ZIDAN Dan LISA

ZIDAN Dan LISA
Lu ngancem?


Lisa pergi ketaman belakang rumahnya karna disana adalah tempat ternyaman baginya untuk mengangkat telponnya saat ini.


Halo ~Lisa


Halo Lis ini gw Reyhan ~ Reyhan


Iya Rey ada apa? ~ Lisa


Gw nanyain pesanan gaun buat adek gw, apa gaunnya sudah jadi? ~ Reyhan


O iya Rey, tunggu bentar ya gw cek dulu ~ Lisa


baiklah ~ Reyhan


Bentar lagi lo gw telpon ok ~ Lisa


Ok bye ~ Reyhan


Bye ~ Lisa


Setelah mematikan panggilannya, Lisa pun mengecek pesan gaun adeknya Reyhan. Lisa menghubungi Sindi sekretarisnya.


tuuut...tuuut....


Halo Lis, ada apa? ~ Sindi


Halo Sin, gw mau nanya gaun pesenan atas nama Reyhan uda ok belum? ~ Lisa


Bentar gw cek dulu ~ Sindi


....


O udah Lis uda, tinggal di jemput aja lagi ~ Sindi


Ok thanks ya bye ~ Lisa.


Bye ~ Sindi


Lisa mematikan sambungan telponnya dan mencari no ponsel Reyhan kembali


Tuuut...tuuut...


Halo Rey ~ Lisa


Iya, gimana uda siapkah? ~ Reyhan


Uda, lu tinggal jemput ~ Lisa


Ok makasih ya Lis ~ Reyhan


Iya sama - sama ~ Lisa


Yaudah kalau gitu gw tutup dulu ya Lis, Bye ~


Reyhan


Bye ~ Lisa.


Lisa pun menutup panggilannya, dia masih menggenggam ponselnya dan dia larut akan pikirannya.


"Dari siapa?" tanya Zidan yang tiba - tiba datang dan tanpa peemisi dia duduk disamping Lisa.


" Bukan urusan Lo" ujar Lisa hendak berdiri tapi tangannya ditahan oleh Zidan.


"Gw pengen Ngomong" ucap Zidan. Lisa duduk kembali dan menatap kedepan melihat bunga - bunga mawar yang sedang bermekaran.


"Kalau orang lagi ngomong tu dilihat jangan diabaikan!!" seru Zidan.


" Ya ngomong aja, gw dengerin kok" balas Lisa.


"Ck yaudah gw gak jadi ngomong" ucap Zidan.


" Aish tinggal ngomong doang apa susahnya sih" ujar Lisa.


" Gw gak suka, kalau gw sedang ngomong lawan bicara gw gak liat kearah gw." ujar Zidan.


"Cepetan!!! ucap Lisa menatap Lisa.


"Gini kan enak" seru Zidan. Lisa tidak membalas omongan Zidan.


"Gw tau lu pasti berat buat ninggalin keluarga lu tapi lu harus nurut apa kata gw. karana kalau gak..." Zidan menjedah ucapannya


" Kalau gak apa?" tanya Lisa penasaran.


"Kalau lu gak nurut, berarti lu udah siap mengandung anak gw" ucap Zidan.


"Ih ogah banget gw" tolak Lisa.


"Apa maksud lu ogah ha?" tanya Zidan


" Gw gak mau punya anak sama lu,ih" jawab Lisa.


"Trus lu mau punya anak dari siapa ha? Jelas - jelas gw suami lu" ujar Zidan.


"Pokoknya gw gak mau" tolak Lisa berdiri dan berlalu pergi dari taman meninggalkan zidan.


"Dasar cewek aneh" gumam Zidan yang masih tak habis pikir dengan pola pikir istrinya itu.


"Pusing gw mikirin tu cewek" gumamnya pelan dan berlalu meninggalkan taman itu.


~


"Oma kok cepat sih pulang nya, tinggal disini aja dulu untuk beberapa hari oma. Kita kan masih kangen" ujar Lisa memeluk omanya.


Malam ini oma Lisa akan kembali pulang kerumahnya. Dia merasa sudah terlalu lama meninggalkan rumahnya.


"Gak bisa sayang, rumah oma udah terlalu lama tinggal" ucap oma.


" Baru juga dua hari oma" jawab Lisa.


"Kapan - kapan oma main kesini lagi" ujar oma mengusap kepala Lisa.


" Rose kamu gak mau peluk oma?" tanya oma melebarkan tangannya.


"Omaa" ujar Rose memeluk oma.


"Yaudah oma pamit dulu ya. Yu Dan" pamit oma kepada semua orang.


" Iya hati - hati ya oma. Hati - hati Dan mengemudinya jangan ngebut" pesan Lisa kepada Dani.


"Tenang aja kak. Aku pamit ya semua" pamit Dani. Dani adalah cucu oma yang memilih untuk tinggal dengan oma meskipun tempat tinggal oma bisa ditkatakan jauh dari kota tapi Dani tidak pernah mempermasalah kan hal itu.


"Bye oma " ucap Lisa, Rose ,Putri dan Nia.


Setelah oma dan Dani pergi, kini giliran Putri dan Nia yang pamit pulang.


" Kalau gitu kita juga pamit pulang ya" ucap Putri.


"Loh kok cepat amat sih" tanya Rose.


" Besok kita ada jadwal kuliah, jadi gak bisa lama - lama disini" jawab Nia.


"Hmm" gumam Rose sebagai jawaban kalau dia pasrah.


"Tenang besok - besok kalau kita lagi libur, kita janji bakal main kesini" ucap Putri.


"Iya" ujar Rose singkat.


" Yaudah kak Lisa, kak Zidan , Om Andre, om Dika dan tante Lilis kita pamit dulu ya" ucap mereka berdua.


"Hati - hati ya, jangan ngebut" ucap Lisa.


"Iya kak. Pergi dulu ya" pamit mereka kemudian masuk kemobil masing - masing.


Setelah mengantarkan kepulangan Oma, Dani, Putri dan Nia. Ayah Andre mengajak semuanya kembali kedalam untuk beristirahat


"Kalau gitu kita masuk yu, uda malam juga. Lebih baik sekarang kita istirahat." saran ayah Andre.


"Iya ayo kebetulan saya juga uda ngantuk " ujar Dika.


mereka semua pun masuk ke kamar masing - masing.


setibanya di kamar Lisa menatap Zidan.


"Apa? mau nyuruh gw keluar lagi?"tebak Zidan.


"Nggak, jangan asal tuduh" ujar Lisa.


"Yaudah minggir gw mau tidur" seru Zidan berjalan keatas tempat tidur dan membaringkan tubuhnya disana.


Lisa pergi ke lemari tempat penyimpanan selimut dan juga bantal. Dia mengambil satu bantal dan juga satu selimut kemudiab dia menyerahkannya kepada Zidan.


" Apa ini?" tanya Zidan bingung. Bukannya menjawab Lisa malah mengarahkan telunjuknya kearah sofa yang ada di tepi jendela.


"Yang bener aja dong lu?" tanya Zidan tidak percaya.


"Sana cepat!!" usir Lisa.


" Awas lu besok tinggal dirumah gw" dumel Zidan yang didengar jelas oleh Lisa. Zidan bangkit dari tidurnya dan berjalan kearah sofa.


"Lu ngancem gw?" tanya Lisa


" Kagak" elak Zidan. Dia sudah malas untuk berdebat dengan Lisa.


Melihat Zidan sudah berbaring di sofa, Lisa pergi ke ruang gantinya dan berganti dari pakaian biasa ke pakaian tidur. Setelah berganti pakaian Lisa bejalan menuju ke tempat tidurnya.


"huft lelahnya hari ini" gumam Lisa. Setelah beberapa saat Lisa pun terlelap. Melihat Lisa yang sudah pulas akan tidurnya, Zidan pun beranjak dari sofa dan mendekati ranjang.


"Lu tega sama gw, jadi gw juga bakalan tega ama lu" ucap Zidan pelan. Kemudian dia memindahkan Lisa ke sofa menggantikan posisinya.


"Hmm nyaman sekali tidur disini" gumam Zidan pelan.


"Pantesan tu cewek aneh gak mau pindah tempat tidur" ujar Zidan lagi. Dia mulai menutup matanya sambil tersenyum. Zidan membayangkan bagaimana marahnya Lisa ketika iya bagun besok.


"Ahh masalah besok, ya besok aja cari solusinya" ucap Zidan masa bodoh dia terlalu capek berpikir


untuk saat ini.


~•••~


Hai readers semoga suka ya sama karya aku😁


jangan lupa like dan komennya ya biar aku tetap semangat buatnya🤗