ZIDAN Dan LISA

ZIDAN Dan LISA
Apa ini?


"Ini papa baca sendiri…" Zidan memberikan sebuah amplop coklat kepada papa Dika, semua orang kaget saat melihat Zidan memberikan sebuah surat yang mereka anggap itu adalah surat dari pengadilan.


"Kakak…" panggil Rose, ia menatap sang kakak dengan tatapan tak percaya. Lisa membalas tatapan sang adik dengan senyum dan anggukan. Maka hal itu tambah membuat Rose yakin akan pemikirannya.


"Surat apa itu?" tanya ayah Andre. Ia pun berjalan mendekati papa Dika.


"Tunggu biar aku baca dulu isinya, awas ya Zi kalau isi nya aneh - aneh" ucap papa Dika yang di respon sebuah senyuman dari Zidan.


"Astaga ini, benarkah Zi… " ucap papa Dika dan ayah Andre kaget.


"Iya pah, yah…" jawab Zidan. Ayah Andre berjalan menghampiri Lisa dan langsung memeluk sang putri sulungnya itu.


"Selamat ya nak" ucap ayah Andre.


"Apa sih isi nya?" tanya mama Lilis, ia merebuat isi amplop itu dan membacanya.


"Aku akan jadi nenek, Haaaa… Zi benarkah ini?" tanya mama Lilis memeluk putranya.


"Ada apa ini sebenarnya?" tanya Rose. Karena ia juga penasaran Rose menyuruh Dani untuk mengambil surat yang di baca oleh orang tuanya itu.


"Ayo kita baca sama - sama" ucap Dani, saat ia sudah mendapatkan surat itu. Mereka pun membaca surat itu dengan teliti.


"KAKAK…" teriak Rose histeris. Semua orang kaget mendengarnya, mereka menatap Rose dan geleng - geleng kepala.


"Benarkah ini kak?" tanya Rose.


"Iya" jawab Lisa, ia menghampiri adiknya itu. Lisa sangat mengerti Rose pasti sangat ingin memeluknya tapi karena kondisinya masih lemah makanya Rose berteriak kencang agar Lisa menatapnya.


"Aku akan jadi aunty?" ujar Rose senang.


"Iya, kamu akan jadi aunty Rose, selamat ya" jawab Lisa. Rose mengurai pelukan mereka dan menatap kakaknya.


"Apa kakak senang?" tanya Rose.


"Sangat"jawab Lisa, Rose pun tersenyum.


"Akhirnya kak Lisa, sudah mau menerima kak Zidan sebagai suaminya dan sepertinya kak Lisa juga udah melupakan kenangan buruknya tentang kak Zidan" gumam Rose dalam hati.


"Kak Lisa, aku juga mau meluk kakak. Minggir elu Rose, sekarang giliran gue." saut Dani.


"Apaan sih elo, Kak Lisa tu kan kakaknya gue, jadi suka hati gue lah mau meluknya sampai kapan." seru Rose sengaja memeluk kakaknya lagi.


"Hais dasar cewek nyebelin." balas Dani. Dia menatap Rose dengan tatapa jengkel.


"Udah - udah, kalian kok malah berantem sih. Sini - sini kalian berdua kakak peluk" ucap Lisa menengahi, ia merengkuh Dani dan memeluk kedua adiknya itu.


"Selamat ya kak, semoga kakak sehat selalu sama dedek bayinya." ujar Dani, ia mengusap punggung Lisa.


"Amin, makasih doanya sayang kakak." jawab Lisa. Ia mengurai pelukannya dan berdiri.


"Kakak tinggal dulu ya, kakak mau buatkan minum untuk semuanya." ucap Lisa beralu pergi ke dapur.


Di dapur, Lisa melihat Zidan sedang memasukkan gula kedalam teko kecil dan ia juga memasukkan dua bungkus teh kedalam teko itu.


"Kamu lagi ngapain disini?" tanya Zidan saat ia melihat Lisa sedang berdiri di pintu dapur.


"Rencananya aku mau bikin minum, tapi pas nyampe sini eh mala keduluan sama kamu." jawab Lisa.


"Udah kamu kembali lagi aja ke ruangan keluarga, urusan minuman dan cemilan biar aku yang urus." seru Zidan


"Gak mau, aku mau disini aja bantuin kamu bikin minum." kekeh Lisa.


"Gini nih, susahnya kalau punya istri yang keras kepala." ucap Zidan geleng - geleng. Lisa mendekati Zidan dan melihat apa saja yang bisa ia bantu.


"Udah kamu duduk aja disini liatin aku." Zidan mengiring Lisa untuk duduk di kursi yanga da di dapur.


"Tapi aku mau bantu …"


"Udah diam jangan ngebantah! Kalau kamu kekeh mau di sini, yaudah ikuti ucapan aku!"ucap Zidan tegas. Lisa hanya diam menatap Zidan.


"Astaga, apa yang sedang ku fikirkan" gumamnya lagi, Lisa memukul - mukul kepalanya. Berharap fikiran - fikiran durjana itu segera hilang dari isi kepalanya


"Kenapa?…" tanya Zidan saat melihat istrinya memukul - mukul kepalanya.


"Ha…"


"Kenapa, apa nya?" tanya Lisa pura - pura tak tau yang dikmasud suaminya itu.


"Kepalanya kenapa dipukul - pukul kaya tadi? Sakit?" tanya Zidan lagi.


"Gak kok, itu tadi, tadi ada nyamuk makanya di pukul - pukul sayang " kilah Lisa gugup. Zidan mengganggukkan kepalanya sebgai jawaban, ia melanjutkan aktivitasnya untuk membuatkan minuman dan menyiapkan cemilan.


"Yuk…" ajak Zidan. Lisa melihat sudah ada satu tadah di tangan suaminya itu. Di tadah itu sudah lengkap dengan satu teko teh, beberapa cangkir dan tiga toples cemilan.


"Mau di bantuin gak bawanya?" tawar Lisa.


"Gak usah. ayo" tolak Zidan. Mereka pun berjalan beriringan meninggalkan dapur.


"Aduh pasutri ini bikin gemes deh, bikin minum aja harus bedua.." goda mama Lilis.


"Udah kaya perangko aja ya tan" tambah Dani.


Lisa pun jadi tersipu malu mendengarnya. Dia gak tau kenapa, sejak hamil dia mudah sekali baperan. Semua orang pun ikut tertawa melihat tingkah lucu Lisa.


Zidan pun mulai membagikan minuman yang di buatnya tadi kedalam cangkir dan menghidabgkannya di atas meja.


"Silakan di minum…" seru Zidan. Kemudian ia duduk di samping Lisa.


Mereka pun mulai menikmati teh yang disedu kan oleh Zidan beserta cemilan yang dibawanya tadi. menjelang malam mereka lalui dengan berbagai obrolan dan juga canda tawa.


~


Karena merasa sudah larut Zidan mengajak Lisa untuk kembali ke kamar untuk beristirahat. Meski awalnya Lisa menolak untuk tidur dan dengan sedikit paksaan dan rayuan akhirnya Lisa mau diajaknya ke kamar.


"Bersih - bersih lah dulu sebelum tidur! " sanggah Zidan saat melihat Lisa hendak berbaring diatas tempat tidur.


"Aku mau ke ruang kerja dulu sebentar, ada beberapa e-mail yang ingin ku periksa." ujar Zidan, Lisa hanya menganggukkan kepalanya menuruti ucapn suaminya. Zidan berlalu pergi ke ruang kerjanya saat ia sudah melihat Lisa masuk kedalam kamar mandi.


Lisa keluar kamar mandi dan pergi ke walkin closetnya dan mengganti pakaiannya menjadi piayama tidur. Ia juga mengambilakan sepasang pakaian tidur untuk sang suami.


"Ini sepertinya lucu, kalau Zidan yang pake…" gumam Lisa. Ia meletakkan pakaian untuk suaminya itu diatas tempat tidur.


"Aku ngantuk banget, Zidan masih lama gak ya?" gumam Lisa.


Hoam…


"Aku tidur duluan aja deh…"ucapnya pelan. Lisa pun mulai membaringkan tubuhnya di ranjang, dan tak beberapa lama ia pun sudah tertidur.


Sementara Zidan di ruang kerja sedang sibuk memeriksa file - file kerjanya. Dan tanpa sadar, ia sudah meninggalkan istrinya terlalu lama.


"Sebaiknya ku kerja kan besok saja, Lisa pasti sudah menungguku terlalu lama" ucap Zidan pelan. ia pun mulai mematikan komputernya dan menyusun kembali kertas - kertas yang beserkan fi atas mejanya.


Saat kembali ke kamar Zidan mendapati Lisa sudah tetidur pulas sembari memeluk guling.


"Dia sudah tidur?"


"Ku kira dia menungguku…" imbuhnya.


"Apa ini?" tanya Zidan. Ia mengambil pakaian yang di siapkan oleh Lisa tadi untuknya. Saat Zidan mengangkat pakaian itu, ia sangat kaget melihat modelnya.


"Apa - apaan ini…"


~•••~


Jangan Lupa dukungannya