ZIDAN Dan LISA

ZIDAN Dan LISA
Istriku


Zidan mendengar suara pintu terbuka, dia kembali berpura - pura tidur.


" Masih aja tidur" gumam Lisa menghampiri sang suami.


" hey kebo ...hey bangun " Tidak ada pergerakan dari Zidan


"Oo gak mau bangun juga, atau gw tampar aja lagi biar dia bangun" ujar Lisa. Lisa bersiap - siap mengayunkan tanganya untuk menampar Zidan.


" Berani lu nampar gw lagi. Lu bakalan tau akibatnya" seru Zidan yang masih enggan membuka matanya.


" Bangun, bentar lagi sarapan. Gak enak kalau kita turun telat" ucap Lisa berbalik dan ingin pergi ke meja rias tapi sebelum Lisa melangkah .


"Aarrhg..." teriak Lisa, terjatuh diatas tubuh Zidan.


"Lepas!!" ujar Lisa mencoba melepaskan belitan tangan Zidan. Zidan hanya diam tak bergeming.


" Berani banget lu meluk - meluk gw"ucap Lisa yang masih mencoba melepaskan diri dari Zidan.


"Lepaskan!!" teriak Lisa. Namun tak juga ada pergerakan dari Zidan. Karena lelah merontah Lisa akhirnya diam dan membiarkan dirinya di peluk oleh suaminya itu.


"Biarkan seperti ini sebentar"ucap Zidan pelan. Lisa menatap Zidan dalam diamnya. Zidan yang merasa diperhatikanpun membuka matanya dan membalas menatap Lisa. Untuk sesaat mereka larut dengan tatapannya hingga Zidan mendekatkan wajahnya ke wajah Lisa. Lisa yang mendapatkan lampu siaga dan saat itu Zidan sedang lengah. Lisa pun langsung berdiri melepaskan dirinya dari pelukan Zidan. Setelah terlepas Lisa mencubit Zidan bertubi - tubi.


"Aw...aw...aw... stop stop stop" teriak Zidan mencoba menghindari dari serangan Lisa.


" Makanya jangan berani - beraninya lu sentuh - sentuh gw" seru Lisa yang terus menyerang Zidan.


"aw...aw...aw..." teriak Zidan berlari menuju kamar mandi.


Blam


Zidan buru - buru menutup pintu kamar mandi.


"huft...gila tu cewek, baru juga dipeluk uda kaya gitu balasannya . Bagaimana kalau yang lainnya" gumam Zidan mengusap bekas cubitan Lisa yang masih terasa panas di perut dan lengannya.


"Awas aja lu macam betina, tunggu pembalasan gw" ujar Zidan dan membuka pakaiannya.


Sementara diluar kamar mandi Lisa masih asik tertawa.


"Rasain lu, makanya jangan berani - berani nyentuh gw." ujar Lisa pelan, Lisa menyeka air mata yang keluar di sudut matanya karena terlalu lama tertawa.


~


Diruang makan semua orang telah hadir untuk sarapan kecuali Lisa dan Zidan.


"Ayah kak Lisa mana?" tanya Rose yang sedari tadi tidak melihat kakaknya.


"Kakak mu masih di kamar."jawab ayah Andre.


"Yaudah aku panggil kakak dulu" ujar Rose berdiri dan ingin melangkah pergi meninggal kan meja makan.


"Gak usah Rose, nanti kakakmu akan turun dengan sendirinya" seru tante Lilis.


" Kenapa tante? kak Lisa tu kalau gak di suruh turun dia gak bakal turun tan" jawab Rose.


"Itu dulu, sekarang gak lagi" tambah tante Lilis. Rose masih tidak mengerti dengan maksud Lilis.


"Uda kamu lanjutkan saja sarapannya" ujar tante Lilis. Rose tidak membantah dia hanya diam dan melanjutkan sarapannya.


Tak beberapa lama Lisa dan Zidan pun turun dan langsung ke menuju meja makan.


" Selamat pagi semua" sapa Lisa kepada semua orang.


"Pagi sayang, seger bener pagi ini" ucap Lilis.


"Iya dong tan, kan semangat pagi" balas Lisa.


" Mama sayang bukan tante" ujar Lilis.


"Eh iya mama maksudnya" ucap Lisa. Lisa pun mendudukan dirinya di samping Rose dan Zidanpun mengambil tempat di samping Lisa.


" Pagi dek" sapa Rose.


" Pagi" balas Rose tersenyum


"Kak Zidan kok pagi - pagi mukanya masam gitu?" tanya Putri.


"Kurang sarapan pagi kali" seru Dani.


"Maksudnya, kan emang belum sarapan Dani. ih gimana sih lo" balas Putri yang tidak mengerti maksud dari perkataan Dani.


" Anak kecil kaya lo mana ngerti. Mending lu diam aja, lanjutin tu sarapan" balas Dani.


" Kamu juga" ujar Lisa. Dani tersenyum mendengar perkataan Lisa dan menganggukkan kepalanya.


Zidan hanya diam memperhatikan Dani dan Putri.


"Lis, itu suaminya kok gak diambilin makannya" ujar mama Lilis.


" Eh iya ma" jawab Lisa mengambil piring Zidan dan mengisinya dengan makanan.


"Terima kasih istriku" ucap Zidan sengaja mengatakan kata Istriku. Dia ingin membalas Lisa.


"I-Iya" jawab Lisa kaget mendengar Zidan mengatakan kata Istriku.


Semua orang ikut tersenyum mendengar perkataan panggilan Zidan kepada Lisa barusan.


~


Setelah selesai sarapan mereka melanjutkan berkumpul di ruang keluarga.


"Kalian rencananya mau tinggal dimana? rumah mama sama papa atau di rumah ayah Andre?" tanya Lilis membuka pembicaraan.


"Kenapa gak tinggal sama mama aja?" tanya Lilis lagi


" Kitakan uda punya keluarga ma, jadi kita mau belajar hidup mandiri" jelas Zidan memberi pengertian kepada mamanya.


" Ya kalau gitu aku sendiri dong dirumah" ujar Rose sedih.


" Gak kok, kamu kan masih bisa pergi main kerumah kakak"ucap Lisa


"Emang boleh?" tanya Rose


"Ya boleh dong sayang" jawab Lisa memeluk Rose.


"Kapan rencananya kalian pindah?" tanya ayah Andre


" Rencananya sih dua hari lagi yah" jawab Zidan yang sukses membuat Lisa Kaget. Karena Zidan tidak pernah sebelumnya mendiskusikan hal ini dengannya.


" Itu gak kecepatan nak?"tanya ayah Andre kaget.


" Gak kok yah, Zidan juga udah membicarakannya dengan Lisa. Iya kan Lis?" tanya Zidan kepada Lisa. Lisa yang tiba - tiba mendengar pertanyaan dari Zidanpun kaget. Dia menatap Zidan meminta penjelasan. Zidan memberi isyarat kalau Lisa harus mengiyakan perkataannya.


"I-iya yah" jawab Lisa.


"Ya sudah kalau memang itu keputusan kali. Kami tidak bisa berbuat apa - apa" ujar ayah Andre pasrah.


Pembicaraan mereka pun berlanjut. Diruang keluarga itu dapat di dengan suara canda tawa mereka semua.


drrrttt....drrrttt....


Ponsel Lisa pun bergetar tanda ada yang menghubunginya.


" Lisa permisi angket telpon dulu" pamit Lisa kepada semua orang.


Lisa pergi ketaman belakang rumahnya karna disana adalah tempat ternyaman baginya untuk mengangkat telponnya saat ini.


Halo ~Lisa


Halo Lis ini gw Reyhan ~ Reyhan


Iya Rey ada apa? ~ Lisa


Gw nanyain pesanan gaun buat adek gw, apa gaunnya sudah jadi? ~ Reyhan


O iya Rey, tunggu bentar ya gw cek dulu ~ Lisa


baiklah ~ Reyhan


Bentar lagi lo gw telpon ok ~ Lisa


Ok bye ~ Reyhan


Bye ~ Lisa


Setelah mematikan panggilannya, Lisa pun mengecek pesan gaun adeknya Reyhan. Lisa menghubungi Sindi sekretarisnya.


tuuut...tuuut....


Halo Lis, ada apa? ~ Sindi


Halo Sin, gw mau nanya gaun pesenan atas nama Reyhan uda ok belum? ~ Lisa


Bentar gw cek dulu ~ Sindi


....


O udah Lis uda, tinggal di jemput aja lagi ~ Sindi


Ok thanks ya bye ~ Lisa.


Bye ~ Sindi


Lisa mematikan sambungan telponnya dan mencari no ponsel Reyhan kembali


Tuuut...tuuut...


Halo Rey ~ Lisa


Iya, gimana uda siapkah? ~ Reyhan


Uda, lu tinggal jemput ~ Lisa


Ok makasih ya Lis ~ Reyhan


Iya sama - sama ~ Lisa


Yaudah kalau gitu gw tutup dulu ya Lis, Bye ~


Reyhan


Bye ~ Lisa.


Lisa pun menutup panggilannya, dia masih menggenggam ponselnya dan dia larut akan pikirannya.


~•••~


Hai readers semoga suka ya sama karya aku😁


jangan lupa like dan komennya ya biar aku tetap semangat buatnya🤗