
Didunia ini, selain manusia berdampingan dengan binatang sihir dan roh, manusia juga bersampingan dengan binatang iblis. Berbeda dengan para bayangan, binatang iblis adalah mereka yang menetap disuatu tempat dan memangsa dan menghabisi siapapun yang berani memasuki wilayahnya atau menyentuh sesuatu yang ditempatinya. Dan hal itu jelas menyusahkan penduduk dimanapun itu.
Maka dibentuklah sebuah pekerjaan bagi mereka yang memiliki sihir. Mereka akan datang kesebuah tempat misi dan mengambil tugas untuk membunuh binatang iblis, mengambil inti hatinya dan menukarkannya dengan uang. Inti hati dari binatang sihir dapat digunakan sebagai campuran ramuan yang sangat berguna untuk menambah daya tahan tubuh, kelincahan, kecepatan dan lain sebagainya.
Makin tinggi nilai inti kristal makin baik efek yang dihasilkan.
Namun, makin tinggi nilai inti kristal, makin sulit mengambilnya dari binatang iblis yang sama berlevel tingginya.
"Permisi paman. Kami ingin mengambil misi untuk membunuh binatang sihir~"
Iloania berdiri diseberang meja, berhadapan dengan pria bersurai cukup panjang. Pria itu meneliti penampilan Iloania dan Jisiiana. Meski saat awal cukup tertegun dengan penampilan Iloania, ia mencoba bersikap profesional.
"Hm, nona ingin mengambil misi tingkat berapa?" Tanya pria bernama Siel itu.
Iloania nampak berpikir sesaat sebelum mendorong Jisiiana kedepan, "Kamu pilihlah duluan dan berangkat duluan. Semakin cepat semakin baik, kan? Kita akan berpencar agar bisa mendapat uang lebih cepat."
Jisiiana awalnya ragu, namun melihat senyum Iloania ia menganggukkan kepalanya, "Tuan. Aku akan mencari binatang iblis tingkat 2. Berapa banyak yang bisa kudapat?"
"Binatang iblis tingkat 2 termasuk misi level 1. Jika berhasil, nona akan mendapat 10 koin emas."
Jawaban Siel membuat Jisiiana murung, 10 koin emas melawan binatang iblis 2 sudah sulit baginya. Apakah dia harus mencari ratusan bahkan ribuan binatang iblis 2 untuk mendapat 50 ribu koin emas?
"Baik tuan. Saya akan mengambil satu misi." Ucap Jisiiana membuat Siel mengambil satu gulungan kertas dan memberikannya pada Jisiiana.
Didalam kertas itu, ada potret sebuah pohon ditepi hutan. Dan dijelaskan sedikit informasi mengenai binatang iblis disana. Ia tersenyum kecil, "Ini akan cukup sulit. Tapi juga akan cukup mudah."
"Aku akan berangkat duluan, Ilo. Berusahalah~"
Jisiiana melambaikan tangannya sembari melangkah pergi. Setelah mambalas, Iloania kembali menghadap Siel.
"Ingin mengambil misi yang sama, nona?" Tanya Siel.
Iloania menggeleng, "Berapa bayaran tertinggi disini?"
"50.000 koin emas untuk binatang iblis tanpa tingkatan yang diketahui. Binatang iblis ini paling berbahaya dan sudah menelan banyak korban. Bahkan banyak penyihir yang mencoba mengalahkannya namun berakhir dengan kematian. Jadi kami meningkatkan pembayaran menjadi 50.000 koin emas." Meski ragu, Siel tetap menjawab.
"Berikan aku 2 misi seperti itu paman."
"Apa?!" Kaget Siel.
Iloania memiringkan kepalanya, "Berikan aku 2 misi seperti itu paman."
Siel tergagap, "Aku dengar. Tapi apa nona dengar aku baru saja mengatakan bahwa binatang iblis ini telah membunuh puluhan penyihir?"
"Hm!" Gumam Iloania sembari menganggukkan kepalanya.
"Dan nona masih ingin mengambil misi ini?" Tanya Siel kembali memastikan.
Iloania hanya tersenyum dan mengulurkan tangannya. Siel menghela napas dan memberikan 2 gulungan seperti yang diinginkan Iloania. Iloania membacanya sekilas dan menunjukkan wajah puas.
"Terima kasih, Paman~ Aku akan kembali dalam beberapa hari. Bisakah paman mengatakan pada temanku untuk menunggu dan mengambil misi yang ringan selama aku belum kembali?" Tanya Iloania.
Siel menganggukkan kepalanya. Ketika ia tersenyum dan hendak pergi, Iloania menghentikan langkahnya, "Satu lagi paman. Maukah paman merahasiakan misi yang kuambil?"
...***...
Dipinggir kota Hallf, ada sebuah tiang yang dikelilingi oleh tanah lapang yang ditumbuhi bunga-bunga liar yang indah dan bermacam-macam. Tiang itu terbentuk dari batu dengan diameter 10 centimeter dan tinggi 5 meter. Ketika ia menginjakkan kakinya disana, Iloania telah merasakan aura kuat dari tiang itu. Aura gelap dan berbahaya.
Ketika Iloania mendekati tiang itu dan mengulurkan tangannya, tubuh Iloania dilingkupi asap hitam dan tenggelam memasuki tiang. Tanpa meninggalkan jejak apapun disana.
Terkejut, Iloania mendapati ruang kosong yang sangat gelap. Ketika manik emasnya bergulir menatap sekelilingnya, ia mendapati samar cahaya dari arah belakangnya. Begitu Iloania menoleh, sebuah kilatan dan samar benda tajam terdengar dibagian bawah tubuhnya.
Ketika ia menatap kebawah, Iloania cukup terkejut.
"Ah," beonya.
...***...
Jisiiana menekan anjing itu menggunakan sulur tanaman, "Ugh~ Aku harus segera membunuhnya."
Anjing itu menggong keras. Dalam waktu bersamaan gelombang angin kuat menyapu Jisiiana membuatnya terdorong kebelakang dan mendapat beberapa luka goresan dengan ranting-ranting dan semak belukar. Ia memasang wajah serius.
"Anjing nakal."
Selepas bergumam, Jisiiana mengangkat kedua tangannya. Cahaya kehijauan muncul dari tangannya. Cahaya itu membuat sulur-sulur dan akar pepohonan mencuat dan bergerak melilit tubuh anjing itu. Anjing tadi menggonggong dan dengan gerakan itu, Jisiiana bergerak membentuk dinding pelindung dari dedaunan yang tebal, dan memecah angin tadi. Tangan kanan Jisiiana bergerak memutar sekali dan menciptakan busur sekaligus anak panah dari daun tajam. Menariknya kearah anjing yang meronta itu, Jisiiana melepaskannya. Dan anak panah melesat dengan cepat.
Menembus tubuh anjing itu dan membuat tubuhnya pecah seperti kaca. Sama seperti kematian binatang iblis lain ketika dibunuh. Sebuah benda berbentuk lingkaran sebesar kelereng yang tak begitu bulat dan berwarna biru kehitaman terjatuh bersama pecahan tubuh anjing. Itu adalah inti hati.
"Ini, baru satu. Aku masih memerlukan banyak sekali." Gumamnya.
Memasuki bangunan kayu itu, Jisiiana mendekati Siel yang nampak membaca sebuah buku. Melihat kedatangan Jisiiana, Siel meletakkan bukunya, bersamaan dengan Jisiiana yang menyerahkan inti hati binatang iblis itu pada Siel dengan wajah malu-malu.
"Ini,"
"Baiklah. Teman nona tadi berpesan, jika nona diminta menjalankan misi lagi sembari menunggungnya menjalankan misinya. Dia akan kembali dalam beberapa hari." Kata Siel menyampaikan pesan dari Iloania.
"Berapa level misi yang diambilnya?" Tanya Jisiiana.
Siel tersentak kecil, "Itu ... level 2. Satu tingkat diatas anda."
Jisiiana mengangguk mengerti. "Ilo memang lebih kuat dariku. Wajar saja jika Ilo mengambil misi level diatasku."
"Ngomong-ngomong tuan. Aku ingin mengambil beberapa tugas dengan level yang sama dengan ini." Kata Jisiiana.
"Baik."
...***...
Iloania menatap perutnya yang tertusuk oleh benda meruncing. Sebuah kaca berbentuk panjang dan runcing menusuk cukup dalam. Kaca itu ternoda darah Iloania. Cairan merah itu mengalir dan membasahi gaun milik Iloania, bahkan mengalir hingga kekainya.
Dengan hati-hati Iloania mencabutnya dan darah mengalir lebih deras. Iloania menahannya menggunakan tangan dan tersenyum kecil.
"Tolong ya, Vleia~"
Cahaya keemasan muncul dan mengelilingi luka Iloania. Mendongak, Iloania menatap cahaya yang makin lama makin melebar dan membuatnya memejamkan mata sesaat saking terangnya. Ketika Iloania membuka matanya, ia mendapati kota sepi dan sedikit kumuh. Manik emasnya bergrilya menatap sekelilingnya.
"Ah, disana ada seseorang." Gumam Iloania ketika mendapati seorang pria dengan pakaian biasa berdiri membelakanginya.
Iloania menghampirinya, "Permisi paman. Bolehkah aku bertanya?"
Pria itu berbalik dan menampilkan wajahnya yang pucat. Mata pria itu berwarna putih seakan terbalik dan darah mengalir diantaranya. Bibirnya terbuka dan menampilkan lidah yang seakan terpotong-potong memanjang dan bercampur dengan air liur yang makin terlihat menjijikkan. Manik Iloania melebar saat tubuh pria itu menggemuk bersamaan dengan tangannya yang mencekal tangan kiri Iloania erat, membuatnya tak bisa bergerak.
Dan saat tubuh itu makin membengkak seperti bola, pria itu meledak dengan ledakan yang membuat tanah disana berlubang, dan Iloania yang terlempar jauh.
BLARR!!!
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Last Update:
29/04/2021
Jangan lupa beri dukungan tiap sudah membaca chapter~
Makasih banyak...
@LuminaLux