
Emak segera membalikkan badannya tanpa melihat mobil yang masuk ke halaman panti. Dia dengan cepat berjalan akan menuju ke ruang makan sambil memeluk erat tubuh Abi yang berada di dalam gendongannya. Berharap saat mobil sudah berhenti dia sudah tidak berada di halaman panti.
Akan tetapi saat dia masih berjalan di koridor yang menuju ke ruang makan, terdengar derap langkah banyak kaki dan sorak gembira anak anak. Emak lalu menoleh ke arah belakang.
“Ealah.. ternyata anak anak yang pulang sekolah.” gumam Emak Baru sambil tersenyum lega. Emak terus melangkah menuju ke ruang makan. Anak anak pun sudah banyak yang ikut membantu mengangkat box box makanan dari mobil untuk dibawa ke ruang makan. Emak sambil mengendong Abi ikut mengatur box box makanan itu di meja makan anak anak.
Salah satu Ibu Pegawai masak terlihat mengintip isi menu di dalam kotak itu. Emak pun terlihat kepo dan ikut juga mengintip isi di dalam nya.
“Sedap ya Bu.” ucap Emak sambil menoleh ke arah Ibu pegawai masak yang mengintip menu di dalam box makanan. Terlihat Ibu pegawai masak pun tersenyum senang dan sudah tidak sabar ingin makan siang.
Tidak lama kemudian anak anak pun sudah masuk ke dalam ruang makan mereka sudah berganti baju dan sudah mencuci tangan dan kakinya. Mereka semua segera duduk di bangku mereka masing masing. Sebagian besar anak anak penasaran dengan isi di dalamnya sama seperti Ibu Pegawai masak dan Emak Baru. Mereka pun membuka sedikit penutup box itu lalu melihat isi di dalamnya.
“Uenak Nes.. ada bistik daging ada ayam fillet ada udang goreng ada cap jay..ada.... hmmmmm perutku sudah berbunyi krucuk krucuk.. “ ucap Marginah sambil tersenyum lebar.
“Buahnya juga macam macam ada snack nya juga.” ucap Nesya juga tersenyum senang. Box makanan itu memang besar ukurannya.
“Ibu Sari kok tidak segera datang sih.. perutku juga sudah sejak tadi berbunyi Mbak Nah.. aku sudah sejak tadi menunggu di halaman sama Mas Budi.” ucap Nita, anak anak yang kecil memang sejak tadi mengikuti Mas Budi yang mendapat tugas menemui mobil catering.
“Kita susul ibu Sari yukkk.” ucap Vany sambil menganggukkan kepalanya dengan mantap menatap Nita. Mereka benar benar sudah tidak sabar. Namun saat mereka akan berjalan terlihat Ibu Sari sudah masuk ke dalam ruang makan.
“Maaf Ibu terlambat. Tadi baru saja menerima panggilan suara dari Nyonya Naura. Donatur yang akan datang itu. Mereka sore nanti akan sampai di sini. Sekarang mereka sedang istirahat di hotel.” ucap Ibu Sari sambil berdiri di depan kursi makan beliau.
“Sekarang kita semua berdoa untuk mengucapkan syukur terima kasih pada Allah dan juga mendoakan orang orang yang sudah memberikan dan menyiapkan rejeki buat kita.” ucap Ibu Sari kemudian lalu dia memimpin doa dan selanjutnya semua anak dan pegawai panti menikmati makan siang mereka yang spesial.
Setelah selesai berdoa mereka semua segera membuka box makanan dengan ekspresi wajah senang dan mereka segera menikmati makanan yang tersaji di depan nya. Namun tiba tiba Mas Budi bangkit berdiri dan berlari meninggalkan ruang makan.
“Ada apa dengan Mas Budi? Mau kemana dia? Bukannya mobil catering sudah pergi tidak perlu lagi memberi makan pada pak sopir.” ucap Marginah setelah menelan makanan nya, sambil menoleh menatap Nesya yang masih mengunyah makanan.
“Entahlah mau kencing mungkin.” jawab Nesya dengan santai lalu dia melanjutkan lagi menikmati makanan siang special nya.
“Owalah Mbah Parjan ketinggalan, kita mendapat makanan enak lupa pada Guru. Bisa kena hukuman kita besok.” ucap Marginah dengan suara sangat pelan. Mbah Parjan tadi bekerja di kebun belakang dan tidak tahu jika sudah jam makan siang.
“Untung Mas Budi ingat setidaknya ada yang sedikit meringankan hukuman.” ucap Marginah lagi lalu dia pun melanjutkan menikmati makanan nya.
Akhir nya makan siang special selesai. Banyak anak anak yang menaruh ayam fillet dan udang goreng ke dalam mika tempat snack yang snack nya juga belum bisa masuk ke dalam perut mereka. Sebab mereka sudah terlalu kenyang. Dan mereka membawanya ke luar dari ruang makan, entah mau dimakan kapan, mungkin menunggu lambungnya beristirahat dulu.
Sore hari, anak anak sudah mandi dan berdandan rapi. Mereka semua berada di ruang perpustakaan sambil menunggu kedatangan tamu. Emak Baru pun kini juga sudah berpenampilan seperti yang direncanakan dengan baju panjang warna lavender muda bermotif bunga bunga kecil, dengan kerudung warna senada dan masker kain hasil karyanya. Dia melihat dirinya di pantulan cermin. Setelah merasa semua sudah rapi Emak mengambil Abi yang juga sudah mandi dan wangi dengan baju yang keren pula. Emak lalu mengendong Abi.
“Ayo Nak, kita ikut menemui tamu. Mereka sudah berbagi rejeki pada kita.” ucap Emak Baru lalu dia segera keluar dari kamar.
Saat Emak berjakan di koridor menuju ke ruang perpustakaan matanya melihat sebuah mobil sedan bagus berwarna hitam masuk ke dalam halaman panti. Jantung Emak Baru kembali berdebar debar. Tangannya memeluk Abi dengan erat. Dia teringat dulu majikan dan tamu tamu majikannya memakai jenis mobil yang seperti itu.
Tampak Emak Baru berhenti tidak melanjutkan langkahnya. Dia terlihat bingung. Dan tidak lama kemudian terdengar suara langkah kaki di belakang Emak Baru.
“Ayo Mak, itu Nyonya Naura sudah datang.” ucap Ibu Sari yang sudah berada di samping Emak Baru sambil merangkul pundak Emak Baru.
“Iya Bu..” ucap Emak Baru memantapkan hati untuk ikut menemui tamu donatur. Lalu ikut berjalan di samping Ibu Sari.
Anak anak dan pegawai panti pun dengan segera keluar dan berjalan menuju ke halaman mereka semua berkumpul di satu tempat untuk menyambut tamu. Dan tidak lama kemudian mobil berhenti dan setelah nya pintu mobil bagian belakang terbuka. Terlihat dua perempuan turun dari mobil. Satu orang perempuan setengah baya yang terlihat cantik dan sepertinya seorang keturunan bule. Sedangnya satu orang lagi seorang gadis terlihat gadis biasa biasa saja, rambutnya dikepang dua dan memakai kaca mata yang sangat tebal, wajahnya terlihat kusam.
“Hmmm sepertinya dia bukan kolega majikan.” gumam Emak Baru terlihat sangat lega.
“Tapi yang satu orang nya kok seperti anak biasa biasa saja apa iya dia donatur, apa akan ditaruh di sini gadis itu.” gumam Emak Baru.
“Apa nanti akan ada mobil lainnya lagi. Mosok hanya dua orang tamunya.” gumam Emak Baru sambil berdiri di barisan paling belakang. Terlihat kedua tamu itu sedang mengambil barangnya di bagasi mobil.