
Iloania mendudukkan dirinya dibangku yang ada ditengah. Pandangan maniknya tertuju kesekelilingnya. Memandang kagum ruangan luas dengan kerlipan cahaya dari batu alami yang dijadikan sebagai bahan dasar.
Energi sihir dapat dirasakan dari tiap hal disana. Bahkan termasuk meja dan bangku yang didudukinya. Sungguh, Iloania kagum dengan Dragonia Academy. Bahkan, ini baru sebagian kecil dari Dragonia Academy. Banyak pasang mata menatapnya. Tatapan kagum, meskipun ada pula tatapan yang meremehkan karena penampilan Iloania yang nampak lemah. Namun tak lama, seorang pria muncul ditengah kelas selepas pusaran angin muncul. Membuat atensi seluruh orang diruangan itu teralihkan.
"Selamat pagi. Perkenalkan nama saya Yurients Loustn. Karena saya tidak suka berbasa-basi saya akan langsung menjelaskan tes yang akan kalian jalani." Kata pria dengan surai coklat bermanik hijau itu.
Yurients kembali berujar, mengabaikan tatapan tak suka dari beberapa orang. "Tes pertama akan segera dimulai saya adalah pengawasnya. Dilanjutkan dengan tes kedua dan tes terakhir, yang akan diawasi orang lain. Kalau begitu, tes pertama ujian tertulis, dimulai sekarang." Kata Yurients.
Mendapatkan lembaran kertas dan pulpen yang melayang dan menyebar dengan sihir, Iloania menerimanya dan meneliti pertanyaan yang ada dikertas itu. Hanya 4 soal dasar dan 2 soal tambahan. Namun wajah Iloania memutih. Wajahnya yang sudah putih makin memutih dan dipenuhi kernyitan aneh. Soal dasar ini, sama sekali tak diketahui Iloania. Sementara 2 soal tambahan itu membuat Iloania pusing.
"Bagaimana ini ?" Batin Iloania.
1. Apa yang anda ketahui tentang Dragonia Academy?
2. Jelaskan apa yang dimaksud dengan sihir dan pembagiannya secara jelas dan terperinci
3. Sebutkan dasar-dasar dan aturan dalam dunia sihir
4. Jelaskan sejarah sihir
5. Jelaskan apa itu "Simbol Naga Suci"
6. Didunia, selain manusia dan penyihir jelaskan tentang hal lain yang hidup berdampingan dengan kita
Iloania menggigit cemas jemarinya dengan pelan. Iloania benar-benar tidak tahu tentang Dragonia Academy, pembagian sihir, sejarah sihir atau Simbol Naga Suci. Yah, mungkin nomor 6 ia masih bisa menjawab beberapa. Namun yang lain tidak. Iloania selama ini hidup dengan berpertualang. Hal-hal seperti ini jelas cukup asing baginya karena ia cukup baru dikerajaan ini. Iloania mengedikkan bahu dan menjawab dengan jawaban yang ada dipikirannya.
1. Apa yang anda ketahui tentang Dragonia Academy?
: Sekolah sihir di Kota Shie
2. Jelaskan apa yang dimaksud dengan sihir dan pembagiannya secara jelas dan terperinci
: Sihir adalah energi yang muncul dari dalam diri seseorang dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
5 elemen dasar dan sihir khusus
3. Sebutkan dasar-dasar dan aturan dalam dunia sihir
: Em, tidak boleh mengganggu manusia biasa mungkin~(*´∨`*)
4. Jelaskan sejarah sihir
: Sudah ada sejak lama o(〃^▽^〃)o
5. Jelaskan apa itu "Simbol Naga Suci"
: Simbol dari naga suci
6. Didunia, selain manusia dan penyihir jelaskan tentang hal lain yang hidup berdampingan dengan kita
: Bayangan, Roh Sihir, Binatang sihir, binatang iblis
Iloania tersenyum geli. Selesai mengisi identitasnya, kertasnya bercahaya samar selama sepersekian detik. Dan tulisannya memudar dan menghilang. Menyisakan kertas kosong, yang perlahan memunculkan sebuah tulisan.
Suku Lavia adalah salah satu suku tertua yang masih hidup hingga kini di Benua Zhioie. Suku Lavia memiliki sihir yang disebut dengan Sihir Ramalan. Jumlah mereka sangat sedikit, dan suku Lavia adalah suku yang sangat tertutup akan dunia luar.
Bagaimana pendapat anda?
Iloania menatap lekat kertasnya. Tangannya bergerak menuliskan sesuatu, sebelum Yurients mengatakan bahwa ujian tertulis selesai. Dan mengambil kertas dari masing-masing orang.
"Ujian tertulis selesai." Kata Yurient kemudian menghilang dalam pusaran angin diruangan itu.
"Ilo, kenapa kau tidak bertanya padaku? Aku bisa menjawab semua pertanyaan tadi dengan sekali kedipan mata."
Iloania berbisik pelan, "Jangan begitu. Ini adalah tes masuk, tidak boleh curang."
Suara Vleia makin jelas, "Aku yakin itu akan salah. Mulai besok aku akan mengajarimu semua tentang sihir. Bagaimana bisa kontraktor ku begitu bodoh."
"Aku tidak bodoh~" Iloania menggembungkan bibirnya kesal sembari berbisik.
Brak!
Suara dentuman keras dibelakang ruangan membuat atensi seisi ruangan terarahkan pada seorang pemuda yang menggebrak meja dengan raut wajah marah. Pemuda dengan surai hijau itu menunjuk pria bersurai merah yang nampak tenang dibangkunya dengan senyuman miring.
"Berani sekali kau menghina distrik asalku! Dengar, distrikku lebih baik dari distrikmu!" Katanya.
Pria bersurai merah tersenyum miring. "Yah, yang kutahu distrik 18 adalah distrik bagi orang buangan~ Sudahlah kecil, bahkan sangat jarang orang tahu jika distrik itu berpenghuni~"
Beberapa orang yang berasal dari distrik 18 bangkit berdiri dan merasa tersinggung dengan ucapan pria bersurai merah itu. Mereka mendatanginya dan menyarakan protesan mereka.
"Hati-hati dengan mulutmu teman. Kami tersinggung disini."
"Benar. Lancang sekali mengatakan distrik kami distrik orang buangan."
"Apa hebatnya distrikmu?!"
"Dasar menyebalkan."
Pria itu berdiri dan berkacak pinggang. "Apa yang kukatakan hanya sebatas apa yang kudengar. Jika kalian marah, apa itu artinya benar?"
"Yah~ Setidaknya aku yang berasal dari distrik 7 cukup keren. Distrik termaju diseluruh kerajaan Alete setelah Istana Alete sendiri." Katanya lagi dengan ekspresi meremehkan.
"Itu benar. Bagaimana distrik kita bisa dibandingkan dengan yang lain."
"Benar."
"Hey apa maksudnya. Distrik kami juga tidak lebih rendah dari distrik kalian."
"Apa-apaan mereka itu."
"Argh! Banyak bicara!" Pria berbadan besar itu lebih dulu menggunakan elemen apinya.
Api menyambar keseluruh penjuru ruangan, namun orang-orang dengan sigap melindungi diri mereka, bertiarap atau melompat keatas menghindari api yang hanya sepersekian detik itu.
Orang-orang yang terprovokasi mulai saling melempar elemen sihir. Tak ayal beberapa terkena dan terluka. Namun tak menghentikan tindakan mereka. Iloania sendiri nampak terdiam ditempatnya. Barrier berbentuk tabung melingkarinya, membuatnya aman dari serangan menyasar. Maniknya menatap sekelilingnya dengan samar.
Ia mengernyit. Menangkap beberapa keanehan.
Pertama, ruangan itu luar. Melebihi kapasitas orang yang ada didalamnya.
Kedua, beberapa kata ambigu dari Yurients yang masih menjadi pemikirannya sampai saat ini. Tes pertama ujian tertulis, namun diakhir, ia tak mengucapkan "Tes pertama selesai", namun mengucapkan "Ujian Tertulis selesai."
Ada 2 kemungkinan dari kalimat itu. Yakni tes pertama memang selesai karena tes pertama hanya berisi ujian tertulis atau hanya ujian tertulis yang sudah selesai. Namun tes pertama masih belum selesai. Lagipula, Yurients tak mengatakan apakah ujiannya akan langsung berlanjut atau menggunakan jeda istirahat.
Dan yang ketiga, mengapa pria bersurai merah itu tiba-tiba mengatakan hal demikian? Itu benar-benar terasa seperti sebuah provokasi nyata!
Iloania terdiam selama beberapa saat, sebelum sadar bahwa barriernya tertembus oleh sebuah anak panah yang entah datang dari mana. Iloania dengan gerakan lincah melompat keatas dan mendarat dipiringan hitam yang dimunculkannya. Melihat dari atas, orang-orang masih saling melancarkan elemen sihir masing-masing.
Sementara pria bersurai merah tadi masih nampak tenang melawan dan menghindari serangan sihir dari orang-orang.
Iloania mengernyit. Apakah pria itu salah satu suruhan Yurients untuk tes pertama? Untuk memprovokasi mereka?
Tapi untuk apa orang-orang harus diprovokasi?
Tidak, tunggu!
Iloania menyadari satu hal. Beberapa orang nampak diam-diam bersembunyi dibalik dinding pelindung atau hanya menghindari serangan menyasar tanpa membalas. Namun, beberapa diantara mereka, menggerakkan manik mereka keseluruh penjuru ruangan. Seolah tengah memperhatikan.
"Jadi begitu," gumam Iloania pelan.
Iloania menyunggingkan senyuman seringan bulu, "Tes pertama memang sudah selesai. Tapi kami diberi bocoran untuk mempersiapkan tes kedua."
Ia melebarkan senyumannya dan bergumam kepada dirinya sendiri. "Astaga, ini sangat menarik~"
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Last Udate:
14/05/2021
Jangan lupa beri dukungan tiap sudah membaca chapter~
Makasih banyak...