Legenda Bulan Kristal

Legenda Bulan Kristal
Bab 80 "Petunjuk Dari Ingatan Lama"


Malam datang dengan cepat. Hampir tak terasa ketika seharian itu mereka sudah bersenang-senang. Iloania berbaring ditempat tidur sembari memandang langit-langit kamar yang ditempatinya itu. Iloania menyentuh cincinnya, dan memejamkan matanya. Untuk ketika dia membuka kembali matanya, dia sudah ada didalam cincin dimensinya. Didepannya, bangunan rumahnya itu terlihat. Ada perasaan samar dihatinya yang setelah dia menapaki rumah pohon itu, Iloania merasakannya dan perasaan itu terasa lebih jelas.


"Irrex." Panggilnya pelan.


Ada suara ringikan didalam rumah pohon itu. Dari suaranya, Iloania merasakan perasaan sakit dan kesedihan yang mendalam. Membuat Iloania mengernyitkan bibirnya dengan manik turun. Hatinya ikut merasa sakit.


Membuka pintu, Iloania melihat seekor rubah merah terbaring meringkuk diatas tempat tidur air Iloania. Irrex meringkuk, memiliki perban dibagian perut dan kepalanya.


Iloania mendekatinya dan duduk disampingnya. "Irrex. Apakah kamu sudah merasa lebih baik? Apakah masih ada yang terasa sakit?"


Cahaya kemerahan melingkupi Irrex sesaat. Ketika Irrex membuka matanya, dia sudah mengambil wujud manusianya. Seorang anak laki-laki berusia 8 tahun dengan sepasang manik merah dan tatapan sendu. Ia mengenakan jubah kecil berwarna merah tua dan rambutnya yang sama merahnya panjang sebatas telinganya. Dia menundukkan kepalanya yang dililit oleh perban putih.


"Maafkan saya nona. Saya, sangat lemah." Lirih Irrex.


"Selama ini saya menyadari bahwa saya lemah dan tak bisa banyak membantu nona. Tapi melihat nona masih mempercayai saya, saya meyakinkan pada diri saya sendiri, jika Irrex mampu. Tapi, berhadapan dengan Raja Iblis membuat saya tahu, bahwa saya begitu lemah." Kata Irrex.


Iloania mengulurkan tangannya untuk mengusap lembut tangan Irrex guna menenangkannya, "Irrex sudah melakukan yang terbaik. Irrex kuat, tetapi Raja Iblis itu yang terlalu kuat. Dengar, kita mampu melalui ini Irrex. Kita mampu melalui ini bersama. Kita akan menemukan mereka yang diminta Vle untuk kita temukan. Kita akan berlatih bersama, dan kita akan menemukan tubuh Vle. Ya?"


Irrex menunduk dan memiliki sepasang manik berkaca-kaca. Anak laki-laki dengan telinga rubah dikepalanya itu menganggukkan kepalanya. "Aku akan berusaha. Aku harus bisa membantu."


Iloania tersenyum lega. Setidaknya, untuk saat ini Irrex sudah tenang dan sudah membangkitkan kembali semangatnya. Yang perlu dilakukannya selanjutnya, adalah menemukan keberadaan orang-orang yang Vleia maksud, sebelum Langit Darah terjadi.


Diluar cincin dimensi, diruang tamu, Lasius berbaring diatas sofa sembari memandang langit malam melalui jendela disampingnya. Pandangannya terarah pada sang rembulan yang benderang. Dan langit malam yang gelap.


"Langit Darah." Gumamnya samar.


"Kapan kejadian langit darah itu akan terjadi?" Batinnya berpikir sembari memejamkan mata, hingga lama kemudian terlelap dalam arus mimpi.


"Ibunda, apa yang ibunda baca ?" Suara itu terngiang-ngiang dikepalanya.


Lasius dalam mimpinya melihat sang ibunda. Mengenakan dress panjang bewarna putih dengan helaian surai panjang yang ditata sedemikian rupa. Wajahnya lembut dengan senyuman.


"Apa Sius ingin membaca juga ?" Tanyanya.


Lasius melihat dirinya mengangguk, duduk disamping sang Ibu dan turut melihat buku yang dibaca sang Ibu. Ia melihat dirinya sendiri sewaktu kecil nampak kebingungan.


"Ibunda, tulisan apa ini? Dan kenapa bulannya berwarna merah dan bukannya berwarna putih? Itu aneh." Katanya.


Ibunya tersenyum, "Ini disebut huruf kuno Sius."


"Bulan yang berwarna merah ini adalah karena Malam Langit Darah yang terjadi sekali dalam seratus tahun." Jelasnya.


"Malam Langit Darah ?"


Dia mengangguk, "Pada satu malam itu, bulan tertelan oleh warna merah darah. Langit turut berubah menjadi sewarna darah, dan pada malam itu, akan ada kebangkitan kekuatan gelap yang tersegel. Setiap malam itu, mereka yang menggunakan ilmu sesat dan iblis, akan memperoleh kekuatan yang lebih besar. Malam itu, selalu akan ada korban jiwa."


"Apakah itu sangat mengerikan ?" Tanya Lasius kecil.


Wanita itu tersenyum, "Jangan khawatir. Akan selalu ada penyihir kuat yang baik hati, yang bersedia melindungi kita."


"Kelak, Lasius harus menjadi salah satu diantara mereka. Yang melindungi orang-orang dari mereka yang jahat." Katanya membuat Lasius kecil menyunggingkan senyuman dan menganggukkan kepalanya.


Lasius membuka matanya dalam sekejab. Meski untuk sepersekian detik tatapannya linglung, Lasius mendapatkan kembali kesadarannya dan memandang seseorang yang berdiri disampingnya saat ini.


"Bangun dan bantu aku mengurus ternak." Kata Farleon membuat Lasius memandangnya datar.


"Ternak?" Batinnya.


"Cepat ikut aku." Kata Farleon mendesak membuat Lasius bangkit berdiri dan mengikuti Farleon.


"Yah, hanya mengurus ternak. Tidak akan sesulit itu bukan?" Batinnya.


Tak .. Tak .. Tak ..


Suara itu terdengar didapur. Wanita itu menggerakkan pisau sebesar telapak tangannya untuk memotong daging dan tulangnya secara bersamaan.


"Bibi~ Apa bibi akan memasak Ayam Hantu?" Tanya Iloania yang memandang kegiatan Dirima sejak dua menit yang lalu.


Wanita itu menoleh dan sedikit menunduk untuk menatap Iloania, "Ya. Bibi akan memasak Ayam Hantu yang paling lezat didunia."


Iloania tertawa riang, "Ayam Hantu buatan bibi memang paling lezat~ Apa ada yang perlu Ilo bantu bi?"


"Mm, tolong bantu bibi mencuci sayurnya ya." Katanya membuat Iloania mengangguk.


"Serahkan pada Ilo!" Katanya.


Membanting dirinya memasuki sungai, Lasius membersihkan dirinya yang dipenuhi dengan aroma kotoran ternak milik Dirima. Kepalanya menyembul dipermukaan, dan Lasius sedikit termenung mengingat-ingat mimpi yang dialaminya beberapa waktu lalu.


Jika benar ada informasi didalam buku yang dimiliki ibunya, berarti hanya dengan menghubungi dan meminta dari sang kakak.


"Aku khawatir kakak akan dicurigai. Sebaiknya, tunggu beberapa hari lagi." Gumamnya.


Lasius kembali menenggelamkan dirinya. Membiarkan ketenangan air membuatnya berpikir jernih. Ia membatin, "Aku hanya berharap. Kami memiliki cukup waktu."


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Last Update:


03/05/2022



Jangan lupa dukungannya~


Salam hangat,


LuminaLux


Nb: Maaf karena chapter ini sedikit lebih pendek dari yang lain