MARGI Nah

MARGI Nah
Bab. 77. Menunggu


Pagi pagi setelah sembahyang pagi. Anak anak berlatih bela diri di halaman panti. Meskipun itu hari Sabtu. Sebab ini termasuk gladi bersih. Besok di hari Minggu pagi mereka tetap berlatih tetapi dalam rangka untuk menunjukkan kebolehannya di depan tamu donatur.


Sambil mengendong Abi Emak Baru terlihat tersenyum bahagia melihat gerakan gesit anak anak dalam berlatih.


“Wah keren keren... tidak menyangka mereka semua hebat.” puji Emak Baru dengan senyum lebar dan mata berbinar binar penuh kekaguman.


“Aku jadi tidak sabar melihat kamu cepat besar Nak.. pengen lihat kamu juga ikut berlatih sepeti mereka.. ciiat ciiiat...” ucap Emak Baru sambil menatap wajah Abi.


“He... he....” tawa kecil Emak Baru kemudian sambil memeluk erat Abi dengan gemas dan penuh kasih sayang.


“Mak, bantu aku yok.. buat sarapan untuk mereka.” ucap Ibu Sari saat berjalan dari ruang doa melewati Emak Baru yang masih berdiri sambil mengendong Abi dan melihat anak anak latihan bela diri bersama Mbah Parjan.


“Oo iya iya Bu.. mereka habis ini sekolah juga?” ucap Emak Baru sambil menoleh ke arah Ibu Sari


“Iya Mak. Tadi anak anak yang besar sudah membuat nasi buat sarapan. Kita buat lauk dan sayur yang simple saja.” ucap Ibu Sari dan mereka berdua lalu berjalan menuju ke dapur.


“Pegawai masak hari ini libur, nanti siang dan malam sudah pesan Catering .” ucap Ibu Sari selanjutnya.


“Oooo tamunya datang jam berapa Bu?” tanya Emak Baru


“Mungkin siang Mak. Entah jam berapa tetapi makan siang sudah mendapat bantuan dari mereka.” Jawab Ibu Sari


“Terus nanti penyambutan di aula malam ya Bu?” tanya Emak Baru lagi.


“Iya Mak. Ada apa?” jawab Ibu Sari lalu balik bertanya


“Hmm berarti sejak siang saya sudah harus memakai baju panjang dan masker ya Bu.. takut jika sewaktu waktu mereka datang terus melihat saya.”


“Iya Mak, nanti habis buat sarapan Emak langsung mandi terus memakai baju panjang dan kerudung. Biar lebih aman kalau sewaktu waktu mereka datang.” Ucap Ibu Sari lalu segera bekerja karena mereka berdua sudah sampai di dapur.


“Emak bisa minta masker ke Ibu Perawat nanti kalau dia sudah datang.” Ucap Ibu Sari kemudian. Emak Baru menganggukkan kepalanya lalu mereka berdua terus bekerja.


Setelah selesai membantu Ibu Sari membuatkan sarapan buat anak anak. Emak Baru meminta tolong pada Ibu Sari.


“Bu, saya gantian minta tolong.. ya.. nitip Abi Bu, saya mau mandi mumpung kamar mandi kosong. Pasti nanti kalau anak anak sudah selesai kamar mandi semua full.” ucap Emak Baru dengan hati hati.


“Iya Mak, sini Abi ikut Ibu.” ucap Ibu Sari lalu meraih tubuh Abi dari gendongan Emak Baru. Emak Baru lalu dengan cepat berjalan menuju ke kamarnya untuk mengambil peralatan mandi dan setelahnya segera berjalan menuju ke kamar mandi bagian anak anak perempuan. Ada berderet deret kamar mandi, Emak Baru masuk di salah satu kamar mandi itu.


Emak Baru membuka pintu kamar mandi benar terlihat anak anak perempuan sudah berjalan menuju ke kamar mandi. Emak Baru segera berjalan menuju ke kamar nya. Dia lalu berjalan menuju ke lemarinya setelah masuk di dalam kamar.


“Pakai baju yang mana ya.. yang ungu untuk nanti malam.” gumam Emak Baru sambil membuka pintu lemari nya.


“Kok aku malah kayak artis saja, bingung pakai baju he... he...” gumam Emak Baru lalu menarik satu baju panjang dan kerudung dengan warna yang senada. Setelah memakai baju dan kerudung dia melihat dirinya di pantulan cermin. Emak Baru tersenyum lalu segera berjalan menuju ke ruangan Ibu Sari untuk mengambil Abi. Emak Baru me ngetuk ngetuk pintu ruangan Ibu Sari. Dan tidak lama kemudian pintu terbuka.


“E.. Emak sudah cantik pangling aku Mak.” ucap Ibu Sari saat membuka pintu dan melihat sosok Emak Baru yang sudah memakai baju panjang dan kerudung. Emak menjawab dengan senyuman malu malu. Ibu Sari lalu segera masuk ke dalam kamarnya untuk mengambil Abi.


“Abi pangling sama Emak tidak?” ucap Ibu Sari sambil menyerahkan Abi pada Emak Baru.


Saat di ruang makan pun anak anak mengatakan kalau Emak Baru cantik memakai baju panjang dan kerudung.


“Mak, nanti aku carikan lagi di gudang masih ada banyak baju panjang dan kerudung." ucap Marginah sambil tersenyum menatap Emak Baru.


“Sudah cukup Mbak Nah, besok lagi saja. Bisa untuk yang lain juga.” ucap Emak Baru merasa sudah cukup dengan baju baju yang ada di lemarinya tidak ingin serakah.


Waktu terus berlalu siang hari sebelum anak anak pulang dari sekolah ada mobil box besar masuk ke halaman panti. Dada Emak Baru berdebar debar mendengar suara mobil masuk ke halaman panti. Emak Baru yang sedang duduk di ruang makan bersama ibu ibu pegawai masak, segera mengambil masker yang tadi ditaruh di kantong nya dan segara dipakai untuk menutupi wajahnya.


“Kok pakai masker segala Mak?” tanya salah satu Ibu Pegawai masak. Mereka memang diminta oleh Ibu Sari untuk datang untuk mengatur konsumsi anak anak.


“Iya Bu, takut nanti sopir nya terpesona dengan wajah saya he... he...” jawab Emak Baru yang sekarang sudah ikut ikutan Marginah suka bercanda.


“Betul Mak, mikir besarkan Abi dulu jangan lirik lirik pada laki laki dulu.” ucap Ibu pegawai masak yang janda. Emak Baru tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


“Yo wis ayo bantu Mas Budi bawa makanan ditaruh ke sini.” ucap nya kemudian lalu mereka bertiga berjalan menuju ke mobil box catering.


Saat sampai di halaman panti terlihat Mas Budi bersama sopir dan pegawai catering sedang menurunkan box box makanan. Mereka bertiga segera mendekat.


“Bu tolong ini dibantu di bawa ke ruang makan dan segera diatur ke meja makan anak anak ya..” ucap Mas Budi kepada Ibu ibu pegawai masak. Tadi Ibu Sari memang sudah memesan begitu pada Mas Budi dan juga ibu pegawai masak. Kedua ibu pegawai masak itu menganggukkan kepalanya dan selanjutnya mereka mengambil box box makanan.


Namun tiba tiba terdengar suara mobil masuk ke halaman panti. Emak Baru dadanya berdebar debar. Dia memeluk tubuh Abi dengan sangat erat. Mas Budi memperhatikan bahasa tubuh Emak Baru.


“Emak nunggu saja di dalam ruang makan kasihan Abi kalau diajak bolak balik.” ucap Mas Budi sambil menatap tubuh Abi yang dipeluk Emak dengan erat.