
Sebelum pergi ke kampus Zidan mengantar Lisa terlebih dahulu ke butiknya.
"Thanks ya tumpangannya" ucap Lisa saat mobil Zidan berhenti didepan butiknya.
"Hm" jawab Zidan
"Haish menyebelin"Gumam Lisa hendak membuka pintu mobil, tapi pintunya telah dikunci oleh Zidan terlebih dahulu.
"Lu bilang apa tadi?" tanya Zidan
"Yang mana, orang gw gak ada ngomong juga" elak Lisa.
"Benarkah?" tanya Zidan ragu.
"Iya benar, sekarang buka pintunya" pinta Lisa. Karena saat Lisa mencoba membuka pintu, tapi pintunya tidak bisa dia buka.
"Eits...tidak semudah itu, harus ada syaratnya"
"Syarat apa lagi sih?" ucap Lisa kesal.
"Selama dirumah ayah, lu harus nurut sama gw" ucap Zidan tersenyum.
"Ih ogah, apaan sih gw harus nurut sama lo segala" tolak Lisa.
"Yaudah kalau gak mau" Zidan tersenyum miring dia mulai menyalakan kembali mesin mobilnya.
" Lah kok nyala? Buka dulu pintunya, gw mau kerja" ucap Lisa kaget. Zidan tak bergeming dia mulai ngegas - gas mobilnya.
"Haish ok, ok, ok, PUAS LO" teriak Lisa. Zidan tersenyum mendengarnya.
"Yang ikhlas" seru Zidan.
"Ikhlas gimana, lu aja masih hidup gini" ucap Lisa kesal.
"jadi lu nyumpahin gw mati?"tanya zidan kesal
"Bukan gitu, kan lu yang bilang kalau gw harus ikhlas gimana sih" jawab Lisa.
"Susah ngomong sama lu" ucap Zidan jengah.
"Udah cepetan buka pintunya!!" ujar Lisa.
"Janji dulu" ujar Zidan
"Iya gw janji, udah cepat buka pintunya. Lama - lama gw cekik juga lu" Lisa sangat kesal dengan Zidan yang banyak mau nya.
Klik
Zidan membuka kunci pintu mobilnya.
"Sekarang lo boleh keluar, bye istri ku sampai jumpa nanti sore" ucap Zidan senang. Lisa tak menjawab ucapan Zidan.
Lisa keluar dari mobil Zidan dan saat Lisa menutup pintu dia membanting pintu mobil Zidan dengan sangat keras.
"Tidak bisakah, nutup pintunya pelan sedikit" seru Zidan. Lisa tidak menghiraukan ucapan Zidan, dia berlalu begitu saja.
"Untung cinta, kalau nggak udah habis lu sama gw" gumam Zidan berlalu pergi ke kampus.
~
"Kak Rey, hari ini ada acara apa?" tanya Maya kepada kakaknya Rey.
"Seperti biasa kakak hanya kerja. Memangnya kenapa?" tanya Reyhan.
"Temani aku kebutik yuk kak" ajak Maya.
"Malas ah kamu kalau kebutik suka lama" tolak Reyhan.
"Ayolah kak, aku malas pergi sendiri" ujar Maya.
"Ajaklah teman - teman mu" seru Reyhan.
"Aku malas sama mereka kak" balas Maya
"Kenapa memangnya?"tanya Reyhan.
"Malas aja kak" ucap Maya
"Yaudah nanti siang kakak usahakan" janji Reyhan.
"Ok janji ya kak" Maya semangat.
"Kakak berangkat dulu,Bye" pamit
"Hati - hati dijalan ya kak, see you nanti siang" ucap Maya.
~
Sesampainya di kampus Rose langsung menju ke kelas. Dikelas terlihat sahabatnya Bella sedang mengerjakan tugas.
"Good morning" sapa Rose kepada Bella. Bella tidak menjawab dia hanya mengacungkan jempolnya kearah Rose sebagai jawabannya.
"Ini tugas makalah dari pak Zidan" ucap Bella.
"Rasain, makanya kemaren gw ajak bikin bareng lu nya sok nolak" ejek Rose.
"Yaudah gw ke toilet dulu ya" seru Rose.
"Oke, hati - hati ya" ucap Bella.
"Iya, semangat ngerjainnya. Atau lu mau Lihat punya gw" tawar Rose.
" Gak usah, lagian ini tinggal dikit juga" jawab Bella.
"Oke, gw pergi dulu" Rose berlalu pergi ke toilet. Bella tidak menjawab dia masih sibuk dengan tugasnya.
"Untung pak Zidan hari ini masuknya agak telat kalau gak, hmm mati gw" gumam Bella pada dirinya.
Setelah selesai dengan urusannya di toilet, Rose memutuskan untuk pergi kekantin. Saat diperjalanan menuju kantin Rose berselisih dengan Zidan.
"Selamat pagi pak Zidan" sapa Rose seperti biasa.
"Pagi Rose, kamu mau kemana?" tanya Zidan.
"Ini mau kekantin, beliin Bella minum" Jawab Rose. Zidan mengangguk tanda mengerti.
"Yaudah aku keruangan dulu" pamit Zidan berlalu tanpa menunggu jawaban dari Rose.
"Eh pak Zidan tunggu" cegah Rose.
"Iya ada apa?" tanya Zidan menghentikan langkahnya.
" Kata ayah nanti kakak akan menginap dirumah, benarkah itu?" tanya Rose.
"Iya nanti sore kami akan kesana dan kami akan menginap disana selama ayah dinas diluar kota"ucap Zidan menjelaskan.
"Baiklah, sampai jumpa nanti sore kak eh pak" ujar Rose tersenyum, melanjutkan niat awalnya ingin ke kantin. Begitu pun dengan Zidan di menlanjutkan langkahnya untuk pergi ke ruangannya.
~
Dibutik Lisa sedang sibuk dengan desain - desain gaun yang akan di jahitnya.
"Din, yang ini bagus deh" tanya Lisa kepada asisennya Dini.
"Kalau menurut saya semuanya bagus buk" ujar Dini.
"Ah kamu emang gak bisa ditanya. Menurut mu gimana sin?" tanya Lisa kepada sekretarisnya.
"Menurut saya yang itu kurang bagus deh buk, gak sesuai dengan tema musim ini. gimana kalau yang ini"saran Sindi
"Bener juga kata kamu, yang itu boleh juga. Yaudah kita akan jahit yang ini, ini, ini,dan ini" ucap Lisa.
"Tolong suruh para penjahit menyelesaikannya agak lebih cepat" perintah Lisa.
"Baik bu" ucap keduanya.
"Hoammm.. Akhirnya kelar juga, kita makan siang di luar yuk" ajak Lisa kepada kedua sahabatnya.
Yeee.. Bos yang teraktir" teriak Sindi dan Dini.
"Eh eh eh enak aja siapa bilang gw mau traktir" sanggah Lisa cepat.
"Masa lu pelit sama sahabat sendiri. Ayolah, traktir kita ya lagi bokek ini" ucap Sindi memelas dan di angguki oleh Dini.
"Eleuh eleuh kasihannya, yaudah iya gw yang teraktir. PUAS kalian" sahut Lisa.
"Ok, lets go" teriak Sindi menarik tangan Lisa dan Dini
Mereka bertiga pun pergi keluar untuk makan siang bersama. Saat dipakiran, seperti biasa Dini akan meminta kunci mobil Lisa. Karena kalau, mereka sedang berpergian kamana pun makan Dini lah yang akan menjadi supir nya.
"Hari ini gw gak bawa mobil, pake mobil kalia. aja" ujar Lisa.
"Lah trus lu kesini gimana?" tanya Sindi.
"Tadi gw bareng Zidan, karena nanti sore kita bakal nginap di rumah ayah"ucap Lisa.
"Yaudah kita pake mobil gw aja yuk " tawar Sindi.
"Yuk" ucap Dinin dan Lisa kompak.
Mereka bertiga pun pergi ke mobil Sindi dan saat Lisa akan masuk ke mobil tiba - tiba seseorang memanggilnya.
"Lisa"
~•••~
Hai semuanya makasih ya sudah baca karya aku.
Dan jangan lupa like, komen dan kalau suka fav nya juga ya
Tunggu kelanjutannya ya.