Menjadi Selebgram Hot

Menjadi Selebgram Hot
Kencan Sebelum Menikah


Lara


"Kamu serius? Kamu tahu kan bagaimana aku yang sebenarnya? Aku hanyalah Lara Handaka Si Gadis Cupu yang punya cita-cita menjadi seorang selebgram terkenal. Kalau bukan karena perawatan di klinik kecantikan yang mahal, aku masih tetap menjadi Lara Handaka yang dulu. Kamu pernah melihat aku kan sebelumnya? Apa kamu masih mau memiliki istri yang cupu seperti aku?" aku mengutarakan kegalauan dan isi hatiku pada Ditya. Lebih baik Ia mundur sekarang daripada menyesali keputusannya untuk menikahiku.


Ditya menatapku lekat dan tatapannya terlihat sangat serius. "Aku enggak pernah membeda-bedakan seseorang dari fisiknya. Aku bukan orang sombong yang suka menghina atau merendahkan ciptaan dari Yang Maha Kuasa. Apapun kamu, dimataku ya kamu adalah Lara Handaka. Aku memang melihat kamu sebelum dan sesudah kamu perawatan di klinik, namun bukan itu yang membuat aku ingin menikahi kamu. Kecantikan bisa pudar namun kebaikan tak pernah hilang."


Aku terdiam mendengar kata-kata Ditya. Sederhana, namun kata-kata itu penuh maksud yang mendalam. Baik sekali Ditya, berbeda dengan Arya yang mendekatiku dengan tujuan jahat dan memandang hanya dari fisik saja.


"Kamu orangnya asyik dan jujur saja aku merasa nyaman saat berada didekat kamu. Seperti layaknya berbicara dengan seorang sahabat lama, dimana aku bisa bercerita dengan bebas dan berkeluh kesah sama kamu. Itulah yang membuat aku tambah yakin kalau perjodohan kita akan berhasil. Aku nggak mau bermain-main dengan banyak wanita yang nggak jelas. Aku kenal kamu dan aku yakin kalau kamu akan menjadi pasangan yang tepat untukku." ujar Ditya tanpa sedikitpun keraguan dalam ucapannya.


"Benarkah? Wah, aku jadi kegeeran nih sejak tadi dipuji terus sama kamu. Semoga ya aku bisa menjadi pasangan yang baik juga buat kamu. Aku akui, aku memang tidak sesempurna itu. Namun aku akan berusaha dan belajar untuk lebih baik lagi." kataku dengan penuh semangat.


"Nah itu salah satu yang membuatku semakin menyukai kamu. Kamu orangnya mau belajar dan tak pantang menyerah. Aku lihat sejak awal kamu menjadi selebgram, usaha kamu sudah membuatku luluh dan akhirnya mau memilih kamu menjadi Brand Ambassador. Kamu kreatif dan punya semangat, itu yang membuat kamu berbeda dari yang lain." pujian Ditya membuatku makin besar kepala saja nih. Benarkah aku seperti itu?


Ditya terus menatapku lekat, membuat aku menjadi grogi sendiri. Aku harus mengalihkan pikirannya nih. "Eh itu makanan kita udah datang. Kebetulan sekali, aku laper banget nih!" aku menunjuk pelayan yang berjalan ke meja kami dan tak mau wajahku memerah terus menerus.


Seorang pelayan datang membawakan pesanan kami dan menaruhnya diatas meja. Nampak pesanan kami yakni menu nasi tim terlihat begitu menggoda, harum dan membuatku ingin segera menikmatinya. Teh tariknya juga saat aku coba rasa manisnya dan susunya pas. Benar-benar pilihan Ditya tepat sekali memilih cafe ini.


Cafe ini juga ramai pengunjung. Pertanda kalau makanannya enak, bukan karena ingin nongrong saja. Pelayannya ramah dan di dalam cafe sejuk karena ACnya terasa.


"Gimana? Enak kan?" tanya Ditya. "Lain kali kamu coba menu seafood di sini. Kamu suka seafood kan?"


Seafood? Sebelumnya aku nggak suka, tapi aku udah suka sih sekarang jadi aku jawab aja kalau aku suka. "Iya. Aku suka kok sama seafood."


"Oke, kita udah tentuin satu tempat kencan kita dengan menu makanan yang sesuai dengan selera kita berdua tentunya. Next time aku mau ngajak kamu makan mie ayam kesukaanku. Kamu ingat kan aku pernah ngomong kalau ada tempat mie ayam yang enak banget menurut aku. Gimana kalau besok istirahat makan siang aku jemput kamu?"


Tunggu.... Ini kencan?


Iya sih... Kita berdua jalan ke cafe, apa namanya kalau bukan kencan?


Lalu besok mau diajak jalan lagi sama Ditya? Mauuuu bangetlah! Mana mungkin aku tolak?


Ditya terlihat sangat senang karena aku menerima tawarannya. "Tentu. Aku jemput kamu besok. Mau naik apa? Pegasus? Lexus atau Bus?"


Aku tertawa mendengar gurauan receh Ditya. Kami benar-benar asyik bersenda gurau. Kami mengobrol tentang hal-hal yang ringan sampai semua makanan milik kami habis dan Ditya mengantarku kembali ke kantor papa.


Kami seperti sedang berkencan saat lunch alias makan siang. Kencan dewasa sesama pekerja kantoran. Ini tuh yang dinamakan pendekatan sebelum menikah. Mengenal kepribadian masing-masing lebih dekat lagi.


Jangan pernah membandingkan Ditya dengan Arya. Mereka jauh berbeda. Sangat jauh malah. Arya selalu memanfaatkanku dengan permainan silat lidahnya dan ujung-ujungnya ternyata hanya memberikanku harapan palsu. Tentu saja jauh berbeda dengan Ditya, Ia memang adalah calon suami idaman. Ia memperlakukanku dengan lembut dan aku nyaman bersama Ditya.


Keesokan harinya, sebelum makan siang Ditya sudah mengabariku kalau Ia sudah sampai di kantor Papa. Aku bersiap-siap dan langsung menemuinya di lobby.


Aku mencari keberadaannya dan tak lama mobil Ditya berhenti tepat di depanku. Ditya turun dan membukakan pintu mobilnya untukku. Sopan sekali bukan?


Setelah di dalam mobil, perlakuan manis masih kuterima. Ditya memasangkan seat belt milikku dengan sopan, bilang permisi terlebih dahulu dengan suaranya yang manly banget. Membuat jantungku terus berdegup dengan kencang.


Aku bisa gila kalau begini caranya. Laki-laki di sampingku ini terlalu mempesona. Bagaimana mungkin aku tidak tergoda dengan ketampanan dan kesopanan yang Ia miliki? Pesona terlalu kuat untuk kuhindari. Terlalu sayang untuk kulewatkan dan aku menjadi serakah untuk segera memilikinya.


Ditya pun berkendara menuju pinggir kota Jakarta. Suasana yang tadinya panas, mulai berubah menjadi lebih teduh saat kami mulai keluar pinti toll dan berkendara di perkampungan penduduk. Masih ada pepohonan di samping kiri kanan jalan yang membuat suasana terasa seperti sedang di Puncak. "Jauh juga ya? Kamu sering ke sini?" tanyaku membuka percakapan kami.


"Sebelum bekerja di kantor Papa, aku sering banget ke sini. Ini tuh tempat favorit aku bersama sahabatku." jawab Ditya.


Sahabat? Siapa? Kenapa Ditya menyebut tentang sahabatnya terus ya? Apa aku mengenalnya?


****


Hi Semua...


Jangan kupa like, komen dan add favorit ya novel ini. Yang bilang ini pendek, sabar. Aku usahain Up novel ini 2x sehari ya. Satu lagi, kalau ada adegan 21+ nanti aku Up malam ya. Tetap dukung Lara ya... Maacih.... 🥰🥰