Menjadi Selebgram Hot

Menjadi Selebgram Hot
Kecurigaan Ditya


Ditya


Aku yakin dari gelagatnya Lara itu menyimpan sesuatu. Ia pasti menyembunyikan sesuatu tentang kematian Agni yang aku tak tahu. Apa yang Ia sembunyikan? Kenapa setiap membicarakan tentang Agni, Ia akan menghindar dan terlihat menyembunyikan sesuatu dariku?


Aku jadi berpikir kalau Lara adalah penyebab meninggalnya Agni. Tapi apa itu mungkin? Mereka berdua loncat dari atas jembatan dan Agni yang meninggal bukannya Lara. Mungkin saja penyakit yang Agni derita membuat tubuhnya lemah dan tak kuat bertahan lama di dalam air. Berbeda dengan Lara yang sehat secara fisik makanya bisa bertahan hidup. Tapi kenapa mereka harus meloncat dalam waktu yang bersamaan?


Aku semakin curiga dan semakin penasaran akan semua misteri ini. Jelas, ada peran Bapak Handaka yang campur tangan terhadap hidup putrinya. Ia tak akan tinggal diam kalau sampai putrinya mendapat berita buruk di masyarakat. Ia akan menggunakan kekuatannya untuk menyembunyikan kejadian yang sebenarnya.


Lalu bagaimana caraku untuk mengetahui kenyataan seperti apa meninggalnya Agni? Agni sama sepertiku, kami adalah 2 anak yatim piatu yang ditinggalkan di sebuah panti asuhan di pinggir kota. Tak ada orang tua yang mengkhawatirkan kalau kami tak pulang atau terjadi apa-apa.


Kami tumbuh besar bersama, tak ada yang mau mengadopsi kami berdua, karena usia kami yang sudah beranjak dewasa. Otomatis, aku dan Agni menjadi yang tertua di Panti Asuhan tersebut.


Situasi keuangan Panti terkadang mengalami pasang surut. Donatur belum tentu setiap bulan menyisihkan uangnya untuk beramal, ada kalanya mereka juga mengalami kesulitan dalam hidup mereka dan akhirnya berimbas pada Panti Asuhan kami.


Jadilah aku dan Agni yang harus memutar otak untuk mencari penghasilan tambahan agar Panti Asuhan kami tetap bisa membiayai hidup adik-adik kami yang tinggal di sana.


Agni sangat jago dalam membuat aksesoris. Tangannya begitu lincah di atas mesin jahit dan bisa membuat sesuatu, dari yang tidak bernilai menjadi sebuah aksesoris yang punya nilai jual.


Setiap pulang sekolah, Agni akan membuat beraneka aksesoris seperti jepitan rambut, kalung, gelang dan berbagai pernak-pernik lain bersama adik-adik di Panti agar bisa kami jual di pasar kaget yang ada setiap minggu pagi.


Aku kadang membantunya jika pekerjaan paruh waktu yang kujalani di salah satu rumah makan sudah selesai. Uangnya lumayan untuk biaya makan kami sehari-hari. Sebagai anak yang tertua, aku dan Agni memiliki tanggung jawab untuk membantu pemilik panti mencukupi kebutuhan adik-adik kami yang semakin lama semakin banyak jumlahnya.


Penghuni Panti pun makin lama makin bertambah banyak, semua disebabkan oleh banyaknya orang tua tak bertanggung jawab yang membuang anak kandungnya di Panti Asuhan yang dikelola oleh Kak Nisa.


Kami semua sangat menyayangi Kak Nisa yang berhati baik dan lembut. Kak Nisa tak pernah menolak setiap anak yang dititipkan di Panti Asuhan miliknya. Dimulai dari orang tuanya yang menerimaku dan Agni sebagai anak tertua, lalu mulai berdatangan banyak anak-anak lainnya sehingga Kak Nisa yang mengurus Panti Asuhan tersebut sampai sekarang.


Panti Asuhan yang hanya mengandalkan uang dari donatur terkadang harus sangat berhemat hanya agar bisa makan sehari tiga kali. Aku dan Agni beserta anak-anak yang sudah mulai dewasa membantu Kak Nisa untuk mencukupi kebutuhan kami selama disini. Dengan bekerja paruh waktu, aku bisa menambah pemasukan untuk Kak Nisa.


Agni pun sama, dengan membuat aksesoris dan menjualnya di pasar kaget saat hari minggu pagi dia bisa meraup untung yang lumayan untuk menambah pemasukan.


Berkat usaha kerja keras kami, adik-adik bisa tetap hidup dan bersekolah sampai sekarang. Semakin kami dewasa, justru banyak yang menginginkanku dan Agni untuk diadopsi. Agni tumbuh menjadi gadis cantik. Banyak yang berkedok ingin mengadopsi padahal ujung-ujungnya hanya ingin dijadikan wanita simpanan. Kak Nisa tidak memberikan izin bagi Agni untuk meninggalkan panti.


Agni yang tak lagi aku bantu mulai mengenal dunia sosial media. Kemampuannya dalam berbicara di depan kamera membuat namanya cepat sekali melejit. Agni pun menjadi seorang selebgram terkenal yang memiliki banyak penggemar dan banyak menginspirasi banyak orang.


Meski begitu, baik aku maupun Agni tetap peduli dengan Panti Asuhan yang dipimpin oleh Kak Nisa. Setiap bulan, kami selalu menyisihkan penghasilan yang kami miliki untuk disumbangkan ke panti asuhan milik Kak Nisa. Agni kini menjadi donatur tetap di Panti Asuhan tersebut.


Agni adalah seorang yang rajin bekerja. Jika sudah larut dengan pekerjaannya, Ia akan lupa waktu dan tak bisa diganggu. Tanggung jawabnya sebagai anak tertua di Panti membuat Ia bahkan tidak memperdulikan kesehatannya.


Kak Nisa menutupi semuanya dariku. Ia tak mau membuat aku menjadi kepikiran, karena aku saat ini memegang tanggung jawab yang besar sebagai pemimpin Kusuma Corporation.


Setelah Agni ditemukan meninggal, Kak Nisa baru menceritakan semuanya padaku. Agni sudah lama mengidap penyakit yang selama ini Ia anggap sepele. Agni sering mimisan dan menganggap itu semua karena kelelahan saja.


Kak Nisa juga memberitahu kalau sebelum meninggal Agni pernah berobat di dokter dan melakukan general check up. Sayang, Agni tidak memberitahu hasilnya apa.


Dengan kekuatan yang aku miliki saat ini, aku berusaha mencari tahu dan akhirnya aku mendapati suatu kenyataan kalau Agni menderita kanker darah stadium 4. Ia menahan semua penderitaannya seorang diri hanya karena Ia ingin tetap hidup dan bisa membiayai adik-adiknya di Panti


Hati Agni sangat mulia, Ia lebih memikirkan keluarganya di Panti dibanding kesehatannya sendiri, hal itu yang membuat aku yakin kalau Agni tidak akan pernah melakukan bunuh diri. Agni bukan orang yang picik seperti itu. Agni adalah sosok wanita kuat yang akan berjuang sampai titik darah terakhir demi keluarganya.


Ia adalah orang yang bertanggung jawab terhadap hidupnya. Tak Mungkin Ia mengakhiri hidupnya seperti itu hanya karena sebuah penyakit yang selama ini dianggapnya remeh.


Aku melihat ke arah Lara yang sejak tadi sudah mulai syuting kembali. Aku curiga pada anak keluarga kaya raya seperti Lara Handaka ini. Apa hidupnya pernah menderita? Apa hidupnya pernah merasakan rasanya lapar dan harus berbagi dengan adik-adik di Panti Asuhan? Aku tak yakin!


Lihat aja mobil yang Ia memiliki. Ferrari tipe terbaru yang harganya cukup membuat siapa pun berpikir dua kali untuk membelinya. Namun anak manja itu bisa dengan mudah mendapatkannya karena kemampuan finansial Papanya di atas rata-rata.


Selama ini aku berusaha mendekatinya. Aku ingin tahu apa yang sudah terjadi? Apa yang sudah Ia lakukan? Kenapa bisa sampai mereka bunuh diri bersama? Apa yang Ia sembunyikan?


Usahaku berhasil. Anak itu sepertinya menyukaiku dan dengan bodohnya masuk dalam jebakanku. Sifatnya memang mirip dengan Agni aku akui itu. Tapi Lara Handaka bukankah Agni sahabatku, sekaligus satu-satunya perempuan yang mengisi hatiku.


Kulihat Ia begitu kerepotan belajar di perusahaan Papanya dan juga menjadi selebgram seperti Agni. Apakah Ia memang ingin mengikuti setiap jejak Agni? Untuk apa? Apakah Ia memang ingin menggantikan semua posisi Agni? Aku jadi penasaran. Rencana apa yang dia susun?


*****