
Di kamar, saat Zidan membuka lebar pintu kamarnya, Ia disuguhi dengan pemandangan istrinya yang tertidur di meja yang ada di sudut kamar dengan salah satu tangan menumpu wajahnya dan tangan yang lainnya masih memegang sebuah pensil.
Zidan tersenyum, ia menutup pintu kamar dengan pelan dan segera menghampiri istrinya tersebut
Karena penasaran dengan hasil coretan tangan istrinya, membuat tangan Zidan menyaut kertas yang tertindih oleh wajah Lisa, dan dengan perlahan-lahan karena ia tak mau membuat wanitanya itu terbangun.
coretan pensil akan design sebuah gaun pernikahan yang masih tak sempurna tergores di kertas putih itu.
Zidan meletakkan kembali kertas itu, ia mengambil pensil yang masih dipegang erat oleh Lisa dan meletakkan pensil itu ke tempat asalnya.
Kedua tangan Zidan perlahan melepaskan kacamata yang dikenakan oleh Lisa, meletakkannya di tempat yang sekiranya aman. Lalu, dengan segera Zidan mengangkat tubuh Lisa dan memindahkannya ke atas tempat tidur.
Baru saja Zidan merebahkan tubuh Lisa di atas tempat tidur, namun kedua mata Lisa tiba - tiba terbuka. Ia sangat kaget saat melihat Zidan berdiri di depannya
"Mau apa?"tanya Lisa hendak beranjak bangun, namun Zidan menahan nya.
" Tidak mau apa-apa, sudah tidurlah, aku hanya memindahkan mu saja."kata Zidan, lalu ia ikut merebahkan tubuhnya di samping Lisa, dan melingkarkan tangannya di pinggang ramping istrinya.
"Jauhkan tanganmu!"serga Lisa sembari memukul pelan tangan Zidan.
"Jauhkan"
" Kemarilah! aku hanya ingin memelukmu saja, aku tidak akan berbuat hal itu lagi, Percayalah" seru Zidan berusaha meyakinkan istrinya.
Lisa terdiam sejenak dan ia menatap suaminya, ia mencoba untuk mempercayai ucapan Zidan. Kemudian membiarkan Zidan memeluk erat tubuhnya.
"Nyaman" gumam Lisa dalam hati. Ia membalikkan posisi tubuhnya dan membalas pelukan suaminya dan menenggelamkan wajahnya di dalam dada bidang suaminya tersebut.
Zidan tersenyum, Iya semakin mengeratkan pelukannya. Tidak membutuhkan waktu yang lama Lisa kembali tertidur dalam pelukan Zidma
Drrrttt....drrrtttt…drrrrttt…
suara getaran ponsel milik Zidan terdengar bersentuhan dengan meja, membuat laki-laki itu sesegera mungkin meraih ponselnya. Ia bergerak dengan sangat pelan, Zidan tak mau membangunkan istrinya yang ada di rengkuhannya.
Terlihat ada satunpesan masuk dari sahabatnya Ridho detik dan segera membuka pesan singkat yang dikirimkan oleh sahabatnya tersebut.
Zi, aku sudah bilang kepada putri kalau kau sudah menikah dan aku meminta kepada-nya agar tidak menghubungimu lagi dan juga tidak mengganggumu. tapi dia malah marah-marah dan katanya tidak peduli meskipun kau sudah menikah. ~ Ridho
" Dasar bodoh!" umpatan itu membuat Lisa yang baru saja tertidur, seketika terbangun melototkan kedua matanya kepada Zidan.
" bukan… bukan Kau yang bodoh tapi Ridho Aku kesal kepada Ridho… Ayo tidurlah lagi, tidur lagi anak manis…" ucap Zidan menepuk - nepuk punggung Lisa. Ia mengembalikan ponselnya ke tempat semula dan mengusap-usap kepala Lisa.
Tak Butuh waktu lama wanita itu pun kembali tertidur, Zidan pun masih terjaga hingga tengah malam dan memastikan bahwa Lisa benar-benar sudah tidur.
Zidan menatap lekat wajah wanita yang saat ini ada di dekapannya. Iya mengendus aroma wangi yang menyebar dari rambut istrinya tersebut. Zidan juga memberikan sentuhan halus di wajah mulus Lisa dengan punggung telapak tangannya.
" Dia memang benar-benar cantik," pujian itu lolos dari lubuk hati Zidan. Tangannya kini mengusap bibir tipis itu dan hendak menciumnya.
" Aku lupa, Aku kan tadi bilang kepadanya tidak akan melakukannya lagi!" gumamnya. Zidan terdiam sejenak, lalu ia tersenyum.
" tapi aku kan tidak berjanji…" tangannya mulai menyusup di balik baju yang dikenakan oleh Lisa, Ia melakukan apa yang ingin ia lakukan meskipun harus membuat Lisa terbangun dengan setengah sadar.
~
Keesokannya, sinar matahari masuk melalui jendela kamar, hingga silaunya menghangatkan Siapa saja yang berada di dalam sana. Lisa mengerjakan kedua matanya, Iya hendak beranjak bangun namun rasanya malas dan tubuhnya begitu lelah.
" padahal semalam tidur sangat nyenyak, bangun tidur rasanya tubuhku lelah sekali…" Lisa berucap tanpa memindahkan posisinya sedikitpun. Ia melirik kearah Zidan yang tengah berdiri di depan cermin, dengan pakaian kerjanya. laki-laki itu menoleh ke arah Lisa sambil tersenyum, ia berjalan mendekati tempat tidur dan mendudukkan sebagian tubuhnya di sana.
" tumben sekali kau sepagi ini sudah rapi?" tanya Lisa.
"Iya, aku hari ini ada jadwal mengajar"
"Kerasukan apa dia berbicara semanis ini?" gumam Lisa.
"Iya, entalah… Tubuhku lelah sekali."
"Hari ini istirahatlah saja dirumah, tidak usah pergi bekerja," tutur Zidan.
"Ehm…"
"Ya sudah, aku pergi dulu…"
"Aku tidak bisa mengantarmu kedepan ya, hati - hati di jalan" ucap Lisa.
"Tidak masalah…"Zidan beranjak berdiri mengambil tas kerjanya dan juga kunci mobil, ia kembali mendekati Lisa. Di condongkannya sebagian tubuhnya hingga kini wajah mereka berdua hanya tersisa jarak 10 cm saja.
"Ada apa?" tanya Lisa menatap Zidan.
"Sering - seringlah seperti semalam…"Bisiknya sambil tersenyum, ia memberi kecupan di bibir Lisa dan berlalu pergi dari sana.
Lisa terdiam"Dia menciumku? aneh sekali, tidak biasanya dia seperti itu," gumam Lisa
"Sering - seringlah seperti semalam? apa maksud dari perkataannya itu?" Lisa mengernyit bingung, ia masih tak menyadari.
Namun ia masa bodoh akan perkataan suaminya itu. Ia hendak memejamkan kedua matanya kembali. Namun, ia terlupa bahwa dirinya tidak bisa seenaknya saja bangun siang.
"Aku harus bangun dan bersih - bersih rumah"Lisa beranjak duduk, ia menyingkap selimutnya hingga terlepas sempurna dari tubuhnya, namun ia begitu terkejut saat menyadapati tubuhnya telanjang tanpa sehelai benang pun dan banyak sekali bekas kissmark di tubuhnya.
"Apa ini?…"
"Zidan…dasar kau menyebalkan!" teriak Lisa geram. Ia meraih ponselnya yang ada di atas meja samping tempat tidurnya.
Tuuuut...tuuu....
"Halo sayang" sapa Zidan, saat sambungan telpongnya terhubung.
"Dasar kau menyebalkan!!" teriak Lisa kesal.
"Hahah… Jangan teriak - teriak dong sayang…" Lisa dapat mendengar suara tawa suaminya yang sangat menyebalkan bagi Lisa.
"Awas kau ya… Dasar Mesummm" seru Lisa
"Hahaha... kau marah seakan - akan aku merugikan mu saja, padahal tadi malam kau yang paling menikmatinya" ujar Zidan.
"Iiiiiihhhh... dasar nyebelin" karena kesal Lisa langsung mematikan sambungan telponnya.
"Susah,kalau punya suami mesum begini" gerutu Lisa.
"Bisa - bisanya dia begituan di saat aku tidur? lagi pula, aku kok gak sadar ya?" imbuhnya. ia pun beranjak dari dari tempat tidur dan masuk kedalam kamar mandi.
~•••~
.
.
.
Maaf ketidak nyamanannya karena typo yang berserakan dimana - mana🙏😐 semoga kalian menyukai ceritanya😁
Jangan lupa dukungannya ya readerku sayang 🤗 like dan vote dari kalian sangat aku tunggu. Borahae💜