidak bisa menerima kamu!" sahut Jos dengan tajam.


Jos merasa Darius tidak punya malu, dan sepertinya memang perlu kena hajar lagi.


Darius mengangkat kedua tangannya.


"Baiklah! aku pergi, aku akan berlibur sendiri saja, oh iya...Anna, bagaimana kalau kita berdua saja, aku akan traktir kamu makan direstoran saja!" sahut Darius mengalihkan pandangannya pada Anna yang tengah memanggang di grill.


Leo yang mendengar apa yang dikatakan Darius tersebut, lalu bergegas menghampiri Darius.


Leo menarik tangan Darius untuk pergi dari sana, tenaganya yang kuat membuat Darius tidak bisa menahan dirinya yang ditarik Leo.


"Apakah anda ingin kena hajar lagi, baik-baiklah anda bersikap, pergilah bersenang-senang sendiri, anda sungguh mengesalkan, anda berpendidikan, tapi tingkah anda tidak menunjukkan kalau anda seorang yang berpendidikan!" kata Leo dengan nada tajam.


"Mereka adalah teman-temanku, anda tidak ada hak melarang aku mengajak Anna bergabung denganku!" kata Darius kesal.


"Apakah saya akan memberi anda lagi pelajaran, anda benar-benar tidak tahu malu, anda hanya mencoba ingin menjalin perasaan saja pada salah satu dari mereka, anda benar-benar seperti pecundang, menggelikan!" kata Leo dengan nada mencemooh Darius.


Leo melepaskan tangannya dari lengan Darius, dan mendorongnya pergi menjauh.


"Jangan lagi mengganggu mereka!" kata Leo dengan tegas.


Darius berdecih tidak senang, dia pun pergi dengan perasaan kesal.


Bersambung....