Menjadi Selebgram Hot

Menjadi Selebgram Hot
Gagal Memata-matai


POV Author


Lara terus menerus tersenyum selama perjalanan pulang. Supirnya saja sampai sesekali melirik ke kaca spion melihat majikannya yang senyum senyum seorang diri.


Lara masih menertawakan Ditya yang kesakitan setelah Ia injak dengan heels miliknya. Melihat Ditya kesakitan seakan membalas sedikit rasa sakitnya.


"Hiburan juga membuatnya kesakitan. Besok lagi ah!" Lara lalu meminta supirnya berhenti di sebuah Mall. Dengan membawa paper bag besar, Lara masuk ke dalam toilet.


Lara tak menyadari kalau sejak tadi Ditya terus mengikutinya. Ditya sengaja memberi jarak agar Lara tak menyadari kalau dirinya begitu ingin tahu kehidupan Lara sekarang.


Ditya mau menyuruh detektif andalannya namun waktu tidak memungkinkan. Telat sedikit maka informasi tentang Lara juga akan hilang. Mumpung Lara sedang ada di depan matanya, Ditya memutuskan untuk langsung mengikutinya saja.


Ditya memarkirkan mobilnya tak jauh dari tempat Lara memarkirkan mobilnya. Setelah Lara masuk ke dalam Ia pun mengikuti. Lara membawa sebuah paperbag besar dan berjalan menuju ke toilet.


Ditya mencari tempat yang aman agar saat nanti Lara keluar, istrinya tersebut tidak melihat keberadaannya. Ditya hanya perlu memata-matainya dengan sembunyi-sembunyi. Jangan sampai Lara tahu dan pada akhirnya akan sangat marah akan apa yang Ia lakukan.


Lara mengganti pakaiannya di dalam toilet. Lara sengaja memakai masker dan juga jilbab agar tak ada yang mengenali penampilannya. Nanti, saat memulai syuting Ia akan membuka jilbabnya dan memakai topeng seperti biasa.


Baju berukuran besar yang mampu menyembunyikan perutnya saat hamil dan jilbab yang panjang tentu saja membuat penampilan Lara tidak dikenali termasuk oleh Ditya yang sejak tadi terus mengamati siapa saja yang keluar dari toilet.


Lara melenggang dengan santai dan kembali ke parkiran mobil lalu menyuruh supirnya pergi ke tempat wisata di mana manager Lara sudah menunggu. Rencananya, Lara akan ke Monas. Ia tak mau hanya membuat video tentang objek wisata di negara Belanda saja, Ia juga akan memperkenalkan objek wisata yang ada di Indonesia.


Karena waktunya terbatas, Lara memulai syuting di tempat yang dekat dengan kantornya dulu. Rencananya, kalau ada waktu libur Lara akan pergi ke luar kota dan mengeksplor kekayaan alam Indonesia yang beragam dan mampu menarik perhatian turis asing untuk singgah.


Manajer Lara tersenyum saat melihat kedatangan Lara. Minuman dingin dan juga tempat duduk sudah disediakan. "Kamu cantik sekali, Ra. Tumben kamu dandan! Biasanya, kamu nggak peduli sama penampilan kamu! Males kamu bilang berdandan cantik tapi muka ditutup oleh topeng. Sekarang, kamu memutuskan untuk berdandan lagi?" tanya manajernya yang kini membantu Lara memakai topeng dan menutupi jati dirinya.


"Sekarang aku double job. Aku kan terkenal sebagai selebgram hot, kalau di Indonesia penampilan aku tidak dirawat, image yang aku buat selama ini pasti akan hancur. Kamu sudah mempersiapkan semuanya? Kita mulai syuting hari ini ya! Mulai besok, kayaknya aku shooting tunggu weekend aja. Aku harus pulang sore karena pekerjaanku tidak bisa izin seenaknya."


"Udah dong! Kalau masalah kamu mau syuting kapan, aku ikut aja. Kamu kan bosnya. Manajer ikut aja apa keinginan bos besar!" meski tidak sebaik Bima, manajer Lara kali ini lumayan mengasyikkan orangnya.


Lara pun mulai syuting hari ini. Ia menjelaskan tentang asal-usul Monas dan apa saja yang ada di dalam Monas. Sementara Laras shooting dengan tenang, Ditya justru heran karena Lara tak kunjung keluar dari toilet.


Ia pun menghampiri toilet perempuan dan bertanya pada ibu-ibu yang baru saja keluar. "Bu, maaf saya mau nanya! Ada istri saya enggak yah di dalam?"


Ibu-ibu itu merasa heran, namun melihat Ditya yang tampan dan sepertinya sering Ia lihat namun entah di mana, ibu-ibu itu menjawab dengan ramah. "Sudah enggak ada siapa-siapa Mas didalam. Losong! Saya tadi sendirian. Memangnya istrinya Mas lagi dalam?"


Tak mungkin ibu ibu tadi menipu Ditya. Toilet pasti memang kosong dan Lara sudah keluar dari toilet sebelumnya. Tapi kapan? Sejak tadi Ditya perhatikan, hanya ada ada beberapa orang yang masuk ke toilet. Mall pada jam kerja seperti ini tidak seramai saat weekend jadi mudah mengawasinya.


Ditya mengingat-ingat siapa saja yang sudah keluar dari toilet. Beberapa ibu-ibu, anak kecil dengan orangtuanya, gadis ABG yang tertawa bersama teman-teman sebayanya dan seorang ibu-ibu memakai jilbab panjang dan baju besar.


"Apa mungkin ibu-ibu yang memakai jilbab panjang dan baju besar itu adalah Lara? Untuk apa dia bersembunyi? Apa Lara sudah tahu kalau sejak tadi aku mengikutinya?" batin Ditya.


Untuk membuktikan kecurigaannya, Ditya pun berlari ke arah parkiran mobil. Benar saja mobil Lara sudah tidak ada di parkiran. Ditya menutupi ketidakwaspadaannya yang sudah kehilangan Lara di depan mata.


"Tenang, Dit! Besok pasti akan dapat alamat di mana Lara tinggal! Nggak mungkin selamanya Lara sembunyi!" batin Ditya menenangkan kekesalannya sendiri.


****


Keesokan harinya Lara membawa Lily dan mengajaknya ke rumah Mama Bima. Lara meminta maaf pada Lily karena hari ini dia tidak bisa cepat menjemputnya pulang karena mulai sekarang Lara sudah mulai aktif bekerja di perusahaan.


Awalnya Lily marah dan menangis karena merasa Lara tidak peduli padanya. Namun, Mama Bima membantu membujuk Lily. Mama Bima begitu dihormati oleh Lily. Setiap perkataannya juga didengarkan oleh Lily. Akhirnya Lily bisa menerima kesibukan Lara dan tak masalah ditinggal bersama Mama Bima.


Setelah berpamitan pada Lily, Lara pun pergi kerja dengan hati yang tenang karena tahu Mama Bima pasti akan menjaga anaknya dengan sangat baik. Lara datang sebelum waktu masuk kerja tiba. Lagi lagi, kedatangannya membuat banyak pasang mata menatap seakan tak percaya kalau si pemilik yang sebenarnya sudah kembali.


Lara yang kini jauh lebih cantik dari sebelumnya membuat perhatian kaum Adam mulai tertuju padanya. Tak terkecuali mantan kekasihnya Arya.


Sama seperti yang lain, Arya pun terkejut melihat kedatangan Lara di perusahaan kembali. Sudah lama Lara menghilang bagai ditelan bumi. Keluarga Handaka juga berpikir kalau Rara sudah bercerai dari Ditya.


"Lara? Kamu kembali lagi?" tanya Arya sok akrab padanya. Lara tidak menjawab pertanyaan Arya, perbuatannya tersebut membuat Arya dipermalukan didepan umum.


Bukan Arya namanya kalau tidak agresif dan pantang menyerah. Ia pun mengosongkan lift agar tak ada yang masuk selain dirinya dan Lara.


"Kamu ke mana saja selama ini? Bahkan, aku menikah dengan Anggi saja kamu tidak datang!" kata Arya sok akrab.


"Aku mau kemana juga bukan urusan kamu! Dan mengenai pernikahan kamu, kalau pun aku ada di sini aku juga takkan datang. Untuk apa aku datang ke pernikahan kalian? Aku mendoakan kalian juga tidak. Bahagia di atas pernikahan kalian juga tidak. Apa yang aku lakukan kalau datang? Nyobain catering gratis?" kata Lara dengan pedas.


****


Yuks vote yang banyak. Kalau votenya banyak aku double up nih 🥰🥰