Legenda Bulan Kristal

Legenda Bulan Kristal
Bab 72 "Sisi Lain Yang Tak Ingin Diketahui"


Sejak dulu, Iloania tidak bisa membenci seseorang secara langsung. Dia tidak bisa benar-benar membenci mereka, tetapi Iloania bisa merasakan kemarahan. Iloania tidak pernah bisa membenci sesuatu, tetapi Iloania tidak bisa menyukai sesuatu yang tidak disukainya. Sejak kepergian gurunya, Iloania tidak benar-benar bisa menunjukkan perasaannya. Terkadang, ada saat dimana dia ingin merasa kesal, tetapi tak bisa menunjukannya. Dan ada saatnya dia harus tetap tersenyum, meskipun dia tidak pernah ingin tersenyum.


Baginya, ada sisi lain dari dirinya yang harus disembunyikan. Karena sisi lain darinya, penuh dengan kemarahan yang bahkan mampu melebihi kebencian.


Iloania merasakannya. Setiap kali dia mengingat gurunya, kemarahan itu selalu tumbuh dan terus tumbuh. Tetapi, setiap kali kemarahan itu tumbuh, Iloania terus dan terus pula menutupinya dengan senyuman dan keceriannya. Tetapi hanya dia yang tahu, bahwa sebenarnya dia tidaklah seceria itu. Dan senyumnya, tidak selalunya terpasang diwajahnya.


Tetapi diantara semua kemarahannya, sosok didepan sana membuat jantungnya berdetak karena amarah. Membuatnya merasa marah dan bahkan ingin menghancurkan setiap tulang yang ada didalam tubuhnya. Iloania tidak pernah sebaik itu, tetapi dia juga tidak pernah seburuk itu. Hanya melakukan sesuatu yang menurutnya harus dilakukannya.


Didepan matanya, Iloania menyaksikan Lasius dan Vleia berjuang keras melawan Raja Iblis untuk melindunginya. Mereka berjuang, melawan kematian itu sendiri.


...***...


"Ilo, kumohon dengarkan aku dan larilah!" Kata Vleia disela pertarungannya.


Itu sudah dikatakannya sebanyak tiga kali sejak pertarungan yang dimulai beberapa saat yang lalu. Saat Lasius tanpa ragu berdiri didepannya, menyerang Raja Iblis disusul Iloania dibelakangnya. Mereka benar-benar tidak memiliki keraguan dalam bertarung. Menyerang dengan kekuatan yang mereka miliki.


Dipertarungan, Lasius menggunakan sihir esnya untuk menciptakan penghambat. Es meluncur dari bawah kakinya, membekukan tanah sebelum membekukan kaki Raja Iblis yang menatapnya dengan datar. Vleia bereaksi cepat melompat diudara dan memunculkan rantai emas dari tangannya. Rantai itu mengelilingi Raja Iblis, mengikatnya sebelum menancap erat ditanah. Ketika melihat kesempatan itu, Lasius menggunakan sihir elemen cahayanya untuk membentuk bentuk menyerupai sayap burung yang melesat menuju Raja Iblis. Meledak, bersamaan dengan munculnya asap yang sedikit tebal.


Asap semakin menipis, tetapi yang ada didepan mereka membuat alis Lasius bertautan.


"Mengapa dia tidak terluka sedikitpun?" Batin Lasius.


Mengepalkan tangannya, Lasius dan Vleia sama-sama merasakan tekanan datang. Ketika sosok Raja Iblis menghilang tiba-tiba, dan muncul dibelakang mereka. Bahkan sebelum mereka dapat bereaksi, tubuh mereka lebih dulu dicengkram asap hitam sebelum dilemparkan kebawah dengan brutal dan keras.


Duagh!!


Lasius merasakan tubuhnya luar biasa sakit. Tak hanya menerima benturan kuat yang membuat tulang bahunya bergeser, cengkraman asap hitam Raja Iblis bahkan menguasai napasnya, membuatnya merasakan pening yang mendera dengan parah.


"Sial. Sangat menyakitkan!" Batin Lasius.


Vleia mencoba membebaskan dirinya, namun asap hitam itu benar-benar mengganggu dirinya. Iloania mengigit bibir bawahnya, kepalanya sedikit tertunduk. Ia melangkahkan kakinya sedikit kedepan, dengan frekuensi detak jantung meningkat yang hanya dapat dirasakan olehnya sendiri.


"Sialan." Iloania bergumam.


"Sialan. Sialan. Sialan! Dasar sialan ! Bed*bah sialan !! "


Vleia dan Lasius turut mendengar itu. Juga termasuk Raja Iblis. Lasius dan Vleia menatap ke Iloania, tidak percaya bahwa Iloania mengutuk seperti itu dengan mulutnya.


"Aku sudah tidak bisa lagi melakukannya!" Gumam Iloania.


Ketika dia mengangkat kepalanya, sepasang mata emas itu dipenuhi dengan kemarahan. Bibirnya benar-benar kehilangan senyumnya.


"Iblis sialan! " Gumamnya sebelum Iloania mengangkat tangannya.


Iloania memukul tanah didepannya, memunculkan runcingan kristal emas dari tanah dan mencuat beruntun menuju Raja Iblis. Melihat itu, Raja Iblis menggunakan asap hitamnya, melawan runcingan kristal dan menghancurkannya. Ketika hal itu sedang terjadi, Iloania tak ayal melompat dengan cepat menuju Raja Iblis. Memunculkan tombaknya dan mengarahkan serangan secara langsung kepada Raja Iblis.


Sepasang manik emasnya kembali berubah menjadi manik shappire yang berkilau. Saat itu, ketika Iloania mengayunkan tombaknya, ada gelombang dilautan. Dari ujung tombaknya, setitik air melesat menuju Raja Iblis sebelum dalam sedetik menjadi ledakan air. Bahkan sebelum air itu jatuh ketanah, sepasang maniknya berubah menjadi sepasang manik amethyst. Iloania mengalirkan petir keair yang meledak itu, menjadikannya serangan yang berbahaya.


Tetapi meskipun Iloania telah menggunakan serangan kuat, Raja Iblis bahkan tak terlihat kesakitan. Perlahan bangkit dengan kekehan samar.


"Haha.. Sungguh kekuatan yang memikat." Gumam Raja Iblis.


"Maka itu akan menjadi milikku!!" Lantangnya.


Iloania memincingkan matanya dengan keringat tipis terbentuk didahi dan lehernya. Iloania mengepalkan tangannya, fokusnya adalah membebaskan Vleia dan Lasius yang masih terjebak didalam asap hitam.


Sekali lagi, dan sekali lagi. Kemarahannya meningkat.


Iloania hendak melangkah saat dia merasakan jantungnya seakan berhenti berdetak. Paru-parunya seakan ditekan dengan berton-ton batu. Perutnya serasa ditusuk menggunakan ribuan pisau. Rasanya sangat amat menyakitkan, bahkan bernapas pun sangat sulit.


Iloania tidak yakin, tetapi mungkin itu adalah efek samping terpecahnya segel setinggi itu.


"Cough ! " Terbatuk, darah mengalir dari sela tangannya yang menahan mulutnya.


Raja Iblis melihat celah itu, mengulurkan tangannya dan dengan segera mencengkram Iloania dengan asap hitam. Iloania terlalu kesakitan bahkan untuk berpikir bahwa dia sedang dicengkram ditangan musuhnya.


"Lepaskan dia!!" Teriak Lasius sembari meronta, berusaha lepas dari cengkraman asap hitam.


Tetapi sungguh sial, bahwa asap hitam itu meskipun berupa asap tetapi memiliki kekuatan sihir tak terlihat yang membuatnya bisa menjadi.seperti pengikat.


"Ahhhhh!!!" Iloania menjerit kesakitan.


Tubuhnya memendarkan warna-warna secara bersamaan, bercampur sebelum kilau cahaya keluar dari tubuhnya secara bergiliran. Berputar disekelilingnya dan berhenti berputar untuk untuk menunjukkan dengan jelas bahwa itu adalah kristal berbeda warna yang memendarkan cahaya, keluar dari tubuhnya ketika sepasang manik darah Raja Iblis memekat.


Kristal-kristal itu berjumlah 13 buah. Emas, Perak, Amethyst, Sapphire, Peridot, Zamrud, Onyx, Begie, Cinnamon, Razzmatazz, Opal, Cyan dan Crimson.


Masing-masing dari itu, mewakili kekuatan yang dimiliki Iloania.


Vleia memandangnya dengan mata melebar. Terlebih ketika Raja Iblis dengan tenang mengulurkan tangannya, mengambil satu demi satu kristal seukuran ibu jari itu, dan menelannya. Ketika Raja Iblis menelannya, matanya memancarkan warna sesuai kristal yang ditelannya. Seringaiannya makin lebar.


"Benar, kekuatan!" Gumamnya penuh kegembiraan dan kepuasan.


Ia melakukan hal yang sama secara berulang, membiarkan Iloania tak sadarkan diri selepas kekuatannya dipaksa keluar. Vleia mengatupkan bibirnya, sebelum mengeluarkan napas samar yang tertahan. Ada cahaya yang muncul dari dahinya, memendar bersamaan dengan munculnya garis aneh yang muncul diwajah dan tubuhnya bahkan sampai jemarinya.


Cahaya keemasan itu tidak memudar, dan ketika Vleia membuka matanya, sepasang manik emas yang Vleia miliki berubah menjadi warna putih seakan kosong.


Disampingnya, Lasius tak bisa berkata-kata. Tetapi merasakan, bahwa ini bukanlah Vleia yang tidak serius.


"Hey manusia. Aku akan menurunkan harga diriku sedikit. Kumohon, bawalah Iloania ketempat yang aman." Kata Vleia.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Last Update:


09/04/2022



LuminaLux