Suamiku Bukan Sampah

Suamiku Bukan Sampah
191. Tidak fokus menonton.


Nafas Leo terasa menerpa wajah Anna, dan perlahan bibir Leo pun akhirnya menyentuh bibir Anna.


Dada Anna berdebar kencang, dia begitu gugup.


Akhirnya ciuman pertamanya diambil pria yang dicintainya, hatinya serasa berbunga begitu bahagianya.


Perlahan bibir Leo mencium bibir Anna, tanpa pengalaman dengan instingnya bergerak sendiri mengulum bibir Anna.


Lutut Anna sepertinya gemetar gugup merasakan sensasi bibir Leo yang mengulum bibirnya.


Dan Leo juga tidak percaya dengan apa yang dirasakannya saat ini, bibir Anna begitu lembut dan manis.


Dan dia ingin merasakannya lebih lagi.


Tangan Leo menarik tengkuk Anna lebih dekat lagi, dan merapat padanya.


Anna merasakan tubuhnya bergetar merasakan tubuhnya semakin merapat pada Leo.


Leo memperdalam ciumannya, merasakan kelembutan bibir Anna yang begitu lembut.


Kepala Leo seakan berputar merasakan sensasi bibir Anna yang membuat dia semakin ingin merasakan lebih dalam lagi.


Perlahan lidah Leo menelusuri gigi Anna, dan membuat Anna membuka bibirnya.


Lidah mereka bertemu, dan sontak membuat tubuh Leo seperti tersengat listrik.


Tangan Anna yang lembut yang menempel di pipinya sangat disukai Leo, membuat dia semakin melayang merasakan bibir Anna yang lembut.


Satu tangan Leo memeluk pinggang Anna, dan membuat Anna semakin merapat pada Leo.


Mereka saling memilin lidah dengan perlahan, dengan gerakan yang lembut dan saling menikmati.


Tangan Leo tidak berani bergerak kemanapun, dia hanya memeluk pinggang Anna erat.


Dan satu lagi memegang tengkuk Anna.


Anna masih memeluk wajah Leo dengan kedua telapak tangannya.


Lidah Leo memilin lidah Anna dengan lembut dan tidak terburu-buru, dia melakukannya dengan penuh sayang.


Sampai mereka tidak bisa bernafas lagi, barulah ciuman itu terlepas.


Wajah mereka tampak memerah.


" Sayang...aku mencintaimu, maaf aku sudah menciummu tanpa permisi " gumam Leo, matanya menatap mata Anna dengan tatapan sayang.


Anna mengalungkan tangannya ke leher Leo.


" Aku juga mencintaimu kak...aku juga ingin mencium kak Leo, jadi tidak masalah kalau tidak permisi...kita sama-sama menginginkan nya " gumam Anna dengan mata berbinar.


Bibirnya yang basah kembali mencium Leo, mengulumnya sebentar kemudian melepaskannya dengan menimbulkan suara berdecak saat melepaskan ciumannya.


Wajah Leo merona karena aksi Anna yang sangat disukainya, bibirnya menyunggingkan senyuman bahagia.


" Sudah semakin malam...apakah kita jadi pergi nonton flim?" tanya Leo.


Perlahan jempolnya mengelap bibir Anna yang basah.


" Iya..ayo kak, ini malam kencan kita...belum terlalu larut, kita masih sempat untuk nonton film " kata Anna.


Lalu melepaskan tangannya dari leher Leo.


Leo membantu Anna untuk bangkit berdiri, dan membenarkan pakaian Anna yang kusut.


Dan kemudian membenarkan rambut Anna yang acak-acakan.


Setelah Leo membereskan pembayaran bill makan malam mereka, dia pun membawa Anna melanjutkan kencan mereka pergi menonton film.


Leo malam ini begitu bahagia sekali, selama menyetir dia tidak bosan-bosannya selalu mengecup punggung tangan Anna yang selalu digenggam nya.


Dan senyuman Anna yang manis sangat menenangkan hatinya, membuat dia ingin mencium Anna lagi.


Tidak berapa lama mereka memasuki bioskop, Leo menggenggam tangan Anna dengan erat.


Selama menonton Leo tidak pernah melepaskan tangan Anna, dia tidak fokus menonton karena selalu memandang Anna.


Leo seperti bermimpi karena mempunyai seorang kekasih, rasanya sangat enggan untuk berjauhan dengan Anna.


Alhasil selama menonton Leo tidak mengetahui alur cerita filmnya tentang apa, dia lebih fokus memperhatikan Anna.


Dan akhirnya flim pun selesai, dan mereka sudah waktunya untuk pulang.


Bersambung....