MARGI Nah

MARGI Nah
Bab. 66. Kekuatiran Emak Baru


Saat Marginah dan Nesya masih berbicara dengan lirih tiba tiba pintu terbuka dan muncul sosok Emak Baru sambil mengendong Abi. Saat mendengar suara langkah kaki tiba tiba Marginah dan Nesya langsung terdiam dan dengan segera mereka memejamkan matanya, pura pura tidur.


Emak Baru lalu membaringkan Abi yang sedang tidur di tempat tidur Mawarni. Selanjutnya Emak Baru berjalan menuju ke pintu kamar dan lalu dia keluar meninggalkan kamar. Karena Emak Baru akan membantu kerja bakti untuk menyiapkan kamar buat dirinya dan Abi.


“Nes, Emak Baru dengar tidak ya pembicaraan kita tadi?” tanya Marginah kuatir jika Emak Baru mendengar.


“Entahlah, sepetinya tidak.” jawab Nesya. Lalu mereka berdua berusaha untuk tidur sebab takut jika tiba tiba ada yang masuk ke kamar lagi dan jika mengetahui mereka tidak tidur siang akan dilaporkan kepada Ibu Sari.


Waktu terus berlalu. Kini gudang penyimpanan bahan makanan yang berada di samping ruangan Ibu Sari sudah menjadi kamar tempat Emak Baru dan Abi. Ibu Sari tersenyum saat melihat hasil kerja anak anak yang memuaskan.


“Sudah bersih dan rapi.” ucap Ibu Sari saat melihat hasil kerja mereka.


“Sudah biar pintu dan jendela tidak usah ditutup dulu, biar udara segar masuk ke dalam. Tidak harus sekarang Ibu Narimah harus pindah, nanti malam masih bisa tidur di kamar tamu dulu. Tapi tolong kalau Marginah dan Nesya akan tidur di sana jangan diperbolehkan.” ucap Ibu Sari kepada Emak Baru yang berdiri di dekat Ibu Sari


“Iya Bu, maaf sekali ya Bu kehadiran saya dan Abi sudah merepotkan.” ucap Emak Baru dengan ekspresi wajah menyesal.


“Tidak ada yang merasa direpotkan Bu, kita hidup harus saling membantu. Saya juga senang Ibu Narimah mau membantu saya untuk menyiapkan makan buat anak anak dan mengawasi anak anak yang masih kecil. Itu sangat membantu Bu.” ucap Ibu Sari sambil menatap Emak Baru dan mengusap usap pundak Emak Baru.


“Iya Bu, saya juga sudah bilang sama Mbak Mawarni dan Kak Fatima saya juga mau jika mendapat jadwal untuk menyucikan baju anak anak yang masih kecil.” ucap Emak Baru dengan nada serius


“Baiklah Bu, terima kasih kami di sini memang harus saling membantu menganggap kita semua penghuni panti satu keluarga, yang besar harus menganggap yang kecil sebagai adiknya demikian juga sebaliknya. Maka satu kamar diisi oleh beda beda umur agar yang besar bisa mengawasi adiknya.” ucap Ibu Sari


“Baiklah Bu, sekarang saya mau mandi badan sudah terasa sangat lengket Bu.” ucap Emak Baru


“O ya Bu, saya mengucapkan terima kasih sekali lagi, tadi saya mendapat baju banyak sekali dan bagus bagus, meskipun pakaian pantas pakai tetapi masih bagus dan sepertinya itu baju mahal mahal ya Bu.” ucap Emak Baru dengan mata yang berbinar binar sebab tadi Mas Budi membukakan kunci lemari lalu Fatima dan Mawarni memilihkan baju buat dirinya.


“Sama sama Bu, itu baju baju sudah dicuci lagi oleh anak anak sudah disetrika juga. Mas Budi selalu ngecek baju baju yang berada di lemari agar tidak pengap. Kita selalu rawat Bu pemberian pemberian dari para donatur. Tidak boleh menyia nyiakan rejeki yang sudah kita terima.” Ucap Ibu Sari


“Baiklah Bu, saya juga akan mandi.” ucap Ibu Sari selanjutnya.


“Iya Mak.” ucap Ibu Sari sambil tersenyum dan menepuk pelan pundak Emak Baru. Mereka berdua lalu berjalan meninggalkan kamar baru untuk menuju ke kamar nya masing masing karena akan mandi.


Di malam sehabis makan malam, Ibu Sari menyampaikan pengumuman. Beliau mengucapkan terima kasih atas kerja sama penghuni panti yang sudah merapikan gudang dan sudah menyiapkan kamar buat Abi dan Emak Lalu Ibu Sari menyampaikan jika tamu donatur dari Ibu kota benar benar akan datang. Anak anak diminta menyiapkan aula dan juga menyiapkan acara untuk penyambutan tamu. Semua pandangan mata anak anak panti tertuju ke wajah Angga.


“Bukan Oma, Oma masih dalam perawatan di Singapore. “ ucap Angga.


“Iya Bukan Omanya Angga. Semoga Omanya Angga cepat sehat dan segera berkunjung lagi ke sini, kita semua sudah kangen dengan Oma.” ucap Ibu Sari


“Besok kalian semua akan tahu, siapa tamu yang akan datang.” ucap Ibu Sari selanjutnya


Setelah Ibu Sari menyampaikan pengumuman, Emak dan anak anak panti yang bertugas membereskan meja makan bekerja membereskan meja makan. Ibu Sari mengendong Abi keluar dari ruang makan lalu berjalan meninggalkan ruang makan dan selanjutnya mengerjakan jadwal kegiatannya.


“Di sini banyak tamu ya?” tanya Emak pada Mawarni yang kebetulan bertugas membereskan ruang makan.


“Iya Mak, banyak kadang dari kota kota besar kadang dari luar negeri, kadang dari pemerintah, kadang dari artis he.... he...” jawab Mawarni sambil tertawa dan mengambil piring piring di meja.


“Senang Mak, kalau tamu donatur yang kaya dan murah hati. Mereka tidak pakai foto foto untuk laporan atau posting posting, tetapi kita setiap anak dapat bingkisan keren keren juga dapat amplop, amplop nya cantik isinya juga cantik.” ucap Mawarni lagi sambil membawa piring piring kotor ke dapur.


“Benar Mak, pakaian pakaian yang bagus bagus juga mereka bawa, kadang mereka bawa pakaian baru, itu untuk hadiah yang mau tampil entah nyanyi entah puisi. Hadiah nya macam macam tidak hanya pakaian. Pernah saat akan tahun ajaran baru hadiahnya tabungan.. tuh Mawarni yang dapat karena dia sering menjadi MC mendapat tabungan pelajar.” ucap Fatima sambil mengelap meja. Mawarni yang sudah berjalan masuk lagi ke ruang makan untuk mengambil piring kotor yang masih di ruang makan, terlihat tersenyum lebar sambil mengiyakan apa yang dikatakan oleh Fatima.


“Sudah Mak, pokoknya menyenangkan. Besok kita lihat kalau Ibu Sari tidak menyuruh kita masak dan buat minuman, berarti para tamunya sudah membawa makanan. Makanan enak enak dari kota he... he... “ ucap Mawarni sambil tertawa senang.


“Mak kok malah bengong, tidak menyangka ya.. Tapi awas lho Emak kalau tergoda minta kerja pada mereka. Abi tetap tidak boleh Emak bawa.” ucap Fatima sambil menepuk pundak Emak karena Emak tampak bengong.


Berbeda dengan anak anak panti yang senang Karena akan kedatangan donatur yang akan memberi bermacam macam bingkisan. Emak malah kuatir jika tamu yang datang adalah Mantan Majikannya atau saudara saudara atau kerabatnya yang sudah mengenal dirinya. Dulu istri mantan majikan sering bergabung dengan grup sosialitanya berkunjung ke panti panti dan kadang ditemani oleh para suami mereka.