
"Sekarang lu mau model yang gimana buat gaun adek lu itu?" tanya Lisa memperlihatkan katalog - katalog baju rancangannya.
"Gw juga gak paham, coba deh lu rekomendasiin yang mana bagusnya" pinta Reyhan.
"Hmm.. yang ini aja gimana? di lihat dari warnanya sangat girly banget dan warna ini tu sangat cocok dengan kulit adek lu yang putih"saran Lisa
"Boleh juga, yaudah gw pilih yang ini. Dua hari lagi siap gak tu?" tanya Reyhan
"Lu tenang aja" jawab Lisa.
Tok...tok...tok...
"Iya tunggu bentar"sahut Lisa
" Baiklah kalau gitu gw pamit dulu ya" ujar Rey
"Ya kok cepat amat sih Rey" ucap Lisa
Tok... tok...tok...
"Siapa sih itu gak sopan amat, lagian Sindi mana lagi" seru Lisa kesal.
"Gw mau pergi kerja dulu Lis, kapan - kapan deh gw main lagi kesini" janji Rey.
"Janji ya" ucap Lisa mengukurkan kelingkingnya.
"Ih masih kaya bocah aja lu" ujar Reyhan.
"Bodo, cepat mana kelingking lu" seru Lisa. Mereka pun menautkan kelingkingnya.
" Gw pergi dulu ya" pamit Reyhan berdiri dari duduknya dan melangkah keluar.
Ceklek
Saat Reyhan membuka pintu dia melihat seorang laki - laki yang berdiri di depan pintu.
"Siapa lu?" tanya laki - laki itu yang kelihatannya sedang menahan amarah.
"Dia client Lisa tuan" ujar Sindi.
"Ooo" seru pria itu, kemudian masuk ke dalam ruangan Lisa.
"Ngapain lu kesini?" ucap Lisa cuek
"Ini" ujar Zidan. meletakan totebag yang dia bawa tadi.
"Apa ini?" tanya Lisa.
"Punya matakan, buka dan lihat lah" seru Zidan. Berlalu pergi meninggalkan ruangan Lisa.
"Dasar menyebalkan" ucap Lisa. membuka totebag tersebut dan ternyata didalamnya adalah undangan pernikahan.
Lisa termenung melihat tumpukan cetakan undangan itu.
"Dua hari lagi hidupku akan berubah" ucap Lisa lirih.
~
Zidan sedang sibuk memeriksa berkas - berkas perusahaan papanya. Hari ini dia tidak ada jadwal menjadi dosen, jadi disinilah dia di perusahaan papanya.
drrrtt....drrrrtt...
Halo ada apa ma? ~ Zidan
Undangannya uda kamu kasih? ~ mama Lilis
Udah tadi sebelum berangkat kantor aku kasih. ~ Zidan
Baguslah ~ mama Lilis
Mama sama papa kapan kesini? ~ Zidan
Besok kami kesana ~ mama Lilis.
Yaudah, aku tutup dulu ya ~ Zidan
Iya ~ mama Lilis
Zidan meletakkan kembali ponselnya dan kembali fokus ke lembaran - lembaran kertas yang ada di hadapannya.
Tok...tok...tok...
"Masuk" sahut Zidan dari dalam.
"Hey bro apa kabar lu?" tanya Ridho teman Zidan.
" Bisa lu liat sendiri lah, gw baik - baik aja" jawab Zidan.
"Denger - denger lu bentar lagi mau nikah ya?" tanya Ridho.
"Tau dari mana?" tanya Zidan
"Bokap lu yang bilang" sahut Ridho
"Ya begitulah" ucap Zidan
"Jadi beneran, sama siapa?" tanya Ridho hebo.
"Lisa" ucap Zidan singkat.
"Lisa mana?"serunya.
"Lisa wijaya" seru Zidan lagi.
"Wait... Wait... Bukannya dia bahan taruhan lu dulu?"tanya Ridho. Mendengar perkataan Ridho, Zidan menghentikan kegiatannya.
"Hampir" ujar Zidan menatap Ridho dingin.
"Ya kalau gak Lisanya keburu tau, pasti jadi korban dia mah"seru Ridho.
"Iya, itu semua karena mulut lu yang dower itu" seru Zidan kesal.
"Hehehe" Ridho hanya terkekeh.
" Dan karena hal itu dia jadi berubah sama gw" seru Zidan.
"Itu karma namanya" ujar Ridho menepuk pundak Zidan.
"Ye marah, yaudah gw balik dulu ya" pamit Ridho, yang ditanggapi dengan anggukan kepala oleh Zidan.
Setelah Ridho pergi Zidan jadi kepikiran dengan ucapan temannya itu.
"Apa iya dia benci sama gw karna itu?" gumamnya.
"Tapi gak mungkinlah" gumamnya lagi, kemudian kembali fokus dengan kerjaannya.
~
Pada malam harinya Lisa sedang duduk santai ditepi jendela kamarnya dengan sebuah buku novel yang menemaninya.
Tok...tok...tok...
"Tunggu sebentar" seru Lisa. Berjalan membukakan pintu
Ceklek
"Ada apa Rose?" tanya Lisa kepada adiknya.
"Aku mau pinjam dress kakak." ujarnya
"Lah bukannya dress kamu banyak" ucap Lisa.
"Iya, tapi gak ada yang cocok dengan temanya kak" jawab Rose.
"Emang kamu mau kemana?" tanya Lisa penasaran
"Aku mau ngedate sama pacar aku" seru Rose tersenyum.
"Yaudah kamu pilih aja sendiri" ucap Lisa.
"Terima kasih kakakku" balas Rose memeluk kakaknya .
Sementara Rose memilih - memilih baju, Lisa melanjutkan aktifitasnya yang tertunda tadi ketika Rose menghampirinnya.
"Kak aku pilih yang ini ya" seru Rose menunjukan dress yang dipinjamnya.
"Nanti pulangnya jangan terlalu malam ya" ucap Lisa, mengingatkan Rose.
"Ok boss" ucap Rose sengaja menirukan Gerakan tentara. Kemudian Rose berlalu pergi kekamarnya.
"Ih itu anak, kebiasaan kalau keluar gak nutup pintu" ujar Lisa berjalan menutup pintu dan sekalian menguncinya.
Lisa kembali melanjukan kegiantanya hingga dia tak bisa menahan rasa kantuk yang menyerangnya sadari tadi, dan pada akhirnya Lisa mengalah. Dimenutup bukunya, kemudian bejalan kearah ranjangnya.
~
Tok...tok...tok....
"Lisa" panggil seseorang dari luar.
Tok...tok...tok....
"Lisa buka pintunya" teriak orang itu lagi.
"Hmmm" gumam Lisa mengucek matanya.
"Iya tunggu sebentar" teriak Lisa.
Ceklek
"Ayah?" seru Lisa.
"Lis, tadi kata tante Lilis dia udah menitipkan undangannya ke kamu. Mana undangannya?" tanya ayah Andre.
"Oiya aku lupa memberikannya ke ayah. tunggu sebentar" ujar Lisa berjalan menuju meja kerjanya dan mengambil totebag yang ia bawa dari butik tadi.
"Ini yah undangannya" ucap Lisa.
"Baiklah, istirahatlah lagi nak" seru ayah Andre.
"Good nigth ayah" ucap Lisa
"Good nigtg too sayang" balas ayah Andre
Lisa menutup pintu dan kembali naik ke atas ranjangnya.
~
Dipagi harinya Lisa terbangun karena suara Ribut yang berasal dari lanta bawah.
"Suara apa sih itu, ribut banget" kesal Lisa karena merasa tidurnya terganggu. Lisa bangkit dari tidurnya dan langsung ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Setelah selesai membersihkan diri Lisa pun turun kebawah dan melihat begitu banyak orang di rumahnya yang sedang berlalu lalang.
"Rose ada apa ini" tanya Lisa menghampiri Rose yang sedang berada di ruang makan.
"Itu kan tukang dekor kak" jawab Rose.
"Ada acara apa emang?" tanya Lisa bingung
"Bener - bener dah ni orang tua. ini tu buat pesta kakak besok gimana sih" ucap Rose.
"Ooooo......APA?" ujar Lisa kaget.
"Tapi bukannya minggu depan?" tanya Lisa
" Ini tu uda seminggu kakakku yang cantik" jawab Rose.
"Benarkah, kenapa waktu berlalu begitu cepat?" gumam Lisa lirih.
" Sekarang mendingan kakak sarapan setelh itu masuk kamar lagi" seru Rose.
"Masuk kamar gimana, kakakkan harus ke butik" ujar Lisa
"Gak boleh, hari ini kakak harus cuti." ucap Rose.
"Tapi...."
~•••~
Hai readers semoga suka ya sama karya aku😁
jangan lupa like dan komennya ya biar aku tetap semangat buatnya🤗