
Saat kembali ke kamar Zidan mendapati Lisa sudah tetidur pulas sembari memeluk guling.
"Dia sudah tidur?"
"Ku kira dia menungguku…" imbuhnya.
"Apa ini?" tanya Zidan. Ia mengambil pakaian yang di siapkan oleh Lisa tadi untuknya. Saat Zidan mengangkat pakaian itu, ia sangat kaget melihat modelnya.
.
"Apa - apaan ini?…" ucap Zidan pelan.
"Mana mungkin aku pake yang beginian"
"Apa mungkin dia salah ambil ya…" gumam Zidan. Ia mengambil pakaian itu dan meletakkannya kembali kedalam lemar, kemudian Zidan mengambil baju piyama miliknya.
Zidan beralan ke ranjang, ia membaringkan tubuhnya di samping Lisa. Dengan refleks Lisa langsung memeluk tubuhnya.
Zidan membenarkan letak selimut istrinya sembari tersenyum melihat tingkah istrinya yang mendadak sedikit manja kepadanya.
"Apa ini bawaan bayi nya ya…" ucap Zidan pelan
"Terima kasih sayang, kamu hadir dan membawa kebahagiaan di tengah - tengah papa dan mama." ucap Zidan sambil mengelus pelan perut Lisa yang masih datar.
Sebelum tidur Zidan mengecup perut, pipi dan bibir Lisa. Ia tersenyum senang, kemudian membalas pelukan sang istri.
"Good nigth my wife " ucap Zidan.
~
Keesokkan paginya, Zidan bangu lebih dulu. Ia tiba - tiba merasa mual, dengan buru - buru Zidan lari ke kamar mandi.
Lisa pun terbangun karena gerakan kasur yang di ciptakan oleh suami begitu kuat. "Kamu kenapa?" tanya Lisa saat mendengar Zidan muntah - muntah di kamar mandi.
"Kamu kenapa?" tanya Lisa lagi, ia berjalan menuju kamar mandi. Didalam kamar mandi Lisa melihta suaminya terkapar lemas.
"Astaga, Zi…" Lisa berlari menghampiri suaminya.
"Kamu kenapa?"
"Gak tau? Tadi aku pas bagun tidur, tiba - tiba merasa mual." ucap Zidan lemah.
"Ayo aku bantu berjalan ke tempat tidur…" ujar Lisa, ia membantu Zidan untuk berdiri dan berjalan kembali ke ranjang.
"Duduklah dulu, aku ambilkan teh hangat…" ucap Lisa. Sebelum keluar dari kamar Lisa mebantu Zidan untuk duduk bersandar di tepi tempat tidur, setelah memastikan keadaan suaminya baru lah Lisa pergi kedapur untuk membuatkan teh hangat untuk Zidan.
Di dapur sudah ada mama Lilis yang sedang membuatkan sarapan untuk mereka.
"Selamat pagi mah"sapa Lisa.
"Pagi sayang…"
"Zidan mana?"tanya mama Lilis
"Dia masih di kamar mah, tadi dia habis muntah - muntah…" ujar Lida berjalan mengambil cangkir dan sendok.
"Muntah? Muntah kenapa Lis?" tanya mama Lilis.
"Gak tau juga ma, tadi pas bangun dia tiba - tiba udah muntah - muntah."
"Atau masuk angin kali ya mah…" imbuh Lisa. Ia menuangkan air panas kedalam cangkirnya dan mengaduk teh itu.
"Yaudah mah, aku ke kamar dulu ya. Mau ngasih ini ke dia…"
"Kasihan aku liatnya mah, sekarang dia lagi terkapar di atas tempat tidur." ucap Lisa.
"Iya sayang, kamu jangan lupa kasih dia minyak angin ya, biar anginnya keluar." ucap mama.
"Iya mah, maaf ya mah, aku gak bisa bantu mama masak." seru Lisa.
"Gak papa sayang, kamu urus aja Zidan ya. Dan ingat kamu lagi hamil, jadi hati - hati" ucap mama Lilis memperingati menantunya.
Lisa menganggu dan berlalu pergi ke kamarnya.
Di kamar, terlihat Zidan sedang duduk lemas. Saat Lisa masuk kamar Zidan tiba - tiba merasa mual kembali.
"Zi, ini aku bawakan teh…"
"Mmmmffppp…" Zidan berlari ke kamar mandi. Lisa sangat kaget melihatnya. Di letakkannya gelas teh yang di bawanya tadi di atas meja. Kemudian ia pergi menghampiri Zidan ke kamar mandi.
"Stop…" teriak Zidan saat melihat Lisa akan masuk ke kamar mandi.
"Kenapa?…"tanya Lisa heran.
"Kamu tunggu aku di sana aja…" ucap Zidan menunjuk tempat tidur.
"Tap…"
"Ku bilang jangan mendekat!!" teriaknya lagi, saat Lisa tidak menghiraukan ucapannya.
"Baiklah." dengan terpaksa Lisa kembali ke tempat tidur dan mengamati Zidan dari sana.
"hppfft bhuekk… Hueeek…" Zidan terus muntah - muntah, meskipun tidak ada yang keluar dari mulutnya itu, tapi rasa mual yang terus menyerangnya.
"Iya, tolong suruh dokter cepat kemari, aku sunggu sudah tidak tahan" seru Zidan lemah.Lisa pun mengambil ponselnya dan menghubungi dokter. Ia menyuruh dokter agar cepat kemari.
"Aku sudah menyurh dokter kemari, apa kau sudah selesai? Ayo aku bantu berjalan" ucap Lisa berdiri hendak berjalan ke arah Zidan.
"Tidak perlu, kau tolong panggilkan Dani saja. Biar dia yang membantu ku." ucap Zidan
"Tapi, aku kan bisa mebantumu. Kenapa harus merepotkan Dani?" tanya Zidan.
"Panggilkan saja!!" suruh Zidan lagi.
"Iya…iya aku panggilkan…" ucap Lisa, ia pun berjalan menuju kamar yang di tempati Dani.
"Kenapa dia aneh sekali pagi ini? Dasar menyebalkan…"gerutu Lisa.
Tok… Tok… Tok…
"Dani…"
Tok… Tok… Tol…
"Dan, apa kau sudah bangun?" teriak Lisa
Ceklek
Dani pun membuka pintu kamar dengan penampilan yang acak - acakkan khas orang bangun tidur.
"Ada apa kakak, ke kamarku?" tanya Dani dengan suara seraknya.
"Kamu baru bangun ya, maaf kakak harus mengganggumu pagi - pagi begini." ucap Lisa tak enak hati.
"Iya nggak apa - apa kak. Ada apa?" tanya Dani lagi.
"Itu, kak Zidan sedang muntah di kamar mandi dan di ingin minta tolong sama kamu." ucap Lisa.
"Tolong? Apa yang harus aku bantu kak?" tanya Dani heran.
"Apa kakak gak bisa membantunya…" serunya.
"Itu masalahnya, dia gak mau kakak bantu. Dia maunya sama kamu…" jawab Lisa.
"Ha…Kenapa suami kakak aneh banget sih?"
"Yaudah ayo…" ajak Dani berjalan menuju kamar Lisa.
sesampainya di kamar Dani langsung menuju kamar mandi dan dia kaget melihat kondisi Zidan yang bener - benar lemas itu.
"Kak Zidan, kakak gak apa - apa kan?" tanya Dani menghampiri Zidan.
"Gak tau,rasanya aku lemas banget…" ucap Zidan.
"Ayo aku bantu, kembali ke tempat tidur. Dani membantu Zidan berdiri dan membopongnya ke tempat tidur.
Setelah Dani membantu Zidan berbaring Lisa dengan telaten menyelimuti dan memberikan suaminya itu minum.
"Mhhpppfff…" dengan cepat Lisa kembali berlari ke kamar mandi.
"Zidan…"
"Jangat mendekat, kau keluar saja dari kamar ini!!" teriak Zidan. Ia kembali muntah - mintah gak jelas. Lisa menangis mendengar bentakan suaminya itu.
"Ada apa ini?" tanya mama Lilis yang berdiri di depan pintu kamar mereka.
"Itu tante, kak Zidan muntah - muntah saat melihat kak Lisa." jawab Dani. Lilis menatap anak menantunya itu dan kemudian ia pergi menghampiri Zidan di kamar mandi.
"Zi, kamu gak apa - apa nak?" tanya mama Lilis, memijit - mijit tengkuk anaknya.
"Aku lemas banget mah…" keluh Zidan
"Ayo ke tempat tidur, mama akan usapkan minyak angin." ajak mama Lilis.
"Gak bisa ma, aku akan muntah saat melihat wajah Lisa" ujar Zidan. Mama Lilis terdiam mendengarnya.
"Lisa sayang, tolong kamu keluar dulu sayang."seru mama Lilis. Dengan patuh Lisa keluar kamar dan pergi ke dapur untuk mengambilkan air minum untuk suaminya.
"Ayo sayang, Lisa sudah keluar." ujar mama Lilis. Zidan berjalan keluar dengan di bantu oleh mama Lilis dan juga Dani. Zidan duduk di pinggir ranjang, sembari meminum teh yang di buatkan oleh Lisa tadi.
Tok… Tok…Tok…
"Mama ada dokter yang ingin meeriksa kak Zidan." ucap Rose yang masuk kamar Lisa dengan di ikuti seorang dokter di belakangnya.
"Oohhh… Silahkan langsung di persiksa dok!" suru mama Lilis yang sudah tidak tahan melihat kondisi anaknya.
Dokter pun dengan cepat memeriksa kondisi Zidan. Dokter pun tersenyum saat ia selesai memeriksa Zidan.
"Bagaimana Dok? Apa anak saya sakit parah?" tanya mama Lilis. Lisa yang baru datang kembali ke kamar pun langsung berjalan dengan cepat menghampiri Suaminya itu.
"Bagaimana?"tanya Lisa.
"Tuan Zidan…
~•••~
jangan lupa dukungannya 🤗