ZIDAN Dan LISA

ZIDAN Dan LISA
Dasar laki - laki


Sampai dalam rumah Lisa bertemu dengan mama Lilis.


"Eh Lis ,kamu kenapa nak kok kaya di kejar hantu gitu" tanya mama Lilis mengerut melihat Lisa yang seperti dikejar hantu, nafasnya memburu cepat.


"Iya, ma hantunya serem banget" jawab Lisa sembari mengatur nafasnya, tanpa disadarinya mama Lilis memperhatikan bibirnya yang kelihatan sedikit membengkak.


"Kamu ini ada - ada aja. Eh tapi itu bibir kamu kok bengkak gitu?" goda mama Lilis


"Huh. I-ini tadi di gigit semut ma" Kila Lisa sembari mengusap bibirnya. Jantung Lisa berdetak cepat mengingat kejadian yang baru saja di alaminya di taman belakang bersama Zidan.


"Semut? Wah bahaya ni semutnya" ujar mama Lilis paham semut yang dimaksud oleh Lisa.


"I-iya ma ba-bahaya banget, nanti kalau mama duduk di taman hati - hati ya" saran Lisa berbicara sedikit terbata


"Yaudah ma, Lisa duluan ya ma, Lisa mau kebutik" pamit Lisa


"Iya sayang, mama juga mau keluar" ucap mama Lilis.


"Mama mau kemana?" tanya Lisa.


"Ini mama mau mengurus kebutuhan honeymoon kalian besok" ujar mama.


"Maaf ya ma uda ngerepotin" ucap Lisa


"Nggak apa - apa sayang, malahan mama senang nyiapinnya. Udah ya mama buru - buru." mama Lilis berlalu pergi meninggal kan Lisa.


"Huh dasar suami dzolim bikin keputusan nggak bilang - bilang dulu" gerutu Lisa sambil menaiki anak tangga menuju kamar.


"Dari pada stres dirumah ngehadapin dia mending ke butik aja" ucap Lisa menyandang tas selempangnya dan berlalu pergi meninggalkan rumah.


Sementara di taman belakang Zidan sangat gembira, dia tidak menuangka kalau Lisa tidak menolak di ajak honeymoon, ya meskipun dia harus mengandalkan mama nya tapi mau bagaimana lagi.


"Di Paris nanti gue bakal jelasin semuanya sama Lisa biar dia nggak salah paham terus sama gue" ucap Zidan yakin. Zidan berdiri dan pergi kembali ke kamar.


Sesampainya dikamar Zidan duduk di pinggir ranjang.


"Yes akhirnya gue bisa liburan juga sama Lisa" girangnya.


"Gue harus kasih tau Ridho" Zidan mengeluarkan ponselnya, dan mencari nama kontak Ridho. Setelah menemukan kontak temannya itu Zidan langsung menghubungi Ridho.


Tuuuuut....tuuuuuu....


"Apa lgi sekarang? kalau gak penting gue matiin nih" sapa Ridho langsung to the poin


"Santai aja dong,kok elu sewot gitu? Lagi pms lu ya" canda Zidan.


"Gimana gak sewot elu dari tadi gangguin gue mulu" dengus Ridho kesal.


"Yak ela, emang elu lagi ngapain sih. sampai segitunya marah ke gue?."heran Zidan,karena tidak biasanya temannya itu bersikap seperti itu.


"seharusnya lu ngerti dong, kalau jam segini tu gue lagi sama bini hmgue. jadi tolong jangan diganggu." teriak Ridho mematikan telponnya.


"Haish dasar, jam segini masih begituan" Zidan geleng - geleng kepalanya. Dia meletakan ponselnya di atas nakas kemudian dia membaringkan tubuhnya.


~


Dibutik Lisa tampak sedang sibuk menyiapkan berkas - berkas yang akan di butuhkannya saat meeting nanti.


Tok...Tok...


"Masuk" sahut Lisa


Sindy pun masuk dan menghampiri Lisa.


"Maaf buk, Meetingnya akan segera di mulai. Mari kita menuju ruang meeting sekarang" ucap Sindy sopan. Lisa menganggukkan kepalanya kemudia berdiri dari duduknya.


"Apa semua staff sudah hadir?" tanya Lisa mengambil semua berkasnya.


"Sudah bu" Lisa dan Sindy pun berlalu meninggalkan ruangan Lisa dan pergi keruang meeting.


~


Dikampus Rose tampak lemas dan malas, dia seperti kehilangan semangat hidup.


"Kenapa lu Rose, lesu amat gue lihat?" Bella menepuk bahu Rose pelan.


"Gak kenapa - napa, gue cuma lemas aja.


"Apa ini semua ada hubungannya den ketidak hadirnya pak Zidan" tanya Bella.


"Yang benar aja dong lu, ntar ada yang dengar bisa salah paham." sanggah Rose cepat.


"Ya kali aja, terus elu kenapa?" tanya Bella.


"Elu ada bikin kesalahan kali?" tanya Bella.


"Nggak deh perasaan"ujar Rose.


"Gak biasanya dia giniin gue" ucap Rose lesuh


"Coba deh lu datangin dia, terus lu tanya salah lu apa dan dimana?" saran Bella


"Boleh juga nih saran dari lo" ucap Rose tersenyum senang karena dia mendapat solusi untuk masalah yang sedang dihadapinya.


~


Siangnya Zidan siap - siap untuk pergi ke perusahaannya, dia merasa bosan seharian di rumah.


"Mending gue kerja dari pada dirumah sendirian" ujar Zidan. Setelah semuanya siap Zidan pun pergi meninggalkan rumah.


Diperjalanan ponsel Zidan bergetar, dia meraih ponselnya dan melihat siapa yang menghubunginya


"Ridho, ngapain di nelpon. Hm tadi katanya gak mau di ganggu sekarang malah nelpon balik" Zidan menerima panggilan dari sahabatnya itu


"Ada apa, tapi tadi gak mau di ganggu" ketus Zidan


"Ciah ngambek,haha" Zidan mendengar Ridho tertawa.


"Ketawa aja terus, ngapain lu nelpon gue?" tanya Zidan


"Ity yang mau gue tanya sama elu, ngapain lu nelpon gue tadi? eh btw elu lagi dimana kok.."ucapan Ridho terputus karna Zidan mematikan sambungan teleponnya.


"Ah ntar aja deh gue ngasih taunya, sekarang susah lagi di jalan. Biarin aja di kesel karena sambungannya gue matikan secara sepihak" Zidan bergumam ria sambil terkekeh dia tau kalau temannya searang sedangn sangat kesal.


Seperti dugaan Zidan sekarang Ridho sangat kesal kepadanya, karena Ridho paling benci dengan cerita yang nanggung dia akan selalu penasaran sebelum dia mengetahui apa akhir dari ceritanya.


"Kamu kenapa sayang, kok aku perhtiin kesel gitu?" tanya istri Ridho heran.


"Ini si Zidan tadi saat kita gulat di nelpon, terus tadi saat aku telpon balik eh dianya mala ngambek" setu Ridho.


"Yang sabar aja, teman kamu yang satu it kan emang gitu terus" nasehat istrinya.


"Iya kamu bener juga, kamu masak sana aku laper banget ini" pinta Ridho


"Bentar ya aku mandi dulu" jawabnya


"Yaudah kita mandi bareng aja, biar cepat. Aku juga mau pergi ke perusahaan setelah ini" tutur Ridho


"Cepat dari mana, yang nanti akan semakin lama. Gak ad aku sudah lelah, mandinya gantian aja" ucap Istrinya berdiri hendak melangkah.


"Ayolah yang, ya ya ya" bujuk Ridho


"Big no" tegasnya dan berlari masuk ke kamar mandi dan tidak lupa dia juga mengunci nya


"Dasar laki - laki" ujarnya menatap pintu kesel.


Di luar Ridho hanya terkekeh melihat tingkah istrinya itu.


"Gue samperin Zidan ajalah dari pada nunggu dia menghubungi gue ntah kapan itu terjadi dia kan pikun" ucap Ridho.


~


Tok....Tok...


Lisa yang sedang sibuk dengan desainnya pun mengabaikan ketukan pintu tersebut.


Tok...Tok...


"Masuuk" sahut Lisa


Ceklek


Lisa tidak melihat siapa yag datang karena dia terlalu sibuk dengan pensil dab kertas nya.


"Sibuk banget" Lisa mengangkat kepalanya dan melihat siapa yang datang. Dia sangat kaget saat tau siapa orang yang telah mengetuk pintu ruangannya.


"Elu eh Kamu kesini?" ucap Lisa tersenyum berdiri dari duduknya dan menghampiri orang tersebut da. dengan tiba - tiba Lisa memeluk orang itu.


~•••~


Readers tersayang jangan bosan - bosan ya nunggu kelanjutannya.


jangan lupa gerakkan jempolnya buat like, komen dan kalau kalian suka jangan lupa juga di favorit sekalian votenya. Terima kasih☺