
Iloania telah menginjakkan kakinya didistrik 7. Satu distrik yang ada diwilayah Timur kerajaan Alete dan tepatnya berada diselatan Kerjaaan Alete. Kota Hallf, adalah satu kota yang ramai dan padat akan penduduknya. Kota ini menjadi jaur perdagangan antar kota didistrik 7, hingga wajar saja bila banyak sekali kereta dagang yang melalui jalan ini. Dikota besar seperti Hallf, penyihir-penyihir juga muda dijumpai. Berbeda dengan daerah kota kecil dan terpencil. Disana penyihir hanya ada beberapa, itupun hanya penyihir dengan level Tingka dasar.
Alasan kenapa banyak penyihir dikota besar adalah karena ketika penyihir bekerja dikota besar, mereka akan mendapat pendapatan lebih tinggi dari mereka warga biasa.
Lagipula mereka yang memiliki sihir bisa mendapat kesempatan tergabung dalam Asosiasi Penyihir Altas yang digabungkan dari penyihir-penyihir hebat dari berbagai kerajaan. Mereka bertugas melindungi seluruh benua dari ancaman kerajaan benua lain dan mahluk berbahaya yang selalu bermunculan.
Iloania menatap sekelilingnya, orang-orang nampak berlalu lalang dengan ramai. Ia masih menutupi wajahnya dengan jubah hitamnya, tak ingin terlalu mencolok didepan mereka semua. Melangkah dengan santai, Iloania tak sengaja ditabrak oleh seseorang. Iloania menoleh dan hendak bertanya keadaannya, namun pria itu justru memaki Iloania dan mengatai Iloania buta.
"Ap-" kata Iloania terpotong.
"Apa kau buta hah?! Perhatikan jalanmu! Apa kau tahu berapa harga pakaianku? Jika pakaianku sampai kotor dan rusak, apa kau pikir orang rendahan sepertimu mampu membayarnya?!" Maki pria itu.
Iloania terbungkam. Bukankah yang salah adalah pria didepannya? Kenapa justru yang dimarahi adalah dirinya?
"Tapi anda yang menabrak saya lebih dulu." Semua orang cukup tertegun mendengar suara lembut Iloania, namun pria didepannya justru makin marah.
Ia menuding Iloania, "Kau pasti pencuri! Omong kosongmu teralu jelas! J*lang kecil! Bisa-bisanya kau menjadi pencuri diumurmu yang masih kecil! Kau pikir aku akan mengasihanimu ketika kau sudah menabrakku?!"
Ada apa dengan pria ini?!
Iloania tak mengerti mengapa ia yang disalahkan bahkan dibentak-bentak. Iloania bahkan belum sempat bereaksi ketika ia didorong sampai terjerembab ketanah. Orang-orang mulai berbisik dan menatap kasihan pada Iloania. Jelas mereka tahu siapa yang salah dan siapa yang benar. Namun pria itu adalah Vurrey Halian. Pria yang merupakan putra dari penyihir hebat Zurrey Halian. Yang adalah pejabat tinggi didistrik 7. Sifatnya yang sombong dan emosional adalah hal yang membua pria itu tidak disenangi oleh orang-orang dikota itu. Sama sekali tidak. Meskipun ia berbakat karena telah mencapai tingkat penyucian 3 diusianya yang baru menginjak 21 tahun.
Dan sekarang seorang gadis kecil menjadi target emosi tak terkendali Vurrey.
"Tenang, Vleia! "Bisik Iloania saat melihat cincinnya bercahaya samar.
Setelah berkata demikian, cahaya itu hilang tanpa sisa. Iloania mencoba bangun sembari memperbaiki jubahnya dan menarik tudung jubahnya yang untunglah tidak terjatuh saat dia jatuh. Ia sedikit membungkuk.
"Maafkan kesalahan saya. Mari kita anggap masalah ini berakhir. Saya akan pergi, permisi." Ucap Iloania.
"Hentikan dia!"
2 orang pria besar menahan Iloania yang hendak pergi atas perintah Vurrey. Pria itu menarik pedang dari sabuknya dan mengacungkannya kearah Iloania. Membuat orang-orang disana menutup mulut mereka kaget.
Vurrey menatap tajam Iloania, "Lancang sekali kau! Kau harus kehilangan lidahmu karena telah berani berbicara lancang terhadapku!"
"Kalian, buka jubahnya dan tarik lidahnya!" Titah Vurrey pada mereka.
Seorang pria memaksa membuka tudung Iloania. Semua orang disana jelas sama sepeti kelompok kelelawar hitam. Menganga dan terpesona akan kecantikan surga milik Iloania. Iloania menatap tenang Vurrey yang menatapnya tertegun. Tak tahu bila gadis yang hendak dipotong lidah olehnya adalah gadis yang memiliki kecantikan yang bisa mengacaukan satu benua!
Vurrey menyeringai, "Jika kau tidak ingin kehilangan lidahmu. Jadilah gadisku."
Iloania memiringkan kepalanya. "Tapi aku seorang laki-laki."
Ucapan Iloania membuat mereka menyernyit sementara Vurrey tertawa terbahak-bahak. Iloania menatap tenang dan tak ada sedikitpun raut kebohongan diwajahnya. Membua Vurrey tersenyum miring dan mengulurkan tangannya kedada Iloania yang tertutup jubah. Ia kehilangan sedikit senyumnya saat merasakan dada Iloania yang rata. Benar-benar rata. Tentu ia merasakan menyentuh sesuatu yang kecil, namun yang lainnya rata. Sama seperti miliknya. Senyumnya benar-benar menghilang ketika ia melihat keseriusan disepasang manik emas itu.
Vurrey seperti kehilangan nyawanya. Tangannya jatuh, dan melihat reaksi Vurrey, orang-orang terkejut bukan main saat berpikir Iloania benar-benar seorang laki-laki. Laki-laki yang sangat cantik bahkan melebihi kecantikan wanita manapun. Iloania memiringkan kepalanya.
"Apa kakak seorang yang suka sesama jenis? Aku masih suka perempuan."
Ucapan polos Iloania membuat kewarasan Vurrey seakan dihantam batu besar. Dia adalah pria normal. Yang masih menyukai wanita. Bagaimana bisa pertanyaan itu dilayangkan padanya? Vurrey berbalik dan melangkah pergi meninggalkan Iloania dengan wajah pias. Vurrey sangat-sangat syok. Dua pria besar itu saling menatap bingung dan memilih mengikuti tuan mereka. Iloania sendiri menatap mereka santai dan tersenyum menanggapi tatapan beragam dari orang-orang disekitar sana yang melihat.
"Bagaimana bisa kecantikan seperti itu adalah seorang laki-laki?"
"Apakah ini yang diseut keajaiban dunia?"
Bisikan-bisikan itu membuat Iloania tersenyum kecil. Ia menarik tudung jubahna dan berbisik kecil pada cincinnya, "Terima kasih tipuan kecilnya."
Benar. Itu hanyalah tipuan kecil, Iloania adalah gadis. Benar-benar gadis. Fisiknya yang berubah tadi adalah karena sihir. Sihir perubahan yang dapat membuat fisik tertentu berubah menjadi lawan jenis dan hanya bisa bertahan selama beberapa saat. Karena itu hanya sihir tipuan kecil yang hanya dimiliki oleh binatang sihir milik Iloania.
Iloania melangkah dan menghilang dibalik kerumunan orang yang bertambah ramai seiring waktu.
"Pertama kali melihat kecantikan seperti itu, kenapa dia adalah laki-laki?" Gumam Vurrey.
Ia kembali bergumam, "Bahkan dia meragukan orientasi seksualku."
...***...
Dikedai teh, Iloania mendudukkan dirinya dan memesan teh dan makanan ringan. Sekedar mengistirahatkan kakinya setelah berjalan-jalan hampir seharian dikota yang menyenangkan. Ia menghirup aroma teh jasmine dan meneguk seteguk teh hangat yang langsung mengalir ditenggorokannya. Ia tersenyum kecil.
"Teh ini sangat baik." Gumamnya.
"Kalian sudah dengar? Katanya Dragonia Academy akan membuka pendaftaran kembali."
"Benarkah?"
Iloania menoleh dan mendapati beberapa pria tengah mengobolkan sesuatu tentang sebuah Academy. Iloania dengan tenang mendengarkan.
"Kudengar kali ini hanya akan ada sedikit siswa yang diterima. Dan banyak sekali yang akan ditolak." Kata pria dengan pakaian merah tua.
Pria didepannya menyahut, "Sudah 2 tahun dan sekarang dibuka kembali. Aku akan mendaftar. Bukankah batasan usianya dari umur 15 sampai 26 tahun bukan?"
"Benar. Aku juga ingin mendaftar kesana. Ah, bukankah luar bisa jika bisa diterima diacademy itu? Itu academy yang sangat berkelas bahkan semua siswa yang lulus dari sana akan mendapat perlakuan berbeda dimasyarakat. Diistimewakan!"
Yang lain mengangguk, "Aku juga ingin. Apalagi kudengar fasilitasnya luar bisa lengkap."
"Bukankah tahun ini dia juga mendaftarkan dirinya?"
"Dia siapa?" Tanya yang lain.
Pria itu menjawab, "Pangeran perang Lasius Valletryern."
"Dia yang selalu ikut berperang dimedan perang bersama Asosiasi Penyihir Altas walaupun dia bukan anggota APA? Dia juga yang menghabisi ribuan roh hitam dikota mati Yarisa seorang diri itu kan?" Kaget yang lain.
"Iya."
Mendengar ucapan itu, Iloania menghentikan gerakan tangannya. Ia bergerak memanggil pelayan yang bertugas dikedai itu.
"Aku sudah selesai. Berapa yang harus kubayar?" Tanya Iloania.
Wanita itu nampak menyerahkan sebuah catatan berisi berapa yang harus dibayar Iloania. Begitu meihatnya, Iloania menaruh beberapa koin emas diatasnya dan menyerahkannya kembali pada wanita itu.
"Sisanya untuk, kakak saja." Ujarnya sembari bangkit berdiri dan melangkah keluar.
Iloania menatap jauh.
Dan bergumam, "Dragonia Academy, ya?"
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Last Update:
27/04/2021
Jangan lupa beri dukungan tiap sudah membaca chapter~
Makasih banyak...
@LuminaLux