ZIDAN Dan LISA

ZIDAN Dan LISA
Malam pertama?


Sesampainya di kamar Lisa mehempaskan tubuhnya kekasur empuknya.


"Jangan langsung tidur, mandi dulu sana!!" seru Zidan yang juga baru masuk ke kamar.


Lisa yang mendengar suara Zidan sontak membuka kembali matanya dan langsung duduk di tepi ranjangnya.


"Ngapai lu disini?" tanya Lisa kaget.


"Mau bunuh lu" jawab Zidan enteng. Lisa yang mendengar itu pun langsung berdiri dan menghampiri Zidan yang sedang berdiri di depan jendela kamarnya.


" Keluar!!! gw mau tidur" usir Lisa sambil melipat keduatangannya di dadanya.


"Enak banget lu ngusir - ngusir gw" ucap Zidan melangkah mendekati Lisa. Lisa yang melihat Zidan semakin dekatpun jadi panik.


"Mau apa lu? pergi sana" ujar Lisa melangkah mundur.


" Gw mau... " ucap Zidan terus melangkah medekati Lisa.


" Jangan macam - macam lu ya" ujar Lisa terus mundur..


"Gw mau..." dia terus melakah maju hingga Lisa terbentur dipinggiran ranjangnya. Lisa sangat panik dan gugup.


"Gw mau ambil koper ini" ujar Zidan mengambil koper yang ada di samping tempat tidur. Lisa bernapas lega.


"Emang lu pikir apa?" tanya Zidan menatap Lisa. Lisa tidak menjawabnya dia hanya menggelengkan kepalanya sebagai tanda jawaban.


"Gu-gw mandi dulu" ucap Lisa gugup. Zidan yang melihat ke gugupan Lisa pun hanya tersenyum. untuk malam ini dia berhasil mengerjai Lisa.


~


Dibawa pesta acaranya masih tetap berlanjut meski tanpa sang pengantin. Rose dan sepupunya yang lain sedang berkumpul. Mereka terlihat sedang berbincang -bincang ria. karena bagi mereka tidak masalah jarang ngumpul tapi kalau sekali ngumpul mereka harus full time.


"Kalian lihat tadi suami kak Lisa ganteng banget" ujar Putri.


"Iya beruntung banget kak Lisa dijodohin sama kak Zidan" tambah Nia


"Bener banget gw juga mau dijodohin kalau calonnya yang model begituan" seru Putri lagi.


"Yaudah lu minta dijodohin aja sama orang tua lu" saran Rose.


"Yang bener aja, bisa dipenggal ni kepala kalau gw minta itu" ujar Putri


"Ha ha ha ha" mereka semua tertawa mendengarnya.


"Ngomong - ngomong ni ya, gw merasa kak Lisa tu kaya gak bahagia gitu loh tadi" seru Dani.


"Masa iya sih?" tanya Putri.


"Perasaan lu aja kali Dan" tamba Rose.


" Kalian sih terlalu fokus sama wajahnya kak Zidan" seru Dani.


"Itu gak mungkin" ujar Putri.


"Tapi gw tadi lihat kak Lisa sempet nangis pas ijab kabul selesai." ucap Nia.


"Nangis karna bahagia dong Nia" seru Rose yakin.


"Emang kak Lisa gak pernah gitu cerita sama elu kalau dia ada apa - apa gitu?" tanya Dani.


"Gak, kak Lisa tu orangnya tertutup banget. Sama gw aja adeknya jarang dia cerita. gak tau kalau sama temannya" jawab Rose.


"Atau jangan - jangan kak Lisa udah punya pacar. terus dia nangis tadi karena terpaksa ninggalin pacarnya itu" ucap Dani.


"Btw lu kok jadi kepo gini si Dan sama kak Lisa?" tanya Rose penasaran.


"Iya elu kok kaya orang yang gak suka gitu sama pernikahannya kak Lisa?" tambah Putri.


"Bukannya gitu maksud gw" bantah Dani.


"Udalah susah ngomong sama kalian" ucap Dani berdiri dan berlalu pergi.


" Ya ngambek" seru Rose yang sengaja agak dikeraskan.


" Udah biarin aja dia. Mending kita senang - senang malam ini" ujar Rose kepada mereka semua. Mereka pun kembali ngobrol dan sesekali becanda.


~


Tok...tok...tok...


Tidak ada terdengar adanya pergerakan dari dalam. Zidan kembali mengetuk pintu kamar mandi.


Tok...tok...tok...


"Lu tidur di kamar mandi?" teriak Zidan kepada Lisa. sudah 30 menit lebih Lisa di dalam kamar mandi.


Tok...tok...tok...


"Lisaaa" teriaknya


" Dalam hitungan ketiga lu gak keluar, gw dobrak ni pintu!!" seru Zidan


"Lu bisa keluar sebentar gak" ucap Lisa dari dalam.


"Gak mau, kenapa gw harus keluar? cepatlah keluar gw mau mandi juga " ucap Zidan


"Tapi gw lupa bawa baju ganti" ujar Lisa lagi.


"Itu urusan elu bukan urusan gw" jawab Zidan.


"Cepat kelar!!" teriak Zidan.


"Atau lu tutup mata aja deh please" mohon Lisa


" Yaudah cepatan gw tutup mata ini" jawab Zidan. Zidan berbalikdan menutup matanya.


ceklek


Lisa membuka pintu dan mengintip sedikit apakah Zidan benar - bener menutup matanya.


"Cepat" ucap Zidan.


"Iya" jawab Lisa berlari keluar dan masuk ke kamar gantinya.


"Udah belum " tanya Zidan


"Udaaahh"teriak Lisa


"Lagian apa yang mesti dimaluin si sama dia. Kaya ada aja yang bisa di lihat dari dia" gumam Zidan pelan. Zidan pun masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang terasa sangat lengket.


setelah selesai ganti baju Lisa pun berjalan ke meja rias mengambil hair dry. Lisa yang sedang asik mengeringkan rambut tidak sadar jika Zidan sudah keluar dari kamar mandi dan sedang menatapnya.


" Apa lu lihat - lihat" ucap Lisa garang.


" Dasar aneh" balas Zidan berjalan menuju kursi yang ada di tepi jendela. Dia mengecek ponselnya yang dipenuhi dengan ucapan selamat dari teman - temannya yang tidak bisa hadir tadi di acara pernikahannya.


Lisa yang melihat Zidan sibuk dengan ponselnya itu. Dia mengabaikannya dan berjalan menuju ranjang dan membarikan tubuhnya disana.


"Lelah banget" gumamnya. Lisa sangat kelelahan hari ini dan dia berencana akan tidur cepat.


"Buatkan kopi" pinta Zidan. Tapi dia tidak mendapatkan respon dari Lisa.


Zidan berdiri dan berjalan menuju tempat tidur. Dia melihat kalau Lisa sudah tertidur nyenyak. Zidan membenarkan letak selimut Lisa dan menyingkirkan anak rambut yang mehalangi wajah Lisa.


"Kalau diam gini lu cantik juga" ucap Zidan memperhatikan Lisa.


Zidan mematikan lampu utama dan menghidupkan lampu tidur. Dia pun membaringkan tubuhnya di samping Lisa.


" hmmm.... Begini kah malam pertama yang diceritain Ridho" gumamnya pelan dan mulai menutup matanya.


~•••~


Hai readers semoga suka ya sama karya aku😁


jangan lupa like dan komennya ya biar aku tetap semangat buatnya🤗