
Ceklek
"Apa?" seru Zidan berlalu pergi ke meja rias untuk menata rambutnya.
"Ini minum lah" Lisa menyodorkan obat ke Zidan.
"Hm" Zidan meraih obatnya yang di ulurkan Lisa.
"Maaf" ujar Lisa
Zidan tidak menjawab dia berlalu begitu saja meninggalkan Lisa yang diselimuti rasa bersalahnya.
"Apa dia marah?"gumam Lisa
"Kan aku cuma becanda, kalau dia benaran marah gimana? habislah aku" gumam Lisa. Lisa pun mengikuti Zidan menuju meja makan.
Dimeja makan mama Lilis melihat Zidan turun dengan keadaan wajah pucat.
"Kamu kenapa Zi, kok pucat gitu?" tanya mama Lilis khawatir.
"Zi baik - baik aja kok ma, mungkin karena terlalu laper" ujar Zidan menarik kursi didepan mamanya.
"Papa sama ayah mana?" tanya Zidan yang tidak melihat papa dan ayah mertuannya.
"Mereka masih di kamar tadi habis lari pagi terus sekaranh lagi bersih - bersih" jawab mama Lilis.
"Oo" Zidan menganggukan kepalanya paham.
Lisa datang dan menarik kursi disamping Zidan. Zidan melirik Lisa sejenak kemudian mengalihkannya lagi.
"Papa sama ayah belum pulang ma?" tanya Lisa yang juga tidak melihat ayah dan papa mertuanya itu.
"Udah, mereka lagi mandi." jawab mama Lilis.
Lisa mengangguk paham, kemudian dia mengiisi piring dengan nasi goreng lengkap dengan telur mata sapi dan meletakkannya kedepan Zidan.
Zidan hanya melirik tidak mengucapkan apa pun. Dia masih kesal dengan istrinya itu.
"Selamat pagi semua" ucap papa Dika dan ayah Andre berbarengan.
"Pagi " jawab mereka yang ada dimeja makan.
"Loh Zi, muka kamu kok pucat gitu? Kamu sakit?" tanya papa Dika saat dia mendudukkan dirinya disamping Lilis dan ayah Andre duduk di samping Rose. Karena kebetulan meja makan di rumah Zidan itu bentuknya bulat.
"Zi baik - baik aja kok pa, ini cuma terlalu laper" uja Zidan.
"Oo... Yaudah kamu cepat makan" seru papa Dika.
Zidan menganggukan kepala dan mulai menyuap makanannya.
"Lis, gimana hasilnya? Uda di coba kan?" tanya mama Lilis
"Negatif ma" jawab Lisa. Zidan yang mendengar jawaban Lisa pun kaget.
"Oo... belum rejeki mungkin, yang sabar ya sayang. Kalian harus semangat berjuang." tutur mama Lilis.
Lisa hanya tersenyum menanggapi ucapan mama Lilis.
"Kamu harus rajin lagi lembur nya Zi" sahut papa Dika.
"Papa tenang aja" jawab Zidan melirik Lisa.
"Eh Zi, gimana kalau kalian pergi Honeymoon. Kalian kan belum ada pergi Honeymoon"saran mama Lilis.
"Gak usah lah ma, kita kan lagi banyak kerjaan juga" ucap Lisa.
"Mana bisa gitu sayang, honeymoon itu penting. Kalau kalian kerja mulu, kapan dong mama dapat cucunya" keluh mama Lilis.
"Iya Lis, gak apa - apa kerjaan kan bisa di handle sama sekretaris kalian." tutur ayah Andre.
"Iya, lagian kan pergi liburnya cuma beberapa hari aja " tambah papa Dika.
"Nanti kita pikirin dulu ya" ujar Zidan.
"Iya, pikirkan aja dulu. Kalau kalian uda siap kasih tau mama, biar mama yang urus semuanya.
" Yaudah, Zi pamit ke kamar dulu ya " pamit Zidan berdiri dari duduknya dan berlalu ke kamar. Lisa menatap Zidan heran tidak biasanya Zidan jadi agak pendiam seprti ini saat mereka sedang berkumpul dengan keluarganya.
"Aku juga udah siap, aku pergi kuliah dulu ya semua" Rose berdiri dan berlalu pergi meninggalkan meja makan.
Kini tinggal lah Lisa, mama Lilis, papa Dika dan ayah Andre. Mereka berbicang dengan sesekali tawa mama Lilis terdengar. Tapi berbeda dengan Lisa dia sama sekali tidak terlalu mendengarkan pembicaraan para orang tua nya itu. Fikirannya terlalu resah memikirkan keadaan Zidan di kamar.
Ceklek
Lisa masuk kedalam kamar dia melihat Zidan terbaring diatas tempat tidur. Lisa menghampiri Zidan.
"Apa dia tidur?"Lisa duduk disamping Zidan
"Maaf kan aku, aku benar - benar tak mengira efeknya akan separah ini" ucap Lisa pelan , dia mengira Zidan tidur padahal Zidan sudah terbangun ketika Lisa membuka pintu kamar tadi.
"Maaf kan aku" ucap Lisa lagi terisak. Mendengar Suara Lisa yang berubah, Zidan membuka sebelah matanya. Mengintip apakah Losa benar - benar menangis.
"Lu kenapa nangis?" tanya Zidan tiba - tiba membuka matanya dan duduk didepan Lisa.
"Enggak siapa yang nangis" elak Lisa, dia mengusal matanya cepat.
"Gw minta maaf" ucap Lisa
"iya udah gw mafaatkan kok" jwab Zidan.
"Beneran lu udah maafon gw, gw gak tau kalau efeknya akan separah ini" tutur Lisa.
"Udah gak usah cengeng gitu, gw juga udah mendingan kok" ucap Zidan.
"Btw tadi kok lo bilang ke mama kalau hasilnya negatif, emang udah lu coba?" tany Zidan penasaran.
"Gak perlu dicoba juga, hasilnya emang akan negatif" sahut Lisa.
"Apa lu mau hasilnya gw ubah?" tanya Zidan bergeser mendekati Lisa.
"Maksudnya?" Lisa pun beringsut menjauh dari Zidan.
"Biar gw ubah yang negatif jadi positif" Zidan semakin mendekati Lisa. Lisa yang baru paham akan maksud perkataan Zidan pun bergegas berdiri.
"Gw harus ke bawah" Lisa melangkah pergi tapi baru selangkah tangan Lisa ditarik oleh Zidan, dalam satu tarikan saja Lisa langsung jatuh ke dekapan Zidan.
"Gimana kita terima aja tawaran mama buat honeymoon?" tanya Zidan mengedipkan sebelah matanya.
" Lepasin. Gak bisa gw lagi banyak kerjaan" tolak Lisa berusaha lepas dari dekapan Zidan. Zidan tak bergeming malahan dia semakin mengeratkam pelukannya.
"LEPASIIIN" teriak Lisa di telinga Zidan
"Lu mau bikin gw budeg" hardik Zidan melepaskan Lisa, dia mengosok - gosok kupingnya.
Lisa tidak menyianyiakan kesempatannya untuk kabur dari Zidan.
"Bodo... Dasar mesum" ujar Lisa berlari keluar kamar.
"Awas lu, gw bakal bikin lu nyesel" ucap Zidan tersenyum misterius
~
Lisa sampai dibawah dan melihat sudah tidak ada seorang pum di meja makan, piring - piring kotor pin sudah bersih semua.
"Kemana semua orang" gumam Lisa mencari keberadaan ayah dan mertuanya. Keseluruh rumahnua.
"Lisa, disini nak" panggil mama Lilis saat melihat Lisa dari kejauhan.
"Disini ternyata" ucap Lisa menghampiri para orang tuanya.
" Kamu mau kemana na?" tanya mama Lilis.
" Aku lagi cari mama " jawab Lisa, duduk disamping mama Lilis.
"Zidan mana?"tanya mama Lilis
"Dikamar mah, katanya dia lagi gak enak badan" jawab Lisa.
"Ooo...Mungkin dia kecapekan, biarkan dia istirahat" ucap mama Lilis.
"Mama lagi ngapain disini, papa dan ayah mana?" tanya Lisa yang tak melihat ayah dan papanya.
"Mereka sudah pergi bekerja, katanya ada meeting." ucap mama Lilis.
Mama Lilis dan Lisa pun berbincang bersama. Mama Lilis memberi Lisa saran bagaimana cara menjadi istri idaman untuk anak nya. Lisa sangat membutuhkan saran - saran mama mertuannya itu.
~•••~
Readers tersayang jangan bosan - bosan ya nunggu kelanjutannya.
jangan lupa gerakkan jempolnya buat like, komen dan kalau kalian suka jangan lupa juga di favorit sekalian votenya. Terima kasih☺