Legenda Bulan Kristal

Legenda Bulan Kristal
Bab 56 "Putri Kitsune Dan Iloania"


Putri Kitsune lahir dan dibesarkan dengan penuh cinta dan kasih sayang dari keluarganya dan suku dikerajaannya yang ada dihutan rimbun. Karena terbiasa dengan kasih sayang dan dimanja, Putri Kitsune memiliki sifat yang cukup arogan, namun nyatanya sebanding dengan laju kekuatannya. Diusinya yang baru menginjak 500 tahun, dia telah menumbuhkan kesembilan ekornya, yang harusnya dia dapatkan ketika dia berusia lebih dari 1000 tahun.


Putri Kitsune hidup dengan damai, berburu, bermain dan bermain, sampai sekelompok manusia datang, menggunakan sihir aneh yang menjebak mereka kedalam rantai yang melemahkan sihir mereka.


Didepan matanya, kedua orangtuanya dibunuh karena mencoba melawan, saudara-saudaranya dibunuh karena mencoba melarikan diri, dan rakyatnya ditangkat kedalam wadah penyusut dan disimpan dalam tempat aneh berbentuk kotak.


Saat itu, dia dikurung, diseret menuju ruang gelap dan dikunci. Hanya diberi roti kering sebagai makanan dan air agar dirinya bertahan hidup.


Mereka kemudian datang dengan orang yang memiliki aura gelap ditubuhnya. Orang itu berbicara dengan nada dingin.


"Potong ekornya."


Putri Kitsune melebarkan matanya, begitu mendengar ucapan orang didepannya. Manusia didepannya ini kejam, dan Putri Kitsune tahu itu. Dia meraung, menjerit dan bahkan sampai memohon ketika satu per satu ekornya dipotong menggunakan senjata sihir. Rasanya sangat menyakitkan.


Bahkan saat itu, Putri Kitsune merasa bahwa dirinya akan mati.


Berhari-hari berlalu, mereka membawanya kemari, datang dengan kurungan besi dan diperlihatkan kepada ribuan orang yang hadir, masing-masing menempati bangku coloseum, hingga nyaris tertutup dengan rapat.


Kini dihadapannya, binatang iblis itu memandangnya dengan ganas, dengan niat membunuh yang sangat terasa. Putri Kitsune tak bisa membantu, tapi, merasa sedikit dingin dipunggungnya.


Groaa!! Groaa!!


"Aku tidak bisa mati disini," batinnya.


Putri Kitsune melihat binatang iblis itu dilepaskan dari kandang, meraung keras dan berlari mencoba menerjangnya. Putri Kitsune mencoba menghindar, namun binatang iblis berbentuk serigala bertanduk itu melompat dan menggigit kakinya.


"Hisss!!!"


Kesakitan, Putri Kitsune melompat kebelakang setelah melemparkan cakaran kewajah binatang iblis itu. Dan terengah. Putri Kitsune juga tidak bisa terus tinggal diam, binatang iblis menjijikkan itu pasti akan terus menyerangnya sampai berhasil mencabik-cabiknya.


Mengeratkan giginya, Putri Kitsune tidak memiliki pilihan lain selain menggunakan sisa kekuatannya, untuk bertahan hidup. Hanya perlu menyerang binatang iblis itu sebanyak tiga kali, kekuatannya memang akan semakin melemah, namun dia masih bisa bertahan hidup!


Meskipun kemungkinan itu tidak sepenuhnya menguntungkannya, tetapi hal itu layak dicoba.


Putri Kitsune mengubah ekornya menjadi asap. Asap itu melebur disekelilingnya dan warnanya kemerahan. Aroma cendana menyeruak dihidung para penonton, termasuk Lasius yang bersembunyi dibalik kerumunan, berbaur dengan jubah hitam menyembunyikan keberadaannya.


Aroma cendana, menurut yang dibacanya dari sebuah buku, bangsa rubah memang memiliki aroma khas yakni cendana yang ringan yang melingkupi sihirnya. Karena secara khusus, inti roh mereka dibangun dengan intisari tanaman cendana. Mereka bangsa rubah biasanya setiap kelompok memiliki satu masing-masing pohon cendana.


Berbeda dengan masa lalu, ribuan tahun lalu mereka adalah bangsa besar dengan satu pohon cendana raksasa tumbuh diwilayah kerajaan Nelx. Itu jauh, dan setiap rubah berleluhurkan Pohon Cendana Rubah. Sayangnya, sejak perang Dewa dan Iblis, pohon itu telah mati karena terkena dampak kedahsyatan serangannya. Sejak saat itu pula, para ras rubah menyebar dan menumbuhkan pohon cendana masing-masing, untuk diturunkan kepada generasi yang berikutnya.


...***...


Lasius juga tidak begitu yakin, tetapi aura yang dikeluarkan dari asap itu cukup kuat dan bersih. Lasius diam-diam mengamati sekelilingnya.


"Kapan pemimpin mereka akan muncul?" Batinnya.


Putri Kitsune menghembuskan napas sebelum menunjukkan taring-taringnya. Ia melompat keatas, mengumpulkan bola keunguan dimulutnya dan meluncurkannya kearah binatang iblis dibawah. Sayang sekali bahwa binatang iblis itu mampu menghindari serangan itu. Tetapi, hal aneh terjadi ketika binatang iblis menginjak tempat dia mendarat. Ada lingkaran sihir berwarna putih dengan gambar daun-daun dan lingkaran berwarna merah.


Putri Kitsune telah memperkirakannya, jadi dia telah memasang jebakan ketika asap mengelilinginya tadi.


Lingkaran sihir itu memunculkan tali yang mengikat tubuh binatang sihir, mengikat dengan erat dan mengalirkan aliran listrik kuat yang menyengat.


Groaaaa!!! Groaaaa!!!


Binatang iblis meraung dan meronta dengan ganas, kekuatannya tidak main-main, setiap gerakannya mampu mematahkan satu ikatan yang mengikatnya.


Binatang iblis itu memandang ganas kearah Putri Kitsune yang bersiap melancarkan serangan. Mengubah bulir-bulir air disekitarnya menjadi batu es yang meruncing tajam.


Melepaskannya setelah desisan, batu es itu melesat kearah binatang iblis dan menembus kaki dan telinganya. Bahkan menggores kulitnya, setiap goresan membeku, melebar dan nyaris membekukan binatang iblis itu hingga beku.


Terengah, Putri Kitsune merasakan kedua kakinya lemah dan tubuhnya seakan ditimpa beban ratusan kilo. Melelahkan dan sangat berat.


Pyar!!


Matanya melebar, menatap tak percaya kearah bongkahan es yang retak dan pecah berkeping, tanpa meninggalkan jejak.


Darah hijau pekat mengalir dari lubang yang membeku, dan perlahan pecah. Menetes ditempatnya berdiri. Putri Kitsune melebarkan matanya, berpikir bahwa hari ini, dia akan mati sebelum bisa menyelamatkan rakyatnya.


Tidak bisa! Dia tidak bisa menerimanya!


Rubah kecil memejamkan matanya, bersiap menerima rasa sakit dari serangan binatang iblis yang menggila. Hanya ketika dia menunggu, sekelebat bayangan menyerang pikirannya, mengambil alih pikirannya dan membawanya ketarikan kuat diikuti suara halus yang samar.


"Biarkan aku, membantumu."


Ketika Putri Rubah terengah diarena, Lasius sedikit merasa lega, namun begitu bongkahan es itu pecah dan menunjukkan kembali binatang iblis yang makin ganas, ia juga sedikit terkejut. Kekhawatirannya adalah, bahwa rubah kecil itu akan terluka bahkan parahnya mati karena serangan binatang iblis yang tidak main-main.


Mengerutkan keningnya, Lasius siap membongkar penyamarannya, sampai sebuah suara membuatnya membeku.


"Ternyata kak Sius juga disini."


Lasius diam dan dengan gerakan pelan menoleh, untuk menemukan tubuh Iloania melemas dan bersandar kearahnya tanpa suara. Terkejut, Lasius memegang bahu Iloania, berbisik mencoba menyadarkan Iloania.


"Ilo, Ilo, bangun. Kenapa denganmu?" Cemas Lasius.


Ketika sepasang kelopak mata itu terbuka, sepasang manik merah gelap terbentuk dipupil matanya. Lasius yang melihatnya tertegun, dan mendorong Iloania.


"Siapa kau?"


Seseorang yang ada ditubuh Iloania menoleh, menatap Lasius dengan setengah datar dan setengah penasaran, "Apa ini temanmu?"


Lasius mengernyit dingin, "Katakan siapa kau, dan dimana Iloania."


Seseorang itu memandang kearena, dimana kini binatang iblis terlempar jauh karena terpental dinding pelindung yang tiba-tiba dipasang didepannya. Diarena sana, sosok rubah putih perlahan berubah, menjadi sosok gadis remaja berambut perak dan bermanik emas. Gadis itu menggunakan kemeja putih dan ekor perak bergerak pelan dibelakang tubuhnya.


"Aku adalah dia, dan dia, memberikan kesempatan kepadaku untuk menyelamatkan rakyatku." Jawab seseorang itu.


Lasius segera menolehkan kepalanya, memandang kearah arena, dan menemukan sepasang manik emas familier yang membuatnya tertegun. Adalah senyuman yang selalu dilihatnya itu.


Dia, Iloania.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Last Update:


27/10/2021


Jangan lupa dukungannya~


Salam hangat,


LuminaLux