
Setelah selesai mandi Emak Baru langsung berjalan menuju ke ruangan Ibu Sari , dia sudah tidak tahan untuk segera bertemu dengan Abi.
“Bu... Bu Sari...” ucap Emak Baru sambil mengetuk ngetuk pintu ruangan Ibu Sari. Hujan masih mengguyur bumi, listrik pun masih padam. Meskipun sudah memakai baju panjang dan kerudung Emak Baru masih merasakan dinginnya udara karena hujan. Tidak lama kemudian pintu terbuka Ibu Sari sudah menggendong Abi.
“Sini Nak ikut Emak, Emak sudah kangen sama kamu.” ucap Emak Baru sambil meraih tubuh Abi. Lalu dipeluk dan diciumi wajah Abi yang masih tertidur hingga Abi terbangun karena merasakan dingin wajah Emak yang habis mandi.
“Maaf kamu jadi bangun nanti habis minum bobok lagi.. Yuk sekarang kita sembahyang dulu.” ucap Emak Baru lalu dia dan Ibu Sari berjalan menuju ke ruang doa.
Terlihat anak anak dan pegawai panti sudah masuk ke dalam ruang doa. Beberapa lampu emergency terlihat menerangi ruang doa. Ibu Sari mengajak Emak Baru untuk sembahyang di barisan depan sebab bantal kecil Abi ada di depan.
“Emak tidur kan Abi dia tidak akan nangis meskipun terjaga. Sejak pertama kali dia aku bawa di ruangan ini dia terlihat tenang meskipun tidak tidur.” ucap Ibu Sari sambil menoleh menatap Emak Baru. Dan Emak Baru pun menuruti ajakan Ibu Sari dan benar, saat Abi ditidurkan dengan kepala diberi alas bantal kecil nya dia terlihat sangat tenang tidak menangis bagaikan dia pun ikut berdoa.
Emak Baru terlihat tersenyum menatap Abi yang tenang tidak menangis meskipun matanya tidak terpejam bahkan terlihat bibirnya membentuk suatu senyuman. Emak Baru pun mulai melakukan sembahyangnya. Seperti Ibu Sari dan lainnya Emak Baru mengucapkan syukur atas nikmat dan keselamatan yang sudah Allah berikan pada dirinya, pada semua penghuni panti dan pada semua donatur dan semua handai taulan yang sudah membantu panti.
Semua yang ada di dalam ruang doa itu sembahyang dengan sangat khusyuk suasana hujan yang masih terus mengguyur bumi justru membuat mereka semakin khusyuk dalam berdoa . Nyonya Naura dan Sandra pun ikut terbawa suasana khusyuk doanya.
Setelah semua selesai sembahyang lalu mereka semua keluar dari ruang doa untuk berjalan menuju ke ruang makan. Beberapa anak membawa lampu emergency yang akan digunakan untuk menerangi ruang makan nanti.
“Nes, kita padahal belum mengerjakan pe er, malah listrik lama matinya.” ucap Marginah pada Nesya saat mereka berjalan di sepanjang koridor dari ruang doa menuju ke ruang makan. Di belakang mereka, Angga turut berjalan sambil membawa lampu emergency.
“Ada ini Nah, nanti kamu cepet cepet ngerjain nya semoga saja ini masih bisa tahan sampai kita selesai mengerjakan pe er. Untung besok tidak ada test.” ucap Angga sambil menunjukkan lampu emergency yang dia tenteng.
“Aku dan Nita juga punya pe er banyak Mbak Nah. Belum kita kerjakan kan kemarin latihan nyanyi terus.” ucap Vany yang juga jalan tidak jauh dari Marginah.
“Hah kita nanti semua lembur buat pe er ha.... ha... “ ucap Marginah sambil tertawa. Mereka semua lalu cepat cepat berjalan ke ruang makan.
“Padahal aku sudah ngantuk.” ucap Nita sambil tersenyum dan ikut berjalan cepat di samping Marginah.
Mereka semua segera masuk ke dalam ruang makan. Mereka makan dengan cepat cepat terutama anak anak yang akan segera mengerjakan pe er. Dan ternyata sebagian besar anak anak mempunyai banyak pe er.
“Kok mereka semua makannya cepat cepat apa mereka terlalu lapar karena udara dingin akibat hujan.” gumam Emak dalam hati padahal dia sedang menikmati makanannya sambil memangku Abi.
“Mak ayo cepat nanti dampingi aku dan Vany belajar.” ucap Nita yang sudah selesai makan. Emak Baru pun mengangguk kan kepalanya.
Mereka semua lalu segera keluar dari ruang makan setelah selesai makan malam. Ibu ibu pegawai panti yang masih menunggu jemputan dari anaknya, mereka yang membersihkan dan membereskan ruang makan.
“Emak Baru kasih minum Abi dulu saja, biar Nita dan Vany saya yang mendampingi belajar mereka.” ucap Sandra karena tahu Emak Baru belum memberi asi kepada Abi.
“Terima kasih Kak Sandra.” ucap Emak Baru yang menggendong Abi sambil tersenyum lalu dia cepat cepat berjalan menuju ke kamarnya untuk memberi asi pada Abi.
“Gelap tidak apa apa ya Nak, lampunya buat belajar Kakak Kakak. Lilinnya tadi sudah habis buat menyinari di kamar mandi.” ucap Emak Baru pada Abi yang menyusui Abi di dalam kegelapan.
Sementara itu di ruang perpustakaan anak anak mengerjakan pe er dengan cepat cepat agar pe er mereka selesai sebelum kehabisan energi di lampu emergency nya.
“Ibu Sari, apa sering listrik di sini mati hingga lama?” tanya Nyonya Naura pada Ibu Sari saat mereka berdua masih ikut mendampingi anak anak belajar. Nyonya Naura terlihat sangat prihatin melihat anak anak yang semangat belajar dan mengerjakan pe er sambil kejar kejaran dengan lampu emergency yang akan habis energinya.
“Iya Bun kalau hujan lebat, hujan angin, listrik mati agak lama. Apalagi kalau ada travo yang meledak bisa sampai dini hari listrik matinya.” jawab Ibu Sari.
“Bu, saya besok pagi sudah akan kembali. Sandra akan beberapa waktu di sini. Besok sebelum saya ke bandara saya akan ke kota dulu saya akan coba ke toko teknik akan saya usahakan di panti ini ada gen set (generator set). Dan juga ada cukup lampu emergency.“ ucap Nyonya Naura sambil menatap Ibu Sari.
“Terimakasih Bun.” ucap Ibu Sari sambil tersenyum
“Terus, saya kemarin dengar Emak Baru bisa menjahit besok sekalian akan saya belikan mesin jahit.” ucap Nyonya Naura lagi dan di saat bersamaan muncul Emak Baru yang mendengar ucapan Nyonya Naura.
“Wah Bunda Naura terima kasih sekali ya...” ucap Emak Baru yang baru saja masuk ke ruang perpustakaan sambil menggendong Abi yang sudah kenyang minum asi.
“Sama sama Emak, semoga bermanfaat ya.. “ ucap Nyonya Naura sambil menoleh ke arah Emak Baru yang baru datang.
“Iya Bun, semoga kita semua bisa saling memberi manfaat...” ucap Emak Baru sambil tersenyum menatap Nyonya Naura dan Ibu Sari.
“Iya Mak semoga kita semua bisa saling menjadi berkah.. Semoga kita selalu diberkahi oleh Nya dan bisa membagikan berkah itu pada yang lain....” ucap Ibu Sari menambahi ucapan Emak Baru
“Aaaminnn bener Ibu Sari, saya merasakan sendiri jika saya habis berbagi pada anak anak panti, nanti saya akan mendapat rejeki dan berkah melimpah, saya berikan lagi dapat lagi... begitu terus... alhamdulillah rejeki lancar dan saya sehat sehat...” ucap Nyonya Naura membenarkan ucapan Ibu Sari dan Emak Baru.
Namun tiba tiba lampu semakin meredup dan semakin redup satu persatu lampu emergency sudah habis energinya dan akhirnya pet. Ruangan perpustakaan itu menjadi gelap.
“Aaaaa...” teriak anak anak..