
Lisa pergi kedapur dan mengambil minumam dan beberapa snack untuk para sepupu - sepupunya itu.
"Sini kak sini" panggil Rose. Lisa pun datang menghampiri mereka dan meletakkan makanan ringan yang di bawanya tadi.
"Nah ini dia calon pengantinnya" seru Putri.
"Apaan si Put" ujar Lisa malu.
"Ngapain malu sih kak sama kita juga" ujar Dani
"Kak ceritain dong, awal mula kakak ketemu sama calon suami kakak" pinta Putri.
" Ceritanya biasa - biasa aja kok dek, gak ada yang special - special amat" ujar Lisa.
"Gak papa ceritain aja kak, kita kan penasaran" seru Dani.
"Ini lagi, cowok kok hobi gosip" seru Lisa.
"Hehehe gak papa kali kak, kepo sama saudara sendiri" jawab Dani.
Lisa pun meceritakan kepada mereka kalau dirinya dijodohkan oleh ayahnya.
"Dijodohkan?" ucap Dani
"Iya, ya mau gimana lagi. Kakak gak bisa nolak, kalian kan tau sendiri kalau kakak gak bisa nolak permintaan ayah kakak." jelas Lisa kepada adik - adik sepupunya.
"Terus orang yang dijodohkan sama kakak itu orangnya gimana?" tanya Putri.
"Kalian tau dia itu orangnya tampan banget" hebo Rose memotong percakapan mereka.
"Benarkah" Putri pun seketika hebo
"Iya dia itu dosen di kampus gw" ujar Rose.
"Jadi penasaran, lu punya potonya kagak?" tanya Putri.
"Kasih liat kita dong" ujar Dani.
"Eh Dan lu kan cowok kok lu lebih semangat sih dari pada kita - kita yang cewek?"seru Putri.
"Hehehe....kan penasaran"ujar Dani.
"Buat apa sih kalian pengen liat fotonya. Orang dia besok kesini, nah kalian kan bisa tu liatnya secara live." ujar Rose.
"Bener juga" ucap Dani dan Putri.
Lisa yang melihat para sepupunya pada hebo yang penasaran dengan Zidan pun hanya bisa geleng - geleng kepala.
"Kak Lisa kok diam aja sih dari tadi. Gugup ya kak" seru Nia.
" Gimana kakak mau ngomong, kalian aja hebo gak jelas. Ya mending kakak liatin kalian aja." ucap Lisa
"Ini uda jam 22.00 kita tidur yuk" ajak Losa kepada mereka.
"Kok cepat banget kak. bentar lagi napa? kan kita jarang - jarang bisa ngumpul gini" ujar Rose.
"Yaudah kalian lanjut aja. kakak mau istirahat dulu" ucap Lisa. Berlalu pergi ke taman menemui omanya untuk diajak tidur.
"Oma tidur yuk" ajak Lisa kepada oma
"Yuk" ajak Oma.
"Mama sama Lisa ke kamar duluan ya" pamit oma kepada anak - anaknya.
"Iya good nigth ma" ucap semia anaknya.
Oma dan Lisa pun berlalu pergi dari taman menuju kamar Lisa.
sesampainya di kamar, Lisa mengantarkan oma ke ranjang sementara dia masuk ke kamar mandi untuk mengganti baju tidurnya.
"Oma belum tidur?" tanya Lisa saat dia melihat omanya masih duduk diatas tempat tidur.
"Belum, oma kan nungguin kamu" ujar oma.
"hmm oma bisa aja. yaudah yuk tidur" ajak Lisa naik keatas tempat tidur dan bebaring di samping oma.
"Apa Lisa seneng?" tanya oma tiba - tiba. mendengar pertanyaan oma. Lisa yang semula sudah menutup matanya. dia kembali membuka matanya dan menatap oma.
"Maksud oma apa?" tanya Lisa. mengubah posisi tidurnya menghadap oma.
"Apa Lisa seneng dengan pernikahan ini?" tanya oma lebih jelas
"Li-lisa se-seneng kok oma" ucap Lisa.
"Jangan bohong sama oma" seru oma
"Oma mah tau kalau kamu pasti gak suka dengan pernikahan ini. Apa alasannya?" tanya oma. menghapus air mata Lisa yang tiba - tiba menetes.
"Lisa gak suka sama Zidan. Dia jahat oma" ucap Lisa.
"Kamu udah pernah bilang sama ayah kamu kalau Zidan itu anak yang tidak bener?" tanya oma lagi.
"Tidak oma, Lisa nggak mau ayah kecewa dan sedih" ujar Lisa.
"Yang sabar ya sayang, semoga aja dengan berjalannya waktu Zidan bisa berubah" ucap oma. Lisa menanggapinya dengan anggukan kepalanya.
" Sekarang pun kalau nolak atau membatalkan udah percuma oma" ujar Lisa.
"Iya nak" ucap oma menepuk - nepuk punggu Lisa. dan tak beberapa Lisa pun tertidur.
"Maafkan oma nak, oma tak bisa bantu." ujar oma.
~
Pagi ini dirumah Lisa sangat rame. Beda banget dari hari - hari biasnya.
dikamar Lisa sedang duduk termenung di depan kaca. Dia menatap pantulan dirinya di depan kaca.
"Ini akhir dari semuanya" ujar Lisa.
Tok...tok...tok...
"Kak Lisa gw masuk ya" ucap Rose dan Putri
"Wah kak lu cantik banget" puji Rose. Lisa tidak menanggapi ucapan Rose.
"Yuk kak turun ,pak Zidan dan keluarganya udah nyampe" aja Rose dan putri.
"Aduuuh kakak calon suami kakak ganteng banget" Hebo Putri.
"Ih norak banget sih lo" ujar Rose. Lisa yang melihat mereka dari pantulan cermin pun hanya bisa tersenyum
"Yuk keluar" ujar Lisa.
"yuk yuk" ajak mereka berdua.
~
Saat menuruni anak tangga semua mata tertuju kepada Lisa. Semua orang memuji akan kecantikan Lisa dan begitu juga dengan Zidan yang tepanah dengan kecantikan Zidan.
"Lisa cantik ya Zi?" tanya mama Lilis.
"Biasa aja ma" ujar Zidan dingin. Dia menyimpan keterpesonaannya kepada calon istrinya itu.
Lisa pun duduk disamping Zidan. Dia menolehkan kepalanya dan menatap Zidan Dingin.
Zidan yang merasa diperhatikanpun membalas tatapn Lisa. untuk beberapa detik mereka saling tatap - tatapan.
"Udah tatapannya nanti saja dilanjutin. Sekarang kita mulai dulu akad nikahnya" seru pak penghulu.
Lisa dan Zidan tidak menanggapi perkataan pak penghulu mereka hanya dia saja.
"Baiklah karena semuanya sudah ada disini. kita akan mulai prosesi ijab kobulnya" ujar pak penghulu.
lalu kemudian pak penghulu mejelaskan aturan dan tata cara dalam melakukan ijab kobul.
"saudara Zidan, apakah anda sudah siap?" tanya pak penghulu kepada Zidan
Zidan pun mengangguk pelan,kemudian pak penghulu beralih menatap pada Lisa.
"Bagaimana saudari Lisa, apkakah anda sudah siap?" tanya pak penghulu kepada Lisa. Lisa pun menganggukkan kepalanya.
"Saya nikahkan dan kawinkan engkau saudara Zidan pratama,dengan putri saya Lisa wijaya,dengan mas kawin dibayar tunai...."
"Saya terimah nikah dan kawin nya ,Lisa wijaya dengan mas kawin di bayar tunai." jawab zidan dalam satu nafas, semua yang hadir menghembuskan nafas lega.
"bagaimana para saksi? Sah" tanya pak penghulu
"Sah!!!!" seru semua orang yang ada di dalam ruang tersebut.
Lisa meneteskan air matanya mendengar bahwa dirinya telah sah menjadi istri dari orang yang paling iya benci.
Oma dapat melihat raut kesedihan dimata cucunya itu. 'kamu harus kuat nak, ini adalah yang terbaik untukmu'ucap oma dalam hati. Sebenarnya semalam ketika Lisa tidur oma keluar dan menemui Andre untuk menanyakan siapa Zidan sebenarnya. Andre memberitau oma kalau Zidan adalah anak sahabatnya Dika dan sangat mengenal siapa Dika. maka dari situlah oma yakin kalau Zidan adalah orang yang tepat untuk cucunya.
~•••~
Hai readers semoga suka ya sama karya aku😁
jangan lupa like dan komennya ya biar aku tetap semangat buatnya🤗