ZIDAN Dan LISA

ZIDAN Dan LISA
Cendol


"Hm...Lis nanti untuk makan malam bisa gak lu bikinin gw ayam bakar? gw lagi pengen makan itu" pinta Zidan, dia menoleh sebentar kepada Lisa.


"Iya ntar gw bikinin" jawab Lisa singkat.


"Ingat selamat dirumah ayah lu harus nurut sama gw" ingat Zidan kepada Lisa.


"Iya gw ingat kok, gak usah diingatkan juga" seru Lisa.


"Kan gw cuma mengingatkan,kok lo badmood gini sih?" tanya Zidan.


"Lo tau gak, ponsel gw lagi rusak" seru Lisa


"Rusak gimana, kalau gitu beli baru aja lagi kan mudah" ucap Zidan.


"Ponsel gw gak bisa terima pesan"pancing Lisa.


"Lah kok bisa, dari kapan ponsel lu seperti itu?"tanya Zidan.


"Gak tau juga, tapi yang pasti uda seminggu belakangan ini gw gak bisa terima pesan" ucap Lisa.


"Tapi anehnya, cuma pesan satu orang aja yang hilang" pancing Lisa.


"Mati gw, dia pasti nyindir gw" batin Zidan.


"Aneh ya ponsel lu, Yaudah ntar gw beli yang baru aja. Oiya lu udah menghubungi ayah belum?" tanya Zidan sengaja mengalihkan pembicaraan tentang ponsel.


"Oiya belum gw lupa, pi nanti ajalah pas kita udah nyampe rumah" jawab Lisa. Zidan menganggukkan kepalanya tanda setuju.


Zidan kembali fokus dengan jalan, dia takut nanti Lisa menanyai mengenai masalah pesannya yang hilang itu.


"Zidan berhenti - berhenti sebentar!!" teriak Lisa tiba - tiba menyuruh Zidan berhenti.


"Ciiiit..." Zidan menginjak pedal rem mendadak.


"Apa - apaan sih, bikin orang kaget aja?" tanya Zidan kesal.


"Itu gw mau beli cendol dulu" jawab Lisa tersenyum.


"Cuma gara - gara cendol lu hampir bahayain nyawa orang tau gak" kesal Zidan.


Lisa mengulurkan tangannya kearah Zidan. Zidan yang melihatnya pun heran.


"Apa?"tanya Zidan bingung.


"Minta uang, gw lupa bawah uang cash" ucap Lisa.


"menyusahkan saja" ujar Zidan.


"Lo gak ikhlas? ntar dirumah gw ganti" ucap Lisa yang melihat Zidan cemberut kesal.


"Ikhlas, siapa bilang gw gak ikhlas" jawab Zidan mengeluarkan satu lembar uang kertas warna merah.


"Thank you, lo mau gak?" tanya Lisa.


"Ya mau lah, masa gw cuma ngeliatin lu doang" ujar Zidan.


"Yaudah tunggu bentar " Lisa keluar untuk membeli cendol, dia membeli banyak karena dia teringat dengan adik dan juga bi Anah.


"Lah kok banyak banget" tanya Zidan heran saat Lisa masuk ke mobil membawa banyak cendol.


" Iya gw beliin untuk Rose sama bi Anah sekalian" jawab Lisa. Zidan mengangguk paham, dia mulai menjalankan kembali mobilnya.


Setibanya dirumah ayah Andre, Zidan menghentikan mobilnya. Lisa turun terlebih dahulu dan berlalu begitu saja meninggalkan Zidan.


"Hey Lisa tungguin gw" teriak Zidan yang baru turun dari mobil. Lisa tidak mengubrisnya, dan saat masuk ke dalam rumah.


Diruang tamu terlihat Rose sedang mengerjakan tugasnya, seketika itu Rose menghentikan aktivitasnya dan menegur Lisa.


"Kakak" panggil Rose.


"Hai Rose" sapa Lisa. Rose berdiri dan menghampiri Lisa.


"Kaka kesini dengan siapa?"tanya Rose.


"Dengan kak Zidan"jawab Lisa.


"Terus kak Zidannya kemana?" tanya Rose yang tidak melihat keberadaan Zidan.


"Itu tadi lagi memakirkan mobil" ucao Lisa.


"Ooo... Btw kakak bawa apa itu?" tanya Rose menatap bungkusan yang diawaoleh Lisa.


"Ooo..ini tadi kakak belokan es cendol, ambil lah satudan satunya lagi untuk bi Anah" uca Lisa.


Rosepun mengambil cendol yang dibelikan Lisa untuknya.


"Apa kau melihat bi Anah?" tanya Lisa


"Bi Anah lagi di dapur kali" jawab Rose kembali ke tempat duduknya. Lisa pun pergi kedapur menghampiri bi Anah.


Tak lama setelah Lisa pergi, Zidan pun masuk kedalam rumah dengan tampang kesal.


"Hai kak Zidan" sapa Rose


"Eh Ros, apa kau melihat Lisa?"tanya Zidan kepada Rose.


"Kak Lisa lagi kedapur nyari bi Anah" jawab Rose.


"Oo... Makasih ya" Ucap Zidan berlalu pergi.


Awalnya Zidan berniat menyusul Lisa kedapur tapi setelah dipikir - pikir olehnya. Mendingan dia menunggu Lisa di kamar saja. Didapur Lisa sedang asik ngobrol dengan bi Anah.


"Bibi" panggil Lisa


"Udah bi, barusan. Ini tadi Lisa beli cendol jadi, sekalian beliin buat bibi" ujar Lisa mengulurkan cendol ke bi Anah.


"Terima kasih ya non" ucap bibi menerima cendol dari Lisa.


"Aku minta gelas dua ya bi. Bibi apa kabar?" tanya Lisa. Bibi mengulurkan dua gelas kosong kepada Lisa.


"Kabar bibi baik kok non, non sendiri apa kabar?" tanya bibi.


"Aku baik bik, oya bik untuk menu makan malam ini tolong buatkan ayam bakar ya bi. Tadi suami aku minta dibikin itu" pinta Lisa. Lisa memindahkan cendol yang diawanya tadi kedalam gelas.


"Baik non, apa masih ada makanan lain yang non pengen?" tanya bibi.


"Gak bi cukup itu aja" jawab Lisa.


"Yaudah, aku pamit kekamar dulu ya bi" pamit Lisa.


"Iya non. Sekali lagi makasih cendolnya ya."Ucap bibi.


"Iya bi" jawab Lisa berlalu pergi meninggalkan dapur.


Dikamar Zidan sedang Melihat kamar istrinya itu. waktu dia dua hari menginap disini dia tidak sempat melihat - lihat kamar Lisa karena waktu itu dia sibuk berantem dengan istrinya itu.


Ceklek


"Sedang apa?" tanya Lisa masuk kedalam kamar, dia meletakkan Cendol yang dibawa nya ke atas meja di dekat sofa kamarnya.


"Sedang melihat - lihat saja, kemaren kan gw nggak sempat lihat - lihat" jawab Zidan.


"Apa yang mau dilihat disini tidak ada apa - apa dan jangan melakukan hal yang aneh - aneh ini kawasan gw" tutur Lisa, berjalan menuju sofa.


"Hayuk sini, ntar cendolnya keburu esnya mencair. Kan jadi nggak enak" ajaj Zidan duduk di sofa. Zidan menghampiri Lisa dan menerima uluran satu gelas cendol yang di ulurkan oleh Lisa.


"Hmmm....Lezatnya" gumam Lisa saat memakan cendol miliknya. Zidan tersenyum melihat Lisa melahap cendolnya.


"Kenapa lu suka banget sama Cendol?" tanya Zidan.


"Karena enak" jawab Lisa singkat.


"Anak TK juga tau, kalau cendol itu enak" ucap Zidan, Lisa terkekeh mendengar ucapan Zidan


"Hmmm... Kenapa ya, mungkin karena almarhum bunda juga suka cendol kali" ujar Lisa, kembali memakan isian cendolnya. Zidan yang mendengarnya pun terdiam.


"Hanya karena itu" pikir Zidan


"Kenapa Lu diam?" tanya Lisa.


"Emang gw harus gimana lagi?" tanya Zidan balik.


"Ya aneh aja, biasanya lu kan selalu cari gara - gara sama gw" ujar Lisa.


"Gw lagi malas aja debat ama lu, tambah lagi gw capek banget tadi dikampus banyak kerjaan" tutur Zidan.


"Yaudah mending habia ini lu mandi dan kemudian istirahat" saran Lisa, Zidan hanya mengangguk setuju dengan Lisa karena dia benar - benar lelah hari ini.


Setelah cendolnya habis Lisa mengambil bekas gelas mereka dan membawanya ke dapur.


"Lu mau kemana?" tanya Zidan saat Lisa hendak keluar kamar.


"Kedapur, mau bantuin bibi masak. Tapi katanya elu mau ayam bakar" ujar Lisa.


"Nggaj usah biar bibi aja yang bikin, lu sini aja temenin gw istirahat" ucap Zidan.


"Tapi gw udah janji sama bibi, lagian gw mau bikin sendiri ayam bakar permintaan lo itu" tolak Lisa, sebenarnya membantu bibi itu adalah alasan Lisa untuk menghindari Zidan, dia belum siap jika Zidan meminta hakny.


"Hmm...Baiklah, tapi sebelum pergi tolobg carikan gw pakaian ganti" pinta Zidan. Lisa kembali masuk kekamar, dia mengambilkan baju Zidan yang ada di dalam lemarinya. Waktu Zidan tinggal disini sehabis mereka menikah waktu tu, Lisa sengaja meninggal kan pakaian Zidan agar mereka kalau berkunjung, tidak perlu repot - repot lagi membawa pakaian ganti.


"Ini pakailah" ucap Lisa dan berlalu pergi ke dapur.


"Kenapa dia, seperti menghidar dari gw ya?" pikir Zidan. Diapun pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


"Ah merendam enak kali ya" ucapnya saat melihat bak mandi Lisa. Dan akhirnya Zidan pun memutuskan untuk berendam.


Sementara Lisa didapur sedang asik bergelut dengan peralatan dapurnya. Tiba - tiba terdengar seseorang yang memencet bel.


Ting tong... Ting tong


"Non ada yang datang" ucap bi Anah yang sedang membersihkan ayam.


"Iya bi, tapi didepan ada Rose kok bi" jawab Lisa yang kembali fokus dengan kerjaannya.


Ting tong... Ting tong...


"Belnya bunyi lagi non, mungkin non Rose sudah pergi" ucap bi Anah


"Yaudah bi biar saya buka dulu pintunya" ujar Lisa, meletakan pisau yang sedang di pegangnya.


"Iya non" jawab bibi. Lisa pun berlalu menuju pintu depan.


Ting tong...Ting tong....


"Iya tunggu sebentar"sahut Lisa.


"Ceklek" Lisa membuka pintu.


~•••~


Hayooo kira - kira siapa ya yang datang?🤔


Tunggu kelanjutannya ya😉


Jangan lupa like dan komennya ya dan kalau kalian suka jangan lupa juga Favoritkan ZIDAN DAN LISA ya😊