Legenda Bulan Kristal

Legenda Bulan Kristal
Bab 115 "Sebuah Permulaan" [Volume 2 Paused]


"Kencangkan otot perutmu, dan rasakan napasmu berada disekitar diafragmamu. Jangan takut untuk menahan sakit diparu-parumu dan ototmu!"


Dug!


Sebuah bogeman mentah menarat diperut Lasius. Pemuda itu meringis, namun ia tetap memasang pose kuda-kuda dengan kedua tangan membawa ember berisi batu dan pasir. Mereka sudah berada ditempat ini selama satu minggu. Dan selama itu pula, Mozart melatihnya. Meski pada akhirnya dari waktu ke waktu, kekuatan fisiknya sedikit meningkat.


Lasius ingin bertambah kuat.


Dia ingin melindungi orang yang disayanginya dan tidak ingin lagi merasakan yang namanya kehilangan.


Dugh!


"Ukh!" Mozart kemudian berkata, "Fokuslah!"


"Baik!"


Sementara didalam pondok, tepatnya diruang suci, Iloania tengah duduk bersila didepan sang kakek tua. Roe berkata dengan bijaksana dan tenang. "Kamu sudah siap, nak."


"Selama satu minggu mempelajari cara menggunakan sihir waktu yang kamu miliki, kamu menguasainya dengan cepat." Roe mengulurkan tangannya, menyentuh dahi Iloania dengan jari telunjuknya sembari berkata, "Itu sudah menjadi bagian dari dirimu."


"Sekarang, kamu bisa mencari jawabannya sendiri."


Roe memegang sebelah tangan Iloania, "Aku akan memandumu."


"Baik kek!" Iloania menganggukkan kepalanya, menjawab dengan mantap sebelum memejamkan mata.


Ia tak bisa melihat apapun saat ini. Hanya kegelapan yang menyelimuti. Tuntunan Roe membawanya kesebuah tempat gelap dan hampa. Bahkan ia seakan melayang disana. Dalam kesamaran, Iloania mendengar seseorang berbisik padanya untuk menggunakan sihirnya.


"Gunakan sihir waktumu, nak. Keluarkan semua pertanyaanmu, dan biarkan waktu menjawabmu."


Lenyap. Suara Roe menghilang tanpa bekas setelahnya. Ketika ia memanggilnya dengan bibirnya, tak ada balasan, membuat Iloania diam sebelum bergerak menyatukan kedua tangannya, merapatkannya kedadanya dan menunduk untuk merapalkan dalam hati pertanyaan-pertanyaannya, yang tertuang dalam sebuah pertanyaan.


Siapa aku?


Cahaya memendar terang setelah beberapa detik Iloania menggunakan sihir waktunya. Pemandangan sekelilingnya berubah kala Iloania membuka matanya. Suasana yang tenang dan penuh kemewahan. Dari lantai sampai langit-langit ruangan megah itu, Iloania tak bisa menahan sebuah gumaman kagum.


"Wah, betapa indahnya!" Gumamnya.


Srett~


Sebuah sapuan angin dan suara langkah kaki membuat Iloania menoleh. Untuk melihat seseorang berlalu melewatinya bak angin. Sepasang manik hijau kristal yang mempesona dengan untaian benang emas yang menjadi mahkotanya. Suaranya lembut mengalun memanggil seseorang yang sejak tadi duduk disebuah kursi membelakangi Iloania.


"Ar, aku membawa kabar gembira!"


Iloania tidak bisa melakukan apapun. Namun perasaannya tak menentu. Ia tidak mengerti, dia tidak tahu siapa mereka, namun hatinya sakit melihat mereka.


Sangat menyakitkan.


"Apa yang terjadi dengan Iloania?" Lasius melemparkan pertanyaan itu ketika dirinya menemukan Iloania duduk bersila dengan mata tertutup. Gadis itu nampak tak memiliki kesadaran dan tak ada tanda-tanda akan membuka mata dalam waktu dekat.


Mozart membantu menjawab, "Dia sedang mencari tahu, nak. Dia sedang bekerja keras. Kita hanya bisa menunggunya, sampai dia melihat semua yang bisa dia lihat."


"Apakah itu bisa berbahaya?"


Roe menjawab dengan gelengan, tapi setidaknya itu cukup membuat Lasius sedikit lega jika Iloania akan baik-baik saja dengan apa yang dilakukannya itu.


"Kau bisa menangkapnya seorang diri?" Sosok itu bertanya dengan suaranya yang berat.


Menyeringai, iblis didepannya memutar pedangnya. "Aku akan membawa gadis itu kepada Lord, secepat aku pergi."


Bersamaan dengan ucapannya, tubuhnya melesat hingga membentuk lintasan semu. Gerakannya secepat jet tempur, hampir bisa menembus apapun yang dilaluinya. Yang ditinggalkan memandangnya dengan dingin. Ia berbalik, menutup pintu gerbang setelah bergumam dengan suara samar.


"Hama congkak!"


Disisi lain, seorang remaja laki-laki terpontang-panting berlari sebelum berteriak. "Guru! Ada surat!"


Ada seorang pria muda yang berbaring miring dengan sebelah kaki terangkat diatas dipan kayu berlapis selimut tebal. Ditangan kanannya sebuah buku bertengger, sementara tangan yang lainnya ia gunakan untuk menyangga kepalanya. Helaian rambut hitam panjang itu kontras dengan sepasang iris merah delima cemerlang.


Penampilannya sempurna, tampan dengan jejak aura kemalasan yang kental.


"Oh, guru! Ada surat penting!" Anak itu melaporkan sembari mengangkat lengannya yang dijadikan tunggangan seekor burung elang.


Pria itu, Mossha, tahu darimana elang itu berasal, dan siapa pengirimnya. Ia membuang buku ditangannya, berdiri dan meraih kertas yang terikat dikaki elang yang nampak kelelahan itu.


Manik tajamnya membaca kata demi kata yang ada diatas kertas kecil itu. "Wahh," Mossa terpesona sebelum berkata, "Bagaimana b*debah itu bisa sangat menyebalkan?!"


Meremat suratnya dan membukanya kembali, debu kertas jatuh melayang diudara. Ia bangkit berdiri melepas jubahnya untuk benar-benar telanjang bulat, sebelum dalam sekejab mengganti pakaiannya .


"Guru menggunakan pakaian dan bukannya kain saja?! Apakah ini benar-benar sesuatu yang mendesak?!" Tanya remaja itu dengan kecemasan diwajahnya.


Mossha menatapnya. "Care!"


"Ya guru?!" Karena terkejut, anak itu memekik. Sementara Mossha menyeringai. "Siapkan perlengkapan perjalanan singkat. Kita harus membasmi sesuatu, kemudian aku harus memukul kepala orang itu!"


"Ba-Baik, guru!" Patuh Care.


Langit malam terpantul dalam air. Kilau aurora yang nyatanya selalu ada ditiap malam di Zhoie membuat Lasius menatapnya beberapa waktu sebelum menghela napas. Langit sudah memerah. Meski belum sepenuhnya semerah darah, namun bulan pun sedikit memburam warna merah. Langit darah akan segera datang. Dan sepertinya tidak akan lama semenjak beberapa lamanya Lasius dan Iloania berada di tempat ini.


Gadis itu tak kunjung membuka matanya meskipun sudah lama. Bahkan bunga yang masih kuncup dihalaman depan telah mekar sepenuhnya tanpa cacat.


Ia memandang Iloania yang ada disampingnya dan bergumam, "Kapan kamu akan membuka matamu, Ilo?"


Lasius tertegun ketika melihat cairan bening meluncur dari sepasang manik Iloania yang terpejam. Apa yang membuat Iloania menangis seperti itu? Apa yang terjadi dengannya? Lasius mengulurkan tangannya mengusap air mata Iloania, memandangnya untuk beberapa waktu sebelum bangkit berdiri dan pergi untuk melanjutkan kegiatannya.


Tetes demi tetes mengalir kembali setelah berjam-jam berlalu. Sepasang tangan ramping mengusap air mata dipipi gadis itu. Dengan perlahan, Iloania membuka matanya. Menampilkan sepasang manik emas yang berkilau oleh air mata.


Tatapannya dalam, tetapi beriak seperti badai yang dapat memecah karang.


Gadis itu bangkit berdiri, dengan kilau cerah dimata peraknya.


"Callisto."


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Last Update:



17/08/2022


Jangan lupa dukungannya~


Salam hangat,


LuminaLux





Triring!


Hai, seperti yang udah aku bilang sebelumnya, bab ini adalah bab terakhir yang akan aku update sebelum aku meng-hiatuskan novel ini. Melengkapi info sebelumnya, LBK volume 2 belum berakhir. Tetapi untuk sementara dipause. Dan aku bakal menyela volume 2 ini dengan volume 3-nya. Ya dilihat dari judul ceritanya saja seharusnya sudah paham. Volume 2 ini ku khususkan untuk berperang dengan Raja Iblis. Nah, tapi ini saja baru setengah jalan menuju perang dan bahkan Raja Iblis belum muncul. So, volume 2 bener-bener belum selesai.


Tapi untuk beberapa alasan, volume 3 ini sengaja kubuat menyela volume 2 karena aku bakal pakai volume 3 ini sebagai jembatan antara identitas Iloania sekarang dan identitas Iloania yang sesungguhnya. Ada yang penasaran nggak dengan identitas Iloania?


Maka dari itu, aku akan mengambil masa hiatus cerita ini, dan mempersiapkan volume 3 yang pastinya bakal lebih seru daripada volume 1 dan 2. Karena bulan September ini aku punya urusan project lain yang lebih mendesak, aku akan mengambil masa hiatus cukup lama. Dan akan update antara bulan Desember atau Januari. Mohon maaf jika sangat lama馃槶


Untuk ketidaknyamanannya, aku minta maaf dan makasih banyak. Jangan lupa tetap taruh di favorite untuk dapat pemberitahuan update nanti, yaa~



鈫撯啌鈫撯啌


Coming Soon