
Besoknya Lisa mendapat kabar dari petugas Polisi, bahwa pengacaranya tidak bisa datang untuk bertemu dengan Lisa.
Polisi mengatakan bahwa pengacara Lisa akan bertemu dipersidangan, karena Pengacara tersebut lagi sibuk mengumpulkan bukti-bukti untuk membela Lisa dipengadilan.
Sial! kenapa bisa begini, aku sudah susun rencana begitu sempurna, malah si pengacara sialan ini tidak bisa datang! bisik hati Lisa begitu kesalnya.
Terpaksa Lisa harus tetap didalam sel sementara sampai hari persidangannya.
Dan hari persidangan Lisa pun tiba.
Dengan memakai pakaian tahanan Lisa diborgol memasuki ruang sidang.
Pandangan Lisa nanar melihat kearah meja Penggugat, dia ingin melihat siapa yang menuntut dia dan membongkar masa lalunya.
Ternyata meja tersebut masih kosong.
Lisa dibawa petugas ke meja Tergugat.
Pengacara Lisa terlihat sudah duduk disana menunggunya.
Lisa memasang wajah marah pada Pengacara nya.
Begitu Lisa duduk, dia langsung memarahi Pengacaranya tersebut.
"Kenapa kemarin kamu tidak datang ke sel ku, aku sudah membuat rencana, aku menunggumu! kenapa tidak datang!" ujarnya marah.
"Maaf Nyonya, Tuan William yang memerintahkan saya agar jangan pergi melihat Nyonya disel!" kata Pengacaranya dengan sopan.
"Sialan! kenapa kamu dengarkan dia, dia tidak berguna! terlalu lemah, lain kali jangan dengarkan dia!" bentak Lisa marah.
"Nyonya, Tuan William memperhatikan anda!" kata Pengacaranya untuk mengingatkan Lisa agar jangan banyak bicara.
Lisa tidak sadar ternyata William dan ketiga anak serta menantunya sudah dari tadi ada diruang sidang tersebut.
Mereka duduk tidak jauh dari meja Lisa.
Lisa memandang ke arah William yang tengah menatapnya dengan marah, mata William sangat tajam memandangnya.
Entah kenapa William jadi sangat benci pada istrinya tersebut, mungkin karena telah ditipu oleh Lisa selama bertahun-tahun.
Tubuh Lisa gemetar merasa takut ditatap suaminya seperti itu, Lisa paling takut dibenci oleh William.
Dia sangat mencintai William sampai mau melakukan hal yang diluar batas, dan semua tanpa sepengetahuan William.
Dia sudah banyak menyingkirkan siapa saja yang berusaha menyinggung suaminya dan menghalangi usaha suaminya.
Lisa tanpa sadar menelan ludah melihat tatapan William yang tidak seperti biasanya, tatapan yang tajam seperti menaruh dendam padanya.
Tidak berapa lama pintu bagian Penggugat terbuka, dan muncul lah Bernard bersama Viona dan bersama empat Pengacara Bernard.
Wajah Lisa langsung berubah begitu melihat siapa sebenarnya yang telah membongkar masa lalunya.
Ternyata anak tirinya yang sangat dibencinya.
"Ternyata kamu dalangnya, sialan! kamu kira bisa memenjarakan aku, dasar anak haram!!" teriak Lisa histeris begitu melihat Bernard memasuki ruang sidang.
Lisa berlari kearah Bernard, emosinya yang sudah meledak ingin memukul pria bertubuh kekar itu.
"Kendalikan diri anda Nyonya!" bentak Petugas Polisi menahan Lisa yang mencoba berlari kearah Bernard.
Sungguh tidak tahu salah! benar-benar berhati iblis! pikir William melihat Lisa yang histeris begitu melihat Bernard.
Wanita apa sebenarnya yang telah ku nikahi ini! bisik hati William merasa begitu sakit hati sekali.
Lisa berontak dari pegangan Petugas Polisi yang begitu erat memegangnya.
Petugas Polisi dengan sekuat tenaga memaksa Lisa untuk duduk di kursinya.
Bernard membawa Viona ke meja Penggugat dengan tenangnya, dan diikuti dengan keempat Pengacaranya.
Bernard duduk berdampingan dengan Viona, dia terlihat begitu tenang dengan wajah datarnya.
Bernard akan membuat Lisa menderita, sebagaimana dia telah menghilangkan nyawa Kakek dan Ibunya.
Bukti-bukti yang kuat telah ada dalam genggaman Bernard.
Bersambung.....