
Sore harinya, Lisa membereskan meja nya dan bersiap-siap untuk pulang. Ia berjalan mendekati Zidan yang masih tertidur di atas sofa yang terletak di dalam ruangannya tersebut.
" Zidan bangunlah..." Lisa menggoyang bahu suaminya berkali-kali hingga kedua mata mengerjap
" Ada apa ?" tanya Zidan sambil menyipitkan kedua matanya yang masih buram.
"Ayo kita pulang," ajak Lisa.
"Hoam, nanti saja aku masih mengantuk " Zidan hendak memejamkan matanya kembali namun tangan bisa menarik rambutnya yang tumbuh dengan jarang itu.
"AWWW..." pekiknya.
"Ini sudah sore, kau mau tidur disini?" seru Lisa.
" Benarkah sudah sore? cepat sekali.." Zidan seketika beranjak duduk dengan sempurna.
" Ayo.... " Zidan mengambil kunci mobil miliknya dan segera mengajak Lisa pulang.
Di perjalanan menuju rumah Lisa memberitahu Zidan kalau ayah Andre tadi menghubungi nya, dan menyuruh mereka untuk menginap di rumah ayah Andre untuk menemani Rose karena ayah Andre akan dinas keluar kota.
"Jadi, kita pulangnya kerumah ayah? " tanya Zidan.
"Iya langsung ke sana aja, capek kalau balik lagi kerumah" ujar Lisa. Zidan mengangguk paham dan memutar balik Arah kerumah mertuanya.
Setibanya disana, Zidan memarkirkan mobil mewahnya di garasi. Lisa segera turun dan hendak masuk ke dalam rumah tanpa menunggu suaminya.
"Teruslah!" suara Zidan sesaat menghentikan langkah kaki Lisa, membuatnya harus menoleh ke arah Zidan.
"Ada apa? " tanya Lisa.
" Kau kemari seolah-olah kau datang sendiri!" seru Zidan dengan kesal, ia berjalan mendekati Lisa.
" Lalu mau mu apa? Ku gendong?" seru Lisa sembil melotot.
"Jangan melotot! Lama - lama ku belikan kau ayam jantan! " seru Zidan
"Ayam jantan? Untuk apa?" Lisa memiringkan kepalanya dengan begitu penasaran.
" untuk mematuk kedua bola matamu itu biar tidak bisa melotot lagi seperti itu!" saut Zidan dengan penuh penekanan.
" Lisa, Zidan." suara ayah Andre menghentikan perdebatan mereka, seketika itu Zidan dan Lisa pun berpura-pura mesra.
" Ayah..." sapa Lisa yang melihat ayah Andre berjalan mendekat dengan menggunakan pakaian yang sudah rapi, begitu juga Zidan, laki-laki itu menyapa mertuanya tersebut.
" Kalian sudah datang?" tanya ayah Andre. Zidan dan Lisa mengiyakannya.
"Lisa, Zidan... Terima kasih ya kalian sudah mau menginap di sini Sebenarnya Ayah tidak enak dengan kalian terlebih lagi kalian baru saja pulang dari bulan madu" ujar Ayah Andre.
"Tidak apa - qpa ayah, kami senang bisa menginap di sini, " jawab Zidan di selingi dengan senyumannya yang terlihat begitu ikhlas, membuat kedua mata Lisa tak bergeming memperhatikannya. Zidan menoleh kearah Lisa, Lisa segera memalingkan pandangannya tersebut.
" Iya kan sayang?" tanya Zidan, Lisa sejenak menatap Zidan, tiba-tiba perasaannya menjadi kacau.
" I- Iya ayah." Lisa menyautinya dengan nada yang gugup. Entah kenapa suaranya sulit sekali untuk keluar waktu itu. Ayah Andre begitu senang saat melihat Lisa dan Zidan terlihat sangat mesra.
"Ayah senang kalian terlihat begitu mesra setelah bulan madu." tangan Ayah mengusap lembut pipi Lisa yang terlihat memerah.
" Ya sudah, Lisa, Zidan , Ayah sedang terburu-buru. Ayah berangkat dulu ya. Titip rumah dan Rose ya"ujar ayah Andre.
"Baiklah, Ayah. Rose di mana? " tanya Lisa
"Apa dia di dalam? " tanya Lisa lagi.
" Baiklah, ayah hati-hati ya. Setibanya di sana, jangan lupa kabar kami." tutur Lisa. Ayah Andre mengiyakan nya. Kemudian ia masuk ke dalam mobil dan melambaikan tangannya kepada Lisa dan Zidan. Sesaat mobil ayah Andre tersebut tak terlihat dari jangkauan matanya. Lisa segera mengajak Zidan untuk masuk ke dalam rumah.
~
Zidan menjatuhkan tubuhnya untuk duduk diatas sofa di ruang tamu.
" Kamu mau di sini? Tidak mau ke kamar saja ?"tanya Lisa.
"Kamu sepertinya senang sekali mengajakku ke kamar." Zidan menarik Lisa dan tersenyum dengan penuh menggoda.
"Pikiranmu ini sudah terkontaminasi dengan hal-hal yang kotor! Kamu tadi habis nyetir jauh dan tadi tidurnya juga keganggu, jadi lebih baik istirahat lah di kamar saja." tutur Lisa
"Ya sudah, ayo temani aku istirahat di kamar" ajak Zidan.
" Istirahatlah sendiri, aku mau membantu Bi Ana untuk menyiapkan makan malam!"
"Tidak usah, biarkan sajalah Bibi sendiri yang menyiapkan nya" ujar Zidan.
"Tidak mau, aku mau memasak makanan untukmu dan adikku sendiri dan sekalian aku juga ingin belajar masak dari bi Ana"ujar Lisa
"Ya sudah sana!" Zidan segera melepaskan Lisa dan berlalu menaiki anak tangga menuju ke kamar yang dulunya menjadi kamar istrinya itu. Zidan segera merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur melepaskan rasa lelahnya di sana.
Lisa dan bi Ana terlihat sibuk di dapur untuk menyiapkan makan malam, sembari menunggu masakannya matang Lisa terlebih dahulu membuatkan secangkir teh untuk Zidan, ia naik ke kamarnya dan hendak memberikan kepada Zidan. Namun, ia melihat Zidan yang sudah terlelap akan tidurnya. Lisa tahu betul bahwa suaminya itu sangat lelah, ia meletakkan cangkir teh itu di atas meja yang ada di kamarnya. Dan sejenak Lisa memandangi wajah suaminya. kemudian ia berlalu pergi dari sana untuk kembali ke dapur, saat Lisa merasa masakannya Sudah mateng dia minta bi Ana untuk mengambilkan piring dan dia segera menata semuanya di atas meja makan.
Sedangkan Rose, wanita itu baru saja pulang ia terlihat bersama Ronal. Tak hanya berdua mereka juga mengajak beberapa teman laki-laki dan juga beberapa teman perempuannya untuk berpesta di dalam rumah, jarang sekali hal yang ia rasa menyenangkan ini terjadi, jangankan berpesta mengajak teman-temannya di dalam rumah saja Ayah Andre melarangnya keras.
Rose dan Ronal terlihat menenteng Sebuah kantong hitam yang di dalamnya berisi wine dan minuman sejenisnya. Lisa yang kala itu masih berada di dapur dan mendengar suara yang begitu bising di ruang tamu, ia segera pergi keluar untuk melihatnya
"Ros, ada apa ini ? "tanya Lisa . Rose malah sibuk berbicara dengan Ronal dan teman - teman lainnya tanpa menghiraukan kakaknya itu.
"Rose!!" Lisa mengeraskan suaranya.
" Ada apa sih Kak?" Rose berdecak dengan suara kesalnya.
"Kenapa kau membawa semua temanmu kemari?dan ini apa? " tanya Lisa yang sejenak mengalihkan pandangannya kearah kantung yang berisi banyak sekali botol minuman
"Kau membawa minuman alkohol?" Imbuh Lisa diiringi dengan emosinya.
"Kenapa Memangnya? Kakak ada masalah?" seru Rose . Tak lama kemudian Zidan terlihat turun dari atas. Seperti halnya Lisa, ia juga terbangun akibat mendengar keramaian dari bawah. Pandangan Rose mengalih kearah Zidan yang sedang berjalan menghampirinya dan juga kakaknya.
"Lebih baik Kakak masuk ke kamar, urus suami kakak dengan baik, tidak usah ikut campur urusan Ros lagi!" perintah Rose.
"Rose!! " teriak Lisa.
" Ini sudah bukan rumah kakak lagi, jadi bicaralah yang sopan di sini " Seru Rose
" Kau ini, kenapa jafi seperti inin" tanya Lisa.
"Kenapa memangnya? Rose bukan anak kecil lagi Kak, Ayah selalu saja mengatur hidup Rose, nggak boleh ini, tidak boleh itu. Aku bukan kakak yang bodoh menuruti semua Keinginan ayah. Jadi Kakak jangan coba-coba mengaturku sama seperti ayah !" bantah Rose.
~•••~
Jangan bosan - bosan ya nunggu up kelanjutannya.
Terima kasih atas dukungannya semuanya🤗
Jangan lupa Like dan komennya ya, karena komen dari kalian sangat saya nantikan.😉
Happy reading guys😘,