MARGI Nah

MARGI Nah
Bab. 80. Menyambut Tamu 2


Marginah dan Mawarni terus berjalan menuju ke depan mereka lalu duduk di kursi di bawah panggung. Terlihat mereka berdua menyiapkan kertas yang berisi susunan acara. Beberapa anak laki laki terlihat menyiapkan beberapa alat alat sound system. Angga dan Mas Budi juga terlihat duduk tidak jauh dari Marginah dan Mawarni mereka berdua duduk dengan gitar di dekatnya.


Nita dan Vany terlihat memakai baju kembaran duduk di barisan paling depan menghadap ke panggung. Mereka duduk di dekat dengan ibu ibu pegawai panti. Sedangkan Nesya duduk di barisan ke dua bersama teman teman lainnya.


Emak Baru terlihat masih berdiri di belakang, pandangan matanya melihat seluruh isi ruangan aula. Dia akhirnya melihat Mbah Parjan duduk di pojok belakang. Emak Baru lalu berjalan mendekati Mbah Parjan dan Emak Baru akan duduk di sebelah Mbah Parjan.


“Di belakang saja ya Mbah.” ucap Emak Baru sambil mendudukkan pantatnya di kursi.


“Iya Mak, aku bukan orang penting, malu jika sudah duduk di depan ternyata di depan sudah untuk orang dan terus aku disuruh ke belakang he... he... hilang mukaku.” ucap Mbah Parjan sambil tertawa.


“Lha kalau Mbah Parjan saja merasa bukan orang apa apa, apalagi saya Mbah.. orang yang hanya bisa merepotkan saja he... he...” ucap Emak Baru sambil ikut tertawa.


“Emak kan bisa menjahit dan juga bisa masak dan yang terpenting bisa momong anak anak.” ucap Mbah Parjan sambil menoleh menatap wajah Abi. Terlihat mata Abi terbuka, meskipun sudah diberi asi oleh Emak tetapi terlihat matanya masih berbinar binar mungkin juga merasakan suasana senang di ruangan.


Tidak lama kemudian terlihat sosok Ibu Sari masuk ke dalam ruangan aula bersama Nyonya Naura dan Sandra gadis berkaca mata tebal. Mereka bertiga terlihat langsung berjalan menuju ke kursi depan. Lalu mereka bertiga duduk di barisan depan menghadap panggung.


Ibu Sari terlihat menoleh ke belakang bagai mencari sesuatu.


“Dimana Mbah Parjan dan Emak?” tanya Ibu Sari pada anak anak yang duduk di belakangnya.


“Itu Bu di pojok belakang, tadi sudah disuruh ke depan tidak mau.” jawab anak anak.


Ibu Sari lalu terlihat memanggil Marginah yang memegang mikrofon. Marginah dengan segera berjalan menuju ke Ibu Sari.


“Apa Bu, bisa dimulai sekarang?” tanya Marginah saat sudah berada di depan Ibu Sari.


“Sebentar, pinjam mikrofon nya.” jawab Ibu Sari sambil mengulurkan tangannya untuk meminta mikrofon . Setelah menerima mikrofon dari tangan Marginah , Ibu Sari lalu bangkit berdiri dan membalikkan tubuhnya menghadap ke pojok belakang ke arah tempat duduk Mbah Parjan dan Emak Baru.


“Yang terhormat Mbah Parjan dan Emak Baru kami mohon untuk maju ke depan kami persilahkan duduk di kursi barisan depan yang sudah disiapkan.” ucap Ibu Sari dengan nada yang sangat sopan.


“Haduh Mbah malah dihalo halo, malu aku Mbah.” gumam Emak Baru.


“Ayo pindah depan lebih malu kalau disuruh pindah ke belakang Mak.” ucap Mbah Parjan lalu dia bangkit berdiri dan berjalan dengan tegap dan gagah menuju ke depan. Sedangkan Emak Baru terlihat berjalan dengan malu malu sambil memeluk tubuh Abi untuk mengurangi rasa malu dan nervous. Sementara Abi malah terdengar mulut mungilnya bergumam.


“Hhhwww.. hhhhhwwwmm .. hhhhwwwa..” gumam Abi dengan mata berbinar binar dan bibir tersenyum, mungkin dia bahagia.


Mbah Parjan dan Emak Baru akhirnya duduk di kursi di dekat tempat duduk Ibu Sari dan kedua tamu itu. Kedua tamu itu terlihat selalu tersenyum.


Setelah semua siap, akhir acara dimulai. Marginah dan Mawarni terlihat berjalan naik ke atas panggung, setelah mengucapkan salam secara bersamaan. Kemudian secara bergantian mereka berdua menyampaikan susunan acara, Acara pertama doa pembukaan dipimpin oleh Fadli. Dan selanjutnya acara sambutan oleh Ibu Sari. Dan tiba pada acara inti, yaitu maksud kedatangan dan informasi dari Bunda Naura.


“Acara selanjutnya, adalah acara yang sudah kami nanti nantikan, kami persilahkan Bunda Naura tercinta untuk naik ke atas panggung, kami semua menunggu sepatah dua patah kata dari Bunda Naura untuk menyampaikan informasi dan motivasi bagi kami.” suara merdu Marginah menggema di seluruh ruangan aula. Dan selanjutnya terlihat Bunda Naura berdiri setelah menganggukkan kepala memberi hormat Bunda Naura berjalan naik ke atas panggung.


Bunda Naura setelah memberi salam dan mengucapkan terimakasih akhirnya menyampaikan maksud kedatangannya.


“Tujuan kedatangan saya dan Kak Sandra ke sini adalah silaturahmi, kangen pada anak anak dan saudara saudara semua.”


“Kemudian yang kedua saya akan titip Kak Sandra pada kalian dia tinggal di sini untuk beberapa waktu. Dia sama seperti kalian.”


“Kemudian yang ketiga saya akan memberi hadiah istimewa pada kalian semua. Besok akan ada bus pariwisata yang akan mengantar kalian semua untuk berekreasi. “


“Hore... Hore.. Hore..” teriak anak anak dengan riang gembira. Mereka memang sudah sangat lama tidak pergi berkreasi


“Asyik.. Asyik.. “ teriak mereka lagi. Tidak hanya anak anak pegawai panti pun terlihat sangat senang bukan kepalang.


“Kemudian yang terakhir kalian harus tetap semangat belajar, akan ada tabungan beasiswa bagi yang berprestasi dan akan ada kesempatan kerja, saya akan mencarikan relasi relasi yang bisa membantu kalian untuk mendapatkan tempat kerja.” ucap Bunda Naura selanjutnya dan akhirnya dia mengakhiri sambutannya. Seluruh isi ruangan memberikan aplaus tepuk tangan yang sangat meriah. Marginah dan Mawarni kembali terlihat berjalan naik ke atas panggung.


“Maaf Bunda apa ada bingkisan buat kami.” ucap Marginah dengan mengucapkan di depan mikrofon nya dan terlihat anak anak mendukung ucapan Marginah.


“Ada ada ...Bunda lupa dibagi besok saat rekreasi ya.. “ ucap Bunda Naura sambil berjalan menuju ke tempat duduknya. Tepuk tangan kembali bergema dan anak anak terdengar bersorak sorai.


Marginah dan Mawarni yang sudah berdiri di atas panggung lalu mengucapkan selamat datang pada Kak Sandra. Dan selanjutnya acara hiburan pentas seni dari anak anak. Beberapa anak laki laki yang sudah diberi tugas mengambil makan malam pun langsung berlari menuju ke halaman untuk mengambil makanan yang sudah diantar oleh mobil catering.


Sambil menunggu makan, Nita dan Vany tampil menyanyi diiringi oleh Angga dan Mas Budi. Dan selanjutnya Nesya tampil membacakan puisi. Nesya yang sudah sejak kecil selalu tampil membacakan puisi terlihat sangat percaya diri maju ke depan dan naik ke atas panggung. Emak yang sangat penasaran menatap serius dan memasang pendengaran untuk mendengarkan puisi dari Nesya.


...


...Oleh Nesya


...


...Emak...


...


...Hadirmu awalnya tak kuinginkan


...


...Namun kasih tulus yang kau berikan


...


...Menggetarkan hatiku


...


...Emak.....


...


...Hadirmu kini bisa menghiburku


...


...Membalut luka rinduku


...


...Pada ibuku...


...


...Emak...


...


...Tetaplah di sini


...


...Di panti ini


...


...Menggapai asa dan mimpi...


...


...


...


“We love you Emak..” ucap Nesya mengakhiri puisinya sambil pandangan nya tertuju pada tempat duduk Emak. Tepuk riuh kembali menggema. Emak meneteskan air mata sambil memeluk Abi dengan erat.