Legenda Bulan Kristal

Legenda Bulan Kristal
Prolog Legenda Bulan Kristal Volume 2 [Part 2]



...Judul:...


...LEGENDA BULAN KRISTAL VOLUME 2...


...KEBANGKITAN SANG RAJA IBLIS CALLUM PART 2...


...Penulis:...


...LuminaLux...


...Genre:...


...Romance, Adventure, Fantasy, Magic, Demon, Action, Teen...


...Status:...


...Volume 1 — [1-69]...


...Part 1 — [70-115]...


...Volume 3 — [116-148]...


...Volume 2 (Part 2): On Going...


...Summary:...


Pada Turnamen Festival Lentera, penyihir hitam mengacaukan turnamen dengan menyerang mereka semua yang ada disana. Dengan menggunakan kekuatannya hingga batas terakhir, Iloania berhasil melindungi seluruh orang dengan bantuan Lasius. Sayang sekali, bahwa satu penyihir hitam masih sadar, dan membuat segel Iloania hancur. Pada saat itu, langit terbelah, dan ledakan energi berhasil mengguncang Dragonia Academy.


Tetapi tak hanya sampai disana. Bangkitnya kekuatan Iloania juga membangunkan Sang Penguasa Dunia Bawah. Sang Raja Iblis yang ada dalam legenda. Merebut separuh kekuatan Iloania, dan berhasil menumbangkan Vleia. Ancamannya adalah ketakutan seluruh dunia, dunia harus takut kepadanya dan bergetar dibawah kakinya.


Ini adalah perjalanan panjang Iloania, demi menyelamatkan sang sahabat. Menemukan keadilan, menemukan jati dirinya, dan menyelamatkan dunia dalam kekacauan bayangan merah. Ini adalah, LEGENDA BULAN KRISTAL.


...Note:...


Hehe, haloo! SURPRISE~ Ada yang kangen sama LBK engga ya setelah berbulan-bulan hiatus? Ree awalnya mau update bulan Januari nanti, tapi eh tapi, karena novel Ree yang satunya masih bisa nunggu, makannya Ree update LBK dulu, biar temen-temen ga kangen kelamaan, hehe.


Sekarang Ree kembali dengan volume 2 part 2 dari LBK lebih awal dari rencana awal. Aduh, berasa ngeprank nih aku. Jangan bingung soal urutannya, karena memang Ree mendesainnya seperti itu.


Di LBK volume 2 part 2 ini, kita akan menemukan banyak hal, dimulai dari rahasia Iloania, jati dirinya yang sesungguhnya bahkan kehidupan selain manusia yakni kehidupan dewa dan iblis. Mungkin volume 2 part 2 ini juga akan menjadi titik penentu, dan disini Ree akan menyampaikan banyak hal yang sudah terpendam selama beberapa volume sebelumnya.


Nah, tanpa perlu banyak basa basi lagi, selamat datang di LEGENDA BULAN KRISTAL VOLUME 2 PART 2. Ilosius menyambut dengan penuh cinta!


...*...


...*...


...*...


[KEBANGKITAN SANG RAJA IBLIS CALLUM]


Bugh! Dugh! Bugh!


Suara pukulan terdengar berulang kali. Pertarungan sengit antara Lasius dan Mozart. Keduanya nampak tidak mau mengalah dalam ketangkasan, kecepatan. DIlapangan yang luas itu, keduanya saling menyerang dengan kekuatan maksimal, sampai Mozart menghentikan gerakannya.


"Kenapa guru?" Lasius bertanya.


"Latihanmu sudah selesai. Pergilah."


"Dan ketika aku berkata pergi, maka tidak akan ada lagi latihan yang akan kamu terima dariku."


Pernyataan tiba-tiba Mozart membuat Lasius sedikit terkejut. Ia hendak bertanya ketika Mozart mengangkat tangannya dan menunjuk ke arah belakangnya. Mengikuti arah yang ditunjuk Mozart, Lasius melebarkan matanya. Pikirannya kosong sesaat dan hanya bunyi detak jantungnya yang bisa dia dengar, berbarengan dengan suara angin lembut yang menyapa rerumputan dipadang itu. Kilau cahaya matahari pagi menyambut, dan senyuman manis yang familiar itu segera masuk kepenglihatan Lasius.


Dari ekspresinya, Lasius tahu bahwa Iloania, sudah berhasil.


Ia menyunggingkan senyuman yang hampir tidak pernah dia miliki lagi sebelum bertemu Iloania. Senyuman lebar yang begitu cerah, hingga membuat siapapun yang melihatnya juga akan turut menyunggingkan senyuman. Ia mulai melangkahkan kakinya melangkah menuju Iloania. Senyumnya tidak pernah meluntur. Iloania juga dengan tenang melangkah menuju Lasius. Ditengah padang hijau yang luas, dua orang yang terikat takdir tengah berjalan menuju satu sama lain adalah gambaran yang sempurna.


Jarak mereka semakin menyempit ketika langkah mereka semakin mendekat.


Ketika Iloania hanya berjarak beberapa meter dari Lasius, gadis itu menyunggingkan senyuman, berlari menuju Lasius dan melompat kepelukannya ketika pemuda itu menangkapnya.


Seperti menangkap bintang jatuh dalam pelukannya, Lasius mendekap erat Iloania dalam pelukannya, hampir seperti dia tidak pernah ingin melepaskannya.


"Kak Sius berlatih dengan sangat baik!" Kata Iloania membuat Lasius terkekeh. "Apa kamu sudah menguasai sihir waktumu?"


Iloania menganggukkan kepalanya dengan lembut. "Belum bisa sepenuhnya, namun aku sudah bisa menggunakannya, kak,"


Ada banyak yang tidak dia mengerti, ada banyak rahasia yang membuat kepalanya berdenyut nyeri. Iloania hampir tidak mempercayai apa yang dia ketahui. Semua terasa masuk akal mengapa gurunya bisa sampai memiliki tanggung jawab atasnya, mungkin karena alasan yang sama mengapa dia bisa menggunakan sihir kristal.


"Apa kamu lelah?" Tanya Lasius membuat Iloania menyandarkan kepalanya kebahu lebar Lasius yang kuat dan kokoh, hangat serta nyaman.


"Kita harus mencari Vleia, kak."


Gumaman Iloania membawa Lasius untuk mengusap lembut surai sang kekasih yang panjang dan lembut dengan penuh kasih sayang. "Kita akan pergi sekarang.'