
Sepulangnya dari butik Lisa dan Zidan bersiap-siap untuk keberangkatan honeymoon mereka nanti malam. Lisa terlihat sangat sibuk mempersiapkan kadonya untuk idolanya.
" bawalah barang yang diperlukan saja" ucap Zidan sambil mengeluarkan dua koper besar dari atas lemari.
Dia melihat Lisa sedang sibuk mempersiapkan barang-barang yang akan diberikannya kepada idolnya y yang berada di Korea itu. Zidan sangat kesal dengan hal tersebut, karena bisa - bisanya Lisa tidak mempersiapkan kebutuhan mereka di sana malah mempersiapkan hal-hal yang tidak penting menurut Zidan.
" Udah tau waktunya sedikit masih aja melakukan hal-hal yang tidak penting" gerutu Zidan kesal, dengan kesal Zidan membuka lemari dan mengeluarkan beberapa pakaiannya.
" Tolong dong sekalian baju gue, gue lagi sibuk nih tolong bantuin ya." pinta Lisa kepada Zidan, Lisa sibuk menulis kata-kata untuk diselipkan dalam barang-barang yang akan Ia berikan kepada member-member BTS Jika dia berjumpa dengan mereka.
" Enak saja nyuruh- nyuruh lakuin sendiri, seharusnya ini semua kerjaan lu, lu kan istri" ucap Zidan kesal, dia memasukkan pakaiannya dengan asal-asalan ke dalam koper dan dia juga memasukkan perlengkapan-perlengkapan lainnya yang sekiranya dibutuhkan disana.
" Gue udah selesai, sekarang tinggal barang-barang elu sendiri, cepat kerjakan semuanya sebelum kita terlambat." Tegas Zidan sembari mendorong kopernya ke tepi pintu.
" Lu mau ke mana?" tanya Lisa saat melihat Zidan membuka pintu dan akan keluar kamar.
" Gue mau ke bawah nemuin mama, mau minta tiket. Kenapa?, Lu mau ikut juga?" goda Zidan sembari tersenyum Evil kepada Lisa.
" Oh nggak Kok, Ya udah pergi sana." usir Lisa , dia kembali sibuk menulis kata-kata untuk idolnya. tapi disela kesibukannya itu dia masih sempat melirik saat Zidan akan menutup pintu.
" Dasar tidak peka, jelas-jelas aku sedang sibuk, apa salahnya dia membantuku memasukkan barang-barangku juga ke dalam koper. Tinggal satu surat lagi, Semoga aja aku ketemu mereka Amin" Lisa sangat berharap nanti saat di Korea dia bisa berjumpa dengan BTS apalagi Kim Taehyung dia sangat berharap bertemu dengannya.
Lisa selesai mempacking barang - barang yang akan diberikannya kepada Idol nya dan sekarang Lisa mempersiapkan barang-barang yang dibutuhkannya saat honeymoon nanti.
" Kurasa semuanya udah deh, sekarang mending aku mandi dulu daripada nanti harus berdebat lagi sama dia" ujar Lisa. Dia melihat semua barang-barang yang akan dia bawanya nanti.
Lisa pergi ke walk-in closet untuk menyiapkan pakaian yang akan dikenakannya saat pergi nanti dan dia juga tidak lupa untuk menyiapkan pakaian yang akan dikenakan oleh suaminya. Setelah semuanya beres Lisa pun pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
~
Sementara di bawah Zidan pergi menemui Mama Lilis yang berada di kamar tamu. saat akan mengetuk pintu kamar mama Lilis, Zidan bertemu dengan Rose yang hendak masuk ke kamar itu.
" Eh kak Zidan ngapain disini?" tanya Rose saat melihat Zidan berada di depan pintu kamarnya.
" Ini aku lagi mau nemuin mamah" jawab Zidan dan melanjutkan niatnya untuk mengetuk pintu kamar mama Lilis.
Tok..Tok..
" Mah ini Zidan" Panggil Zidan dari luar dan terdengar Mama menyahut dari dalam. Tak lama kemudian mama Lilis pun keluar dengan membawa 2 tiket di tangannya, karena mama Lilis tahu kenapa Zidan mendatanginya.
" Kamu pasti mencari Mama itu ini ya kan" ujar Mama Lilis sambil mengibas-ngibaskan 2 tiket di tangannya. Zidan tersenyum melihat tiket yang berada di tangan mamanya.
" Mama emang paling bisa diandelin kalau urusan beginian. Makasih ya mah, sayang mama" ucap Zidan mengambil tiket tetsebut kenudian dia memeluk mamanya, dia tidak menyangka kalau mamanya bisa mendapatkan tiket untuk honeymoonnya dengan begitu cepat. Tidak hanya tiket yang di urus oleh mama Lilis, tetapi juga semua kebutuhan mereka saat berada di Korea pun telah dipersiapkan oleh Mama Lilis.
" Ya udah kalau gitu aku kembali ke kamar lagi ya Mah, mau siap-siap" pamit Zidan kepada Mama, Zidan pun berlari dengan gembira menuju kamar.
Mama Lilis sangat senang melihat anaknya yang sangat bahagia.
" Yaudah yuk rose, kita juga harus siap-siap untuk mengantar mereka ke bandara nanti" ajak mama Lilis sambil menarik tangan Rose ke dalam kamar.
~
Sesampainya di kamar Zidan melihat Lisa sedang berhias, kemudian dia masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya, Lisa yang melihat Zidan masuk kedalam kamar mandi dan dia pun mengambil pakaian Zidan kemudian meletakkannya di atas tempat tidur.
Selesai membersihkan dirinya, Zidan keluar dari kamar mandi dengan selembar handuk yang melilit di pinggangnya dan sembari menggosok rambutnya dengan handuk kecil. Dia melihat diatas tempat tidur sudah ada pakaian yang telah disiapkan oleh Lisa untuk. Kemudian dia mengambil pakaian itu dan membawanya kembali ke dalam kamar mandi dan mengenakannya.
Zidan keluar dari kamar mandi dengan penampilan yang sudah rapi, dia menghampiri Lisa yang sedang berada di meja rias.
"Apa sudah siap semua?" tanya Zidan sembari menyisir rambutnya.
"Udah, yuk turun. Pasti yang lain uda nunggu lama" Ajak Lisa berdiri dan mengambil tas selempang nya kemudian dia menggandeng tangan Zidan.
"Yuk" balas Zidan tersenyum sembari mengusap bahu Lisa. Mereka pun turun ke bawah dengan Zidan yang agak kesusahan membawa dua koper besar.
Sesampainya di bawah mereka sudah melihat Mama Lilis, Papa Dika, Ayah Andre dan Rose sudah siap dan sedang menunggu mereka.
"Apa semuanya uda siap Lis" tanya mama Lilis saat melihat mereka berdua datang menghampiri.
"Udah yu mah" Ajak Lisa menghampiri mama Lilis kemudian mengandengnya keluar Lisa benar-benar melupakan suaminya yang sedang kesusahan.
Mereka semua masuk kedalam mobil yang sudah disiapkan oleh sopir pribadi Papa Dika. Mereka mengantarkan kepergian anak dan menantunya tersebut ke bandara dan Setibanya di bandara Zidan dan Lisa berpamitan.
" Selamat bersenang-senang di sana ya, nak" Mama Lilis memeluk Zidan dan Lisa secara bergantian.
" Kabari kami jika sudah sampai " ayah Andre ikut menimpalinya Zidan dan Lisa mengiyakan perkataan orang tuanya tersebut.
"Terima kasih mah, tapi seharusnya Mama tidak perlu repot-repot, di hotel mana pun sebenarnya sama aja,mah." Lisa merasa sungkan terhadap mertuanya tersebut.
" Beda dong, Sayang. Ya sudah sana Kalian berangkat. Mama doakan semoga kalian segera diberi keturunan, mama sangat ingin sekali memiliki cucu."ucap mama Lilis dengan begitu girangnya Lisa hanya bisa melebarkan kedua matanya sembari menelan ludahnya.
" Mana mungkin?" gumam Lisa dalam hati.
" Masalah itu Mama tenang saja. Sudah ada tanda-tanda kok, ma. Ya kan Lisa?" Zidan melebarkan senyum penuh harap kepada Lisa.
" Apanya yang iya" seru Lisa dengan melototkan kedua matanya kepada Zidan.
"Ah benarkah yang kau katakan itu Zi" mama Lilis heboh.
" Mama sudah!" papa Dika memegang lengan Mama Lilis memberinya isyarat agar tidak terlalu berharap.
"Papa ini selalu saja. Tidak ada salahnya kan jika berharap" seru Mama Lilis.
"Iya tapi jangan terlalu berlebihan" tutur papa Dika.
" Zi, jaga istrimu baik-baik" tutur Mama Lilis
"Iya, ma. Kalau begitu Zidan dan Lisa pergi dulu ya" Zidan dan Lisa pun pamit kepada semua keluarganya. Pada saat Lisa pamit kepada Rose membisikkan sesuatu ke telinga Lisa.
" Kakak dengarkan harapan Mamah Jadi semangat ya disana semoga aku cepat dikasih keponakan yang lucu, semangat kakak" Lisa yang mendengar bisikan dari adiknya itu pun, seketika tubuhnya menegang, sebelum pergi Lisa memukul lengan Rose kemudian dia kembali ke samping Zidan.
Mereka berdua pun berlalu meninggalkan semua anggota keluarga sembari Melambaikan tangannya.
Lisa dan Zidan masuk ke dalam pesawat, perjalanannya dari kota X ke Korea cukup memakan waktu yang agak lama, jadi Zidan menyarankan kepada Lisa untuk beristirahat.
~
Setibanya di Korea Zidan dan Lisa menuju ke tempat penginapan yang sudah dipesan oleh mamanya tersebut
Setelah Zidan melakukan reservasi ulang. Ia mendapatkan keytag dan mengajak Lisa menuju ke kamar yang hendak mereka tempati. Zidan membuka pintu kamar hotel itu dengan menggunakan keytag yang diberi oleh receptionist . Dan saat pintu sudah terbuka Zidan menyuruh Lisa untuk masuk.
Pemandangan yang disuguhkan kamar hotel itu begitu Teduh dan nyaman di kedua mata bisa karena ia baru pertama kali bepergian ke luar negeri apalagi menginap di hotel dengan fasilitas yang lengkap seperti kamar hotel yang telah dipesankan oleh Mama Lilis untuknya dan Zidan saat ini.
ya walaupun Lisa berasal dari keluarga yang terbilang kaya. Tapi Lisa tidak pernah bangga akan hal itu, dan dia juga jarang menggunakan fasilitas yang diberikan oleh ayahnya kepadanya. Dia lebih suka menikmati hasil jerih payahnya sendiri daripada bergantung kepada ayahnya.
"Bagus sekali kamar hotel ini" kedua mata Lisa tak henti memperhatikan setiap sudut kamar tersebut.
"Ini hotel termahal dan termewah di Korea dan elu tidur di sini tidak gratis" Zidan menyahutinya. Ia menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur Seraya melipat kedua tangannya di belakang kepala.
"Maksud lo apa? nyuruh gue bayar hotel ini? Kalau lu nyuruh gue bayar hotel ini, lebih baik gue mencari penginapan sendiri" seru Lisa sembari meletakkan kedua Tangannya di atas pinggang. Tiba-tiba Zidan menarik tangan Lisa dan menjatuhkannya ke atas tubuhnya.
"Zidan lepasin gue "teriak Lisa
"Diam!" seru Zidan.
" Memang ini tidak gratis dan Lu harus membayarnya dengan..."
"Dengan apa?"tukas Lisa dengan begitu kesal.
" Dengan kewajiban yang seharusnya lu berikan kepada gue " tutur Zidan sambil memperhatikan bibir Lisa.
"Gue enggak ngerti maksud lo" Lisa menjauhkan tubuhnya dari Zidan dan merapikan bajunya yang sedikit berantakan.
"Makanya gue beritahu dasar cewek nyebelin, jangan memancing emosi gue deh" seru Zidan.
"Aku tidak mau tahu pokoknya nanti malam elu harus melayani gue" imbuh Zidan.
" Setiap hari kan gue sudah melayani lu. menyiapkan sarapan, menyiapkan baju, membuatkan kop. Gue sudah melayani segala keperluan yang lu butuhkan dan sekarang lu jauh - jauh mengajak gue kemari hanya minta dilayani. Apa Lu sudah gila?" seru Lisa. Zida terdiam sejenak.
"Dia ini memang lugu atau hanya berpura-pura lugu" gumam Zidan dalam arti sembari mengerjakan dahinya.
" bukan itu yang gue maksud!" seru Zidan
"Lalu apa?" tanya Lisa.
"Lupakan, besok saja kita bahas!"Zidan kembali merebahkan tubuhnya. Lisa yang merasa kesal. Ia mendekati lemari dan memindahkan pakaiannya dan Zidan kedalam lemari tersebut.
~••~