Legenda Bulan Kristal

Legenda Bulan Kristal
Bab 23 "Kebenaran Suku Lavia"


Iloania mengambil gulungan kertas ditangannya. Semua orang berkumpul di aula Dragonia Academy dan saling pandang saat mengambil kertas.


Diarena, sosok Milied, Alkea, Greymons, Yurients dan Nialla berdiri dengan wajah tenang. Kelima orang itu meneliti sekelilingnya sebelum sosok Milied melangkah maju.


"Kalian bisa membuka gulungan itu. Siapapun yang lolos tetap tinggal. Dan yang tidak lolos, harap langsung pergi meninggalkan Dragonia Academy. Gulungan itu sudah dinilai berdasarkan ujian tes tahap pertama. Tahap kedua. Dan tahap terakhir. Jangan ada yang memprotes, karena itu sudah keputusan akhir kami." Katanya dengan wajah serius.


Orang-orang mulai membuka kertas masing-masing. Iloania dan Jissiana membuka secara bersamaan dan menemukan keterangan yang berbeda. Lasius dan Zalion melakukan hal yang sama.


Jissiana menatap kertasnya.


Nama: Jissiana Loudeea


[Diterima]


Tes Pertama


: 5/6 +0 [Lolos]


Tes Kedua


: [Lolos]


Tes Ketiga


: [Lolos] +4


Zalion menatap kertasnya sesaat dan menyimpannya.


Nama: Zalion Excart


[Diterima]


Tes Pertama


: 6/6 +1 [Lolos]


Tes Kedua


: [Lolos]


Tes Ketiga


: [Lolos] +8


Sementara Lasius menatapnya sekilas dan memberikannya pada Zalion. Zalion menyimpan kertas itu didalam cincin dimensinya.


Nama: Lasius Valletryern


[Diterima]


Tes Pertama


: 6/6 +1 [Lolos]


Tes Kedua


: [Lolos]


Tes Ketiga


: [Lolos] +10


Hanya saja, wajah Iloania menampakkan ekspresi sedikit aneh. Ketika ia melihat kertasnya, ia tak bisa menahan senyuman kecil. Terlebih, ketika melihat perolehan nilai benar yang ada ditahap pertama.


Nama: Iloania Rexelite


[Diterima]


Tes Pertama


: 1/6 +2 [Tidak Lolos]


Tes Kedua


: [Lolos]


Tes Ketiga


: [Lolos] +9


"Ilo, bagaimana denganmu? Aku lolos astaga! Aku sangat senang!" Kata Jissiana sembari berjingkrak.


Jissiana mengambilnya dan membacanya. Ekspresinya blank. "Hah? Apa ini?"


Lasius mengambil kertas itu dari tangan Jissiana. Menatapnya serius, alisnya tertekuk. Iloania yang kemudian ditatap oleh Lasius mengedikkan bahunya dan tertawa ringan. Seolah-olah Iloania tak peduli dengan isi gulungan yang didapatnya. Bagaimana bisa nilai tes tertulis Iloania mendapatkan poin 3? Itupun nilai dari soal tambahan.


Tunggu, soal tambahan itu Lasius mendapatkan nilai 1?


Iloania mendapatkan 2?


"Apa jawabanmu untuk soal tambahan tes tertulis?" Tanya Lasius.


Iloania menatapnya. Belahan bibir tipis dan merah mudanya terpisah. Mengucapkan rangkaian kata yang membuat Lasius terdiam.


...***...


2 hari yang lalu, setelah tes tertulis selesai dilaksanakan.


Yurient memasuki ruangan guru untuk memeriksa hasil tes tertulis pendaftar. Mendudukkan dirinya disamping seorang pria dengan surai hijau, ia meletakkan tumpukan kertas jawaban diatas meja.


"Ini dari kelas Naga, Pohon, Air, Bulan, Bintang dan Daun?" Tanya guru disampingnya.


Yurients menanggapi pertanyaan pria bernama Richae itu dengan anggukan kepala. Keduanya kemudian bersamaan memeriksa dan menilai jawaban dari tumpukan kertas yang menggunung itu. Ketika mendapati soal jawaban milik Iloania, wajah Yurient yang sejak awal sudah muram menjadi makin muram. Bahkan gelap.


1. Apa yang anda ketahui tentang Dragonia Academy?


"Bodoh, pertanyaan tentang Dragonia Academy saja tidak tahu." Gumamnya.


2. Jelaskan apa yang dimaksud dengan sihir dan pembagiannya secara jelas dan terperinci


: Sihir adalah energi yang muncul dari dalam diri seseorang dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari.


5 elemen dasar dan sihir khusus


"Penjelasan macam apa ini? Sepertinya orang ini benar-benar tidak pernah belajar apapun tentang sihir." Gumam Yurients dengan tatapan tajam.


3. Sebutkan dasar-dasar dan aturan dalam dunia sihir


: Em, tidak boleh mengganggu manusia biasa mungkin~


Yurient menatap kesal jawaban Iloania, "Jawaban macam apa ini?!"


4. Jelaskan sejarah sihir


: Sudah ada sejak lama ^o^


Tanpa ekspresi, Yurient membaca jawaban itu dan kembali membaca jawaban selanjutnya. Dan matanya berkilat tajam. Wajahnya makin menghitam.


5. Jelaskan apa itu "Simbol Naga Suci"


: Simbol dari naga suci


5. Didunia, selain manusia dan penyihir jelaskan tentang hal lain yang hidup berdampingan dengan kita


: Bayangan, Roh Sihir, Binatang sihir, binatang iblis


Yurient menghela napas, dan dengan kesal menuliskan angka 1 diatas kertas jawaban Iloania. Helaan napas Yurients membuat Richae menoleh dan menaikkan satu alisnya bingung.


"Ada apa?" Tanya Richae pada rekannya itu.


Yurients menyerahkan kertas jawaban Iloania pada Richae. Begitu Richae membacanya, ia tak bisa menahan tawanya. Ia tertawa sementara Yurient mengulirkan bola matanya kesal. Ketika tawa Richae terhenti tiba-tiba, Yurients menaikkan satu alisnya dan menoleh. Dan mendapati wajah serius Richae yang membuatnya keheranan.


"Hey." Katanya.


Richae menoleh dan menyodorkan kertas itu dan menunjuk jawaban terbawah. Yurients membacanya.


Suku Lavia adalah salah satu suku tertua yang masih hidup hingga kini di Benua Zhioie. Suku Lavia memiliki sihir yang disebut dengan Sihir Ramalan. Jumlah mereka sangat sedikit, dan suku Lavia adalah suku yang sangat tertutup akan dunia luar.


Bagaimana pendapat anda?


: Suku Lavia memang tinggal dibenua Zhioie. Tapi mereka bukan pemilik sihir ramalan. Mereka memiliki sihir Pewujud. Sihir ini menjadikan pemiliknya mampu menciptakan situasi yang sesuai dengan yang dikatakan oleh pemilik sihir. Tapi tentu saja kekuatan seperti ini tidak terlalu besar, maksimal suku Lavia hanya bisa menciptakan situasi bencana yang cukup ringan, membuat seseorang memiliki sihir meski tak begitu kuat, memperpanjang umur sebanyak 1 tahun, menentukan jodoh, menentukan jenis kelahiran bayi dan banyak hal lain. Namun tidak bisa membuat seseorang hidup abadi atau menguasai seluruh dunia.


Lagipula, sihir Pewujud ini tak bisa digunakan pada diri sendiri dan efek samping penggunaanya cukup beresiko. Yakni mampu membuat pemilik sihir mengalami sakit parah, pemendekan umur, bahkan kematian.


Dan lalu, jumlah penduduknya tidak sedikit. Mereka ada banyak dan tidak tertutup pada dunia luar. Hanya saja, mereka melindungi diri mereka sendiri. Dari orang-orang yang serakah dan tamak. Memangnya kalian tahu apa tentang suku Lavia?


Oh, jika kalian mencoba mencarinya. Kalian tidak akan menemukannya dimanapun~


Yurient mengernyit. "Omong kosong apa ini?"


"Bagaimana bisa dia justru bertanya balik? Jelas apa yang dia tahu tentang suku Lavia?! Bahkan sejarah saja dia tidak mengerti apapun." Kata Yurients.


Sebuah tangan hangat mendarat dipundaknya, membuatnya menoleh. "Apa?"


"Bertanyalah pada sir Gheorn." Kata Richae.


"Kenapa?" Tanya Yurients.


Richae menatapnya sekilas. "Pergi saja,"


...***...


Sosok Yurients telah ada didepan ruangan kepala sekolah Dragonia Academy, ia mengetuk pintu ruangan beberapa kali. Sebelum pintu bercahaya samar dan dengan sendirinya membuka. Seseorang duduk disebuah kursi. Sosoknya tersamarkan dibalik kursi kepala sekolah yang membelakangi pintu. Hanya saja jelas terdengar dari suaranya yang berat, bahwa dia adalah seorang pria.


"Ada apa?" Tanya kepala sekolah.


"Saya ingin bertanya tentang suku Lavia." Kata Yurient juga tanpa basa-basi dengan atasannya itu.


Nada pria didepannya agak miring, "Bukankah anda adalah guru sejarah? Bagaimana anda bertanya pada saya?"


Yurient menggulirkan matanya dan kemudian menyerahkan kertas yang dibawanya dengan menggunakan sihir anginnya. Kertas itu mendarat disepasang tangan putih yang kokoh. Dan manik sewarna bunga persik itu bergerilya diatas kertas.


"Jadi namanya Iloania ya?" Gumam pria itu masih bisa didengar oleh Yurients.


Pria itu menyunggingkan senyuman dibibir kissable-nya. "Gadis yang pandai."


Yurients mengernyit, "Apa itu benar?"


Kertas itu kembali pada Yurients, sementara pria didepannya menggerakkan kakinya dan mengetuk sandaran lengan kursi dengan senyuman tipis, "Benar."


"Bagaimana bisa? Bagaimana dengan sejarah yang ada dibuku?" Tanya Yurients.


"Ada sedikit kebenaran disejarah dalam buku. Hanya saja, lihat sejarah itu dari presepsi yang berbeda. Meramal, dan pewujud itu seperti saling berhubungan. Orang mengira sihir pewujud adalah sihir meramal, karena bisa mengetahui kejadian yang akan datang beberapa waktu kedepan secara tepat dan spesifik. Tapi nyatanya, itu bukan meramal." Kata kepala sekolah yang masih membelakanginya.


"Jadi.." gumam Yurients.


"Yah, entahlah. Mungkin dia akan banyak memberi kejutan kedepannya." Gumam kepala sekolah membuat Yurients terdiam


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Last Update:


23/05/2021


Jangan lupa dukungannya


Salam hangat,


LuminaLux