ZIDAN Dan LISA

ZIDAN Dan LISA
Pesan yang hilang


Dibutik Lisa sudah menyelesaikan semua kerjaannya, dan dia tadi juga sudah menchat Zidan kalau dia ingin pulang.


"Lis, lu beneran gak mau gw antar?" tanya Dini.


"Nggak usah Din, gw dijemput sama Zidan kok" jawab Lisa.


"Baiklah, kalau gitu gw duluan ya" ujar Dini. Kalau kerjaan Lisa selesai di butik maka tugas Dini pun berakhir berbeda dengan Sindi yang notabenya adalah seorang sekretarisnya Lisa. Meskipun Lisa nggak ada di butik tapi Sindi harus tetap stay dibutik.


"Iya hati - hati ya. Bye" ucap Lisa. Dini tak menjawab dia hanya.menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


"Ini Zidan mana sih, kok lama banget?" gumam Lisa pelan. Lisa berdiri dan melihat kebawa apakah Zidan sudah datang atau belum.


Cekle


Lisa menoleh saat dia mendengar pintu terbuka.


"Hai Lu sibuk gak?"


"Reyhan, gak kok ayo masuk" ucap Lisa kepada Reyhan. Ya yang membuka pintu tadi adalah Reyhan.


"Lu ngapain kesini, adek lu belum kelar ya belanjanya?" tanya Lisa.


"Nggak kok adek gw udah kelar dari tadi, gw cuma pengen main kesini aja" ujar Reyhan.


"Kirain masih nunggu adek lo belanja" seru Lisa.


"Lis, kenapa Lu gak balas pesan gw? uda sombong lu sekarang ya" ucap Reyhan.


"Ha, emang kapan Lu chat gw?" tanya Lisa


"Tiap malam gw chat lu, tapi gak ada satu pun lu balas. Eh sekali itu pun digantung" ucap Reyhan.


"Eh gak ada lo Rey, lo chat gw itu cuma sekali pas malam lo ngajak gw nonton" ujar Lisa.


"Waktu itu kenapa lu gak terima ajakan gw?" tanya Reyhan penasaran.


"Gw ketiduran dan besoknya gw lupa balasnya" kila Lisa. Reyhan hanya menjawabnya dengan anggukan kepalanya.


"Terus pesan - pesan yang lainnya gimana?" tanya Reyhan.


" Kalau yang itu beneran gak ada, kalau lu gak percaya. Nih periksa sendiri" seru Lisa. Jangankan Reyhan dia pin bingung dengan peaan nya yang bisa hilang dengan sendirinya.


"Apa mungkin ini ulah nya Zidan?" pikir Lisa.


"Lah kok gak ada, ni coba lu lihat di ponsel gw masih ada nih chatnya" ujar Reyhan menunjukkan isi chat mereka.


"Aneh " gumam Lisa pelan.


"Yaudah kalau gitu gw minta maaf, lu mau kan maafin gw." mohon Lisa.


"Tergantung" ucap Reyhan


"Tergantung maksudnya?" tanya Lisa.


"Ya tergantung lu bujuk gw pake apa dulu" ucap Reyhan.


"Masih aja kaya bocah" ucap Lisa.


"Ok ok, gimana kalau gw traktir ice cream" bujuk Lisa.


"Oke" seru Reyhan seneng.


"Yaudah yuk beli ice cream" ajak Reyhan


"Tapi gak sekarang ya, gw udah ada janji sama seseorang" tolak Lisa.


"Baiklah, kalau gitu gw pergi dulu. Sebenarnya gw kesini hanya mampir, gw lagi disuruh Maya buat menjemput pesanan Brownies di tokoh kue depan butik lo" ujar Reyhan.


"Dasar, katanya tadi sengaja pengen kedisini" Reyhan menjawab ucapan Lisa hanya dengan sebuah senyuman dan kekehan.


"Yaudah gw pergi bye" ucap Reyhan.


"Bye" balas Lisa.


Setelah kepergian Reyhan, Lisa mengambil ponselnya dan menghubungin Zidan kembali.


Tuuuuttt.....Tuuuuuttt....


Halo ~ Zidan


Halo Lu dimana? ~ Lisa


Bentar lagi gw nyampe ~ Zidan


Ooo....Yaudah ~ Lisa


"Bener - bener gak ada" gumam Lisa


"Eh tapi kok bisa? Apa mungkin ini beneran ulah nya Zidan, tapi kenapa? apa alasannya ngehapus pesan Reyhan?" pikir Lisa yang banyak tanda tanya.


"Nanti gw tanya deh"pikirnya lagi, Lisa asik memainkan ponselnya, sampai dia tidak mwnyadari kalau Zidan sudah masuk keruangannya dan sedang memerhatikannya.


"Lu lihat apa sih, sampai fokus gitu"ujar Zidan tiba - tiba. Mendengar suara Zidan Lisa sangat kaget.


"Kapan lu masuk?" tanya Lisa


"Dari tadi, uda siap?" tanya Zidan.


"Udah yuk" ajak Lisa.


Zidan dan Lisa pun pergi menggalkan ruangan Lisa. Saat di depan ruangannya dia berhenti sebentar di meja sekretarisnya Sindi, sedangkan Zidan tetap berlalu pergi melanjutkan jalannya.


" Sin gw pamit dulu ya, smangat" pamit Lisa kepada Sindi.


"Iya hati - hati, lu juga semangat" balas Sindi tersenyum.


Lisa menjawabnya dengan senyuman dan berlalu pergi keluar butik menyusul Zidan ke parkiran.


"Kenapa lama banget?" protes Zidan saat Lisa masuk ke dalam mobil.


"Iya tadi gw pamit dulu sama Sindi, gak enak kalau langsung pergi gitu aja" ujar Lisa.


" Ya gak apa - apa dong, kan lu bos nya" seru Zidan mulai menjalankan mobil.


"Meskipun gw bosnya tapi dia kan teman gw juga" balas Lisa.


"Terserah lu aja deh" Ucap Zidan, dia terlalu capek untuk berdebat dengan isatrinya itu.


Sementara disebrang jalan Reyhan melihat dengan jelas Lisa yang pergi dengan Zidan.


"Zidan?? Kok bisa Lisa dengan dia?" pikirnya masih menatap kepergian mobil Zidan.


"Ada hubungan apa Lisa dengan Zidan? bukannya Lisa benci banget sama Zidan?"pikirnya lagi.


Setelah mobil Zidan sudah tidak terlihat lagi, Reyhan pun pergi ke mobilnya dan meninggalkan toko kue tersebut.


~


"Hm...Lis nanti untuk makan malam bisa gak lu bikinin gw ayam bakar? gw lagi pengen makan itu" pinta Zidan, dia menoleh sebentar kepada Lisa.


"Iya ntar gw bikinin" jawab Lisa singkat.


"Ingat selamat dirumah ayah lu harus nurut sama gw" ingat Zidan kepada Lisa.


"Iya gw ingat kok, gak usah diingatkan juga" seru Lisa.


"Kan gw cuma mengingatkan,kok lo badmood gini sih?" tanya Zidan.


"Lo tau gak, ponsel gw lagi rusak" seru Lisa


"Rusak gimana, kalau gitu beli baru aja lagi kan mudah" ucap Zidan.


"Ponsel gw gak bisa terima pesan"pancing Lisa.


"Lah kok bisa, dari kapan ponsel lu seperti itu?"tanya Zidan.


"Gak tau juga, tapi yang pasti uda seminggu belakangan ini gw gak bisa terima pesan" ucap Lisa.


"Tapi anehnya, cuma pesan satu orang aja yang hilang" pancing Lisa.


"Mati gw, dia pasti nyindir gw" batin Zidan.


"Aneh ya ponsel lu, Yaudah ntar gw beli yang baru aja. Oiya lu udah menghubungi ayah belum?" tanya Zidan sengaja mengalihkan pembicaraan tentang ponsel.


"Oiya belum gw lupa, pi nanti ajalah pas kita udah nyampe rumah" jawab Lisa. Zidan menganggukkan kepalanya tanda setuju.


Zidan kembali fokue dengan jalan, dia takut nanti Lisa menanyai mengenai masalah pesannya yang hilang itu.


"Zidan berhenti - berhenti sebentar!!" teriak Lisa tiba - tiba menyuruh Zidan berhenti.


~•••~


Hai semuanya makasih ya sudah baca karya aku.


Dan jangan lupa like, komen dan kalau suka fav nya juga ya


Tunggu kelanjutannya ya.