
"Daniel, aku tidak percaya hari ini. Aku tidak percaya dengan yang terjadi hari ini." gumam Rose yang tak bergeming.
Kembali air matanya jatuh saling mengejar di pipi wanita cantik itu. Kini sang buah hatinya yang telah pergi pun tak sempat ia fikirkan semua begitu membuat Rose seperti ingin gila. Tentu semua menghadapi masalah yang seperti mimpi baik maupun buruk di dunia ini. Hanya saja terkadang tuhan memberikan waktu yang berbeda dan jalan yang berbeda
Sayangnya semua begitu mengejutkan bagi Rose, di mana ketika ia baru mengetahui bahwa dirinya sedang mengandung beberapa hari yang lalu, dan sekarang ia harus merelakan akan kepergiannya. Belum selesai duka akan kehilangan bayinya, Rose pun harus menggung duka kehilangan orang yang benar - benar ia cintai.
Setelah beberapa lamanya perjalanan kini tibalah mereka semua di pemakaman yang sudah siao untuk di isi jenazah Daniel. Semua orang menangis ketika melihat Jenazah Dani sudah mulai di turunkan ke liang lahat. Perlahan Jenazah itu mulai di tutupi hingga saat ini ia benar - benar tidak terlihat lagi.
Rose yang tidak lagi bisa menahan tangisnya meronta di genggaman Dani dan ayah Andre. Ia menjatuhkan dirinya tepat di depan batu nisan Daniel. Ia menangis sembar memeluk batu nisan itu, semua orang yang menyaksikan pun ikut menangis. Lisa dan Bella memeluk Rose dan menumpahkan kesedihan mereka bersama.
"Bangun,jangan pergi dulu. Kau sudah berjanji akan menjaga ku Dan." suara Roae kembali bergetar.
"Rose, sudahlah Daniel sudah tenang di sana. Kau jangan membuatnya semakin sedih." ujar Bella.
Rose tudak menjawab ia hanya menggelengkan kepalanya merasa tidak rela dengan kpergian pria itu. Ayah Andre hanya berdiri menatap putri bungsunya itu yang sedang menangisi kepergian pria yang sangat di kasihi oleh putrinya itu.
Kedua orang tua Daniel kini bisa melihat bagaimana wanita yang selalu putranya banggakan.
Sesi pemakaman pun selesai kini waktunya untuk mereka semua bergegas pulang dan membersihkan dirinya. Rose yang terus memeluk nisan Daniel dipaksa pulang oleh Zidan dan Dani. Karena Rose bersikeras untuk tinggal, akhirnya Zidan pun memutuskan untuk menggendong adik iparnya itu, meskipun beberapa kali Rose memukuli tubuh kakak iparnya itu sambil menangis.
Di perjalanan ke mobil Rose terus memandang dari kejauhan makam yang masih baru itu. Ia berharap jika makam itu akan terbuka kembali.Begitu juga dengan Bella yang kembali ke rumahnya untuk beristirahat.
Bella sama hal nya dengan Rose, ia masih belum bisa percaya jika Daniel selama ini sakit parah. Sekarang baru lah Bella paham akan sikap Daniel kepada Rose yabg agak jaga jarak, mungkin Daniel tidak ini membuat Rose merasa terlalu kehilangan dan akan menambah penderitaannya.
"Aku kasihan melihatbRose serperti itu." gumamnya.
~
Ayh Andre dan yang lain mengajak Tose kembali ke rumah saki,mereka tidak ingin suatu hal buruk terjadi kepada Rose.
"Dok,bagaimana apa semuanya baik - baik saja?" tanya ayah Andre, kepada dokter yang baru saja memeriksa keadaan Rose.
"Iya tuan, untuk saat ini semua nya baik - baik saja. Hanya saja jahitan bekas operasinya kembali lepas." jelas dokter..
"Apa itu tidak akan berbahaya?" tanya Lisa.
"Tidak, apa - apa nona, semuanya sudah saya obati. Sekarang biarkan pasie untuk beristirahat." ucap dokter, kemudian berlalu pergi.
"Ayah, sebaiknya ayah pulang lah istirahat!" suruh Lisa
"Tidak nak ayah ingin disini me jaga adikmu. Kau pulang lah dengan Zidan, kalian pasti lelah dari kemaren kalian kurang istirahan." ujar ayah Andre.
"Aku masih mau disini ayah, aku sabgat mengkhawatirkan Rose, ia pasti sanat terluka saat ini." jawab Lisa.
"Kak paman benar, kakak pulang lah! Biar aku yang menemani paman disini." saut Dani.
"Tap…"
"Baiklah aku pulang, besok aku kesink lagi ayah hati - hati ya. Dan, kakak titip paman ya." ucap Lisa memeluk ayahnya.
"kami panit pulang ya ayah.." pamit Zidan kepada mertuanya itu.
~
Di perjalanan pulang Lisa hanya diam tanpa berbicara dengan suaminya itu.
"Apakau menginginkan sesuati?" tabya Zidan melirik kearah Lisa. Lisa hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.
"Apa kau ingin cendol?…" tanys Zidan lagi. Lagi - lagi Lisa menggelengkan kepalanya.
"Jadi apa yang kau inginka?"
"Apa kau bisa diam?!!!" Seru Lisa ketus. Zidan melirik istrinya dan kembali fokus dengan jalannya.
Sesampainya di rumah, Lisa langsung menuju ke kamar dan membersihkan tubuhnya. Ia sunggu sangat butuh istirahat untuk saat ini.
Ceklek.
"Dia kemana?" gumam Zidan yang tak melihat keberadaan Lisadalam kamar. Zidan berjalan menuju kamar mandi.
"Lisaa…" tak ada sautan dari Lisa.
"Sayang apa kau di dalam?…" panggilnya lagi.
Tok… Tok…
"Iya, aku lagi mandi" teriak Lisa dari dalam. Stelah mengetahui keberadaan istrinya, Zidan pun berjalan ke ranjang dan membaringkan tubuhnya disana sembari menunggu Lisa keluar.
"Oiya ponsel ku mana ya?" gumam Zidan mencari ponselnya.
Zidan bangkit kembali dan berjalan mencari tas istrinya. "Nah ini dia." ujar nya. Zidan kembali membaringkan tubuhnya di ranjang.
"Putri? Kenapa dia mnghubungi ku?" ujarnya. Zidan melihat ada beberap pesan yang di kirimkan oleh mantannya itu kepadanya. Zidan pun membuka pesan tersebut.
*Zi, besok aku ingin mengajakmu makan malam bersama. Apa kau punya waktu.~ Putri.
Zi, kenapa kau tidak mengabngkat panggilan ku? ~ Putri.
Zi, apa kau masih marah kepadaku?...~ Putri*
Begitulah sebagian isi dari bebepa pesan yang di baca oleh Zidan.
"Bodoh amat, gue udah gak peduli lagi dengan mu." gumam Zidan. Ia pun mengetik beberapa kata balasan kepada Putri.
Jangan mengganggu ku lagi!! ~ Zidan.
Setelah mengirim pesan untuk mantannya itu, Zidan pun meletakkan ponselnya di samping tubuhnya.
Ceklek.
Zidan menoleh kearah pintu kamar mandi,saat ia mendengar suara pintu terbuka.
"Apa kau sudah selesai?" tanya Zidan, ia beranjak duduk dan menatap istrinya.
"Apa kau tidak mandi? Mandilah, biar badanmu segar kembali!" ucap Lisa berlalu menuju walkin closet.
"Apa kau tak berminat memandikan ku?" teriak Zidan, sengaja ingin menggoda istrinya.
"Boleh, tapi kau harus melipat tanganmu dulu" balas Lisa, Lisa menyembulkan kepalanya dari dalam walkin closet.
"Kamu nyumpahi aku mati?" seru Zidan kesal.
"hahaha.... udah mandi sana!" Lisa kembali mengenakan pakaiannya.
"Dasar istri gak ada akhlak" sungut Zidan, ia pin masuk kedalam kamar manfi.
Lisa keluar dari walkin closet dengan sepasang baju di tanganny. Ia meletakkan baju yang ia ambilkan untuk Zidan diatas tempat tidur.
Setelah menyisir rambutnya, Lisa pun berlalu pergi ke dapur, untuk menyiapkan makan malam untuknya dan sang suami.
Zidan pun keluar dari kamar mandi dan menghampiri ranjang untuk mengambil pakaian yang biasa disiapkan oleh istrinya.
"Apa - apaan ini?…" gumam Zidan, melihat pakaian yang telah di siapkan oleh istrinya.
~•••~
Jangan lupa Like dan komennya. Aku pengendeh kalian komen biar aku bisa tau di mana kesalahn aku. Terima lasih dukungannya guys🤗