
Lara
Sesuai janji, sepulang kerja Ditya mengantarku ke tempat Om Wisnu. Kedatangan kami pun disambut oleh Om Wisnu dengan senyum jahil.
"Balikan lagi nih ceritanya?" goda Om Wisnu.
"Doain aja ya Pak!" kata Ditya penuh harap.
"Belum tau, Om." kataku merusak suasana dan harapan Ditya. "Ada yang mau Lara tanyakan sama Om Wisnu." kataku langsung ke intinya. Senyum di wajah Ditya menghilang.
"Yaudah ayo masuk! Kita bicara di dalam saja!" Om Wisnu lalu mempersilahkan kami masuk. Ia lalu menghidangkan minuman dan cemilan untukku dan Ditya. "Silahkan sambil dinikmati makanan dan minumannya!"
"Terima kasih, Om. Maaf kalau kedatangan Lara mengganggu waktu Om." kataku tak enak hati.
"Oh tidak dong! Om siap kapan saja Lara butuhkan. Sesuai janji Om pada Papa kamu, Om akan menjaga kamu." Om Wisnu tersenyum hangat. Aku pun membalas senyumannya.
"Jadi begini, Om. Lara semenjak terbangun dari koma mulai menyadari kalau Lara suka bermimpi tentang Agni. Banyak hal-hal yang Lara tau tentang Agni, bahkan dimana Ia menyimpan benda paling Ia sayang pun Lara tau. Semua karena Agni yang memberitahu Lara. Jadi, Lara mendapatkan foto ini dari Panti karena Agni memberitahu Lara kalau wanita dalam foto ini adalah Mamanya." kuberikan foto yang tadi aku pinjam dari Kak Nisa.
Om Wisnu sangat terkejut mendapati aku memiliki foto yang keberadaannya selama ini disembunyikan. "Kamu dapat dari mana foto ini?"
"Dari Panti. Tadi Lara kembali bermimpi tentang Agni. Mimpi masa lalu dimana Agni ditinggalkan oleh Mamanya di Panti dan diterima oleh Pak Udin selaku pemilik Panti yang sebenarnya. Dari Pak Udin pula Lara tahu dan yakin kalau memang benar wanita dalam foto ini adalah ibu kandungnya Agni. Om Wisnu tahu juga kan kalau Tante Sofie adalah ibu kandungnya Agni?" aku langsung menembak Om Wisnu dengan pertanyaan penting.
Om Wisnu kembali terkejut dengan fakta yang kubeberkan. "Rupanya Kamu sudah tahu Sofie adalah Mamanya Agni?! Om langsung percaya kalau memang Agni yang memberitahu kamu. Karena, kebenaran tentang Sofie adalah ibu kandung Agni sengaja kami tutup rapat. Papa kamu yang memintanya. Semua karena Papa kamu mencintai Tante Sofie, ibu tiri kamu. Sayangnya, cinta Papa kamu tak pernah dianggap oleh Sofie. Andai Sofie tahu kalau selama ini Papa kamu yang menjaga anaknya."
"Om akan ceritakan semuanya sama kamu. Jadi, setelah Mama kamu meninggal Papa kamu kesepian. Sampai kemudian Ia mengenal Sofie. Sofie adalah istri dari salah seorang rekan bisnisnya dulu. Rekan bisnis tersebut yang mengajari Papa kamu sampai menjadi pengusaha sukses seperti sekarang. Anggi adalah anak dari rekan bisnisnya. Sayang, rekan bisnisnya sudah meninggal dan tak ada yang menjaga Sofie serta anaknya. Lama-kelamaan, Papa kamu mulai jatuh hati dengan Sofie dan berniat untuk menikahinya. Kamu tahu sendiri, Papa kamu itu orangnya sangat hati-hati. Tak mau sembarangan melabuhkan hati pada sembarang wanita,"
"Papa kamu pun mulai mencari tahu bagaimana kehidupan Sofie sebelum menikah dengan rekan bisnisnya. Ia pun mendapati fakta yang sangat mengejutkan. Sofie terkenal sebagai kembang desa jadi mudah untuk mencari tahu tentangnya, kemudian didapatlah berita kalau Sofie ternyata pernah diperkosa dan memiliki seorang anak. Itu pun Om tahu ceritanya dari seseorang yang dekat sekali dengan Sofie. Om lalu mulai mencari ke Panti Asuhan di mana Sofie meninggalkan anaknya. Benar saja, seorang anak perempuan cantik yang ditinggalkan Sofie sudah berganti nama. Semua karena Pak Udin tak mau membiarkan anak itu terus menerus sedih. Pak Udin mengganti namanya dan berkata pada gadis itu kalau kehidupannya yang baru sudah dimulai. Om memberitahu hasil temuan Om. Papa kamu yang sudah dimabuk cinta, tak peduli dengan masa lalu Sofie. Ia lalu pergi ke Panti dan malah berniat menjadi donatur tetap untuk Agni,"
"Papa kamu bahkan sering mengunjungi Agni dan dianggap sebagai Om baik hati oleh Agni. Papa kamu sebenarnya ingin memberitahu Sofie bahwa selama ini Ia terus menjaga anaknya. Namun, Sofie tak bisa jika diusik tentang anaknya lagi. Ia akan terlihat ketakutan. Rupanya, Sofie selama ini mengalami trauma yang sangat berat. Dari informasi yang Om dapat, rupanya Agni jika didekat Sofie akan sering mengalami penyiksaan. Agni sering dikurung di kamar mandi, dan terkadang Sofie yang menangis terus menerus jika melihat wajah Agni. Sofie tertekan dan memutuskan meninggalkan Agni karena tak kuat terus-menerus terbayang adegan perkosaan yang telah menimpanya. Sofie memutuskan memulai hidup baru dan menikah dengan orang kaya yang tak lagi muda. Ia menjadi janda kaya cantik yang terkenal. Namun semua itu tak berlangsung lama. Gaya hidupnya yang serba mewah membuat timbulnya hutang dimana-mana. Papa kamu enggak tega dan rasa cinta terhadap Sofie membuatnya memutuskan pilihan untuk menikahi Sofie. Papa kamu terus menyembunyikan Agni karena tak mau melihat Sofie yang trauma dengan pengalaman pahitnya. Sofie bahkan menghilangkan tahi lalat di atas bibirnya agar semua tentang masa lalu Ia lupakan,"
"Kedekatan Papa kamu dan Agni semakin dekat saja. Papa kamu yang membiayai Agni selama ini. Anak itu tak pernah memintanya. Namun Agni menyerah saat tahu kalau dirinya sakit keras. Agni putus asa karena tau adik-adiknya di Panti akan kehilangan donatur tetap. Papa kamu berjanji akan terus membiayai meskipun Agni sudah tiada. Sampai kalian berdua ditemukan di sungai. Papa kamu syok. Kenapa kalian bisa bertemu padahal selama ini kalian tak pernah saling berhubungan. Ternyata Sofie tak tahu kalau yang meninggal adalah anak kandungnya. Sampai sekarang. Sofie asyik menikmati hidupnya sementara anak kandungnya disia-siakan." cerita Om Wisnu panjang lebar.
"Ya Allah, Om. Kok bisa ya Tante Sofie setega itu sama anak kandungnya sendiri?!" kataku.
"Begitulah, Ra. Korban pemerkosaan punya trauma yang besar. Masih untung Sofie mau melahirkan Agni di dunia ini." ujar Om Wisnu.
"Bagaimana dengan Papa kandung Agni, Om?" tanya Ditya kemudian. Benar juga. Aku seakan tak peduli dengan Papanya Agni.
"Ternyata Papa kandung Agni adalah pemuda kampung yang sudah lama menaruh hati pada Sofie namun tak digubris karena dianggap tak punya banyak uang. Mana mau Sofie dengan yang kere macam itu? Om cari tahu ternyata Papanya Agni mau bertanggung jawab namun ditolak oleh Sofie. Papanya Agni meninggal karena bunuh diri. Semua karena cintanya yang bertepuk sebelah tangan tak terbalas."
Semakin mendengar kisah Agni, aku semakin sedih. Kasihan sekali hidupnya. Keputusanku untuk membantunya sudah tepat. Setidaknya aku bisa membalas kebaikannya yang sudah menyelamatkan nyawaku. Aku tak akan membiarkan pengorbanannya untukku sia-sia.
****