ZIDAN Dan LISA

ZIDAN Dan LISA
Tersipu malu


"Good morning anaknya mama" Lilis berdiri dari duduknya dan menghampiri Zidan dan Lisa. Lilis Memeluk Lisa begitu lama.


"Mama kangen banget sama kamu sayang" ucapnya sambil mengusap punggung Lisa.


"Lisa juga ma, mama kapan datang?" tanya Lisa membalas pelukan mertuanya.


"Tadi subuh, barengan sama ayah kamu" jawab Lilis mengurai pelukannya.


"Ayo duduk dan sarapan sama - sama" ajak Lilis, dia seakan lupa dengan keberadaan anaknya sendiri.


"Ehem... Sebenarnya yang anak siapa sih disini?" sindir Zidan kepada mama nya.


"Hehe... eh ada anak mama yang ganteng"ujar Lisa.


"Hmm... Udah disindir baru nyapa" Zidan cemberut.


"Eh mala cemberut, gak malu apa sama istri dan mertua nya tu lagi dilihatin" kekeh Lilis. Zidan tidak menjawab, dia terlalu malu dengan keluarga istrinya yang sedang memperhatikannya. Lilis tersenyum melihat ekspresi anaknya yang menahan malu.


"Ini sarapannya" Lisa meletakan sepiring nasi goreng dan segelas kopi hitam di depan Zidan.


"Terima kasih" ucap Zidan. Lisa hanya tersenyum dan kemudian dia kembali duduk di samping Zidan.


"Papa apa kabar?" tanya Zidan kepada papanya.


"Kabar papa baik Zi, kamu gimana? apa masih sangguo menjar sambil mengelolah perusahaannya?" tanya Dika.


"Semuanya masih baik - baik saja pa, aku masih nyaman dengan ini semua." jawab Zidan.


"Apa kamu tidak capek Zi? terlalu banyak tanggung jawab" tanya Lilis


"Nggak kok ma, kan ada Lisa yang bantu Zidan. Ya kan sayang" ucap Zidan sambil memegang tangan Lisa.


Lisa sangat kaget saat Zidan memanggilnya dengan sebutan Sayang dan di tambah lagi Zidan memegang tangannya. Pipinya sekatika bersemu merah.


Semua orang yang ada di meja makan tersenyum melihat kemesraan Zidan dan Lisa.


"Syukur lah nak, pokoknya kamu jangan sampai stress gara - gara kerjaan." ucap Dika


"Papa tenang aja" jawab Zidan.


"O iya yah, bukannya ayah seharusnya pulang besok? kenapa bisa pulang subuh?" tanya Lisa heran.


" Oh itu karena mama mertua kamu yang merengek dari kemaren pengen ketemu sama kalian" ujar Andre.


" Lah apa hubungannya kerjaan ayah dengan tante Lilis?" tanya Rose.


"Kalian tau, sebenarnya ayah kalian ini. Keluar kota bukan untuk kerja tapi untuk pergi main tu sama papa Dika." sahut Lilis kesal, karena kalau Andre dan Dika sudah berkumpul maka dirinya akan terbaikan oleh Dika. Makanya, Lilis merengek ingin ke rumah Zidan.


"Ha hanya itu, tega banget ayah bohongin kita" ujar Rose cemberut.


"Maaf sayang, kalau ayah ajak kamu. Nanti kamu pasti merengek ingin cepat pulang. Ya meskipun pada akhirnya pulang cepat juga" jawab Andre kesal, karena rencananya dengan Dika batal semua gara - gara istri temannya itu.


Zidan hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan orang tuannya dan mertuanya itu. Karena Zidan sudah terbiasa dengan keadaan seperti ini.


"Berarti kami sekalian pamit ya yah, nanti pulang kerja kita langsung pulang kerumah aja" ujar zidan.


"Lah kenapa Zi? Kalian menginap disini aja lagi, besok kalau mama sama papa d pergi baru kalian pulang?" cegah Lilis.


"Gak bisa ma, kita banyak kerjaan atau kalau nggak mama sama papa aja yang nginap dirumah kita" tawar Zidan.


"Gimana kalau kita semua nginap di rumah kak Lisa?" saran Rose semangat.


"Ide bagus sayang" sahut Lilis setuju. Lisa yang mendengarnya pun tersenyum dia senang karna rumah mereka akan ramai nantinya.


"Gimana Zi, apa boleh kami nginap disana?" tanya Lilis


" Gimana sayang?" tanya Zidan menoleh kearah Lisa.


"Boleh kok ma, boleh banget malahan" ucap Lisa.


"Kita gak akan ganggu kan kak?" tanya Rose tersenyum.


"Uda tau pake nanya lagi" gumam Zidan pelan.


"Tenang aja Zi, papa sama ayah akan kasih kamu les privat cara menanam yang bener dan tahan lama" ujar Dika tersenyum misterius dan begitu juga dengan Andre.


"Ayah sama papa mau berkebun?" tanya Rose polos.


"Iya sayang dan ini tanamannya sangat istimewa" jawab Lilis tersenyum. Lisa dan Rose yang memang tidak mengerti pun hanya melongo.


"Aku dan Lisa pamit dulu ya pa, ma, yah dan Rose" pamit Zidan berdiri dari duduknya.


"Yuk" Zidan tidak melihat pergerakan dari Lisa pun, akhirnya dia menarik tanga Lisa pelan.


"Kita pamit ya semua dan sampai jumpa nanti malam" ucap Lisa beranjak dari duduknya. Zidan dan Lisa pun berlalu menuju garase mobil.


" Masuk!" Zidan membukakan pintu mobil untuk Lisa.


"Tumben" pikir Lisa masuk mobil, setelah Lisa masuk Zidan berputar dan ikut masuk. Mobil mereka mulai meninggalkan rumah ayah Andre.


"Nanti pulang kerja, kita mampir ke super market dulu. Bahan baku kita udah mulai menipis, takut gak cukuo nanti buat makan malam." ujar Lisa.


"Iya, lu ingetin aja gw ntar. Takutnya gw kelupaan" ucap Zidan.


Setelah bedkendaraan selama kurang lebih 30 menit akhirnya mereka sampai juga.


"Hati - hati ya, gw keluar dulu" pamit Lisa hendak membuka mobil.


Belum sempat pintunya terbuka, Zidan menarik tangan Lisa dan mengecup bibir Lisa.


"Gini baru benar, pamitan sama suami. " ucap Zidan, Lisa termenung karena kaget dengan ciuman Lisa.


"Masih aja kaget gitu, padahal ini bukan yang pertama" pikir Zidan.


"Lu mau turun atau ikut gw ke perusahaan?"tanya Zidan menyadarkan lamunan Lisa.


"I- iya, gw pamit" ucap Lisa menunduk, dia tidak ingin kalau pipinya sedang merona.


Lisa keluar dari mobil dengan pipi yang bersemu merah. Lisa memasuk ke butik setelah memastikan Zidan benar - benar pergi.


"Sampai jumpa nanti sore ya sayang" ucap Zidan sebelum manjalankan mobilnya.


"Huuu... Aduh pipi aku kok panas gini ya" gumam Lisa mengipas - ngipas pipinya dengan tangan.


Sementara Zidan sepanjang perjalanan dari butik Lisa ke perusahaannya tak henti - hentinya tersenyum dan memegang bibirnya.


"Lisa..Lisa.." gumamnya.


Saat diperusahaan pun Senyum Zidan pun tak pudar, semua karyawanya pun menatap Zidan heran. Karena tak biasanya bos mereka seperti itu.


~


Dirumah ayah Andre Lilis dan Rose sedang duduk nonton tv diruang keluarga, sedangkan Andre dan Dika mereka sibuk dengan dunia mereka berdua.


"Ma kita shoping yuk, menjelang kita otw ke rumah kak Lisa" ajak Rose yang merasa bosan menonton tv seharian. Semenjak Lisa menikah dengan Zidan. Lilis pun menyuruh Rose untuk memanggilnya mama.


"Hm...Boleh juga tu, yaudah yuk lah" ucap Lilis, Rose dan Lilis memang sangat cocok mereka sama - sama bar -bar. Ya, meskipun pada awanya Lilis kurang menyukai Rose. Tapi lama kelamaan Lilis dan Rose pun jadi dekat.


Mereka pun bersiap - siap hendak pergi, tapi saat mereka akan menjalankan mobil. Mereka dicegat oleh ayah Andre dan papa Dika.


"Mau kemana?" tanya Dika kepada istrinya.


" Mau shoping. Kenapa? Apa kalian juga mau ikut?" tanya Lilis.


"Hmm... Gimana Ndre, apa kita ikut mereka aja?" tanya Dika.


"Lama nggak?" tanya Andre


"Lama gak Lis" tanya Dika kepada Lilis.


" Ya tergantung Si. Ikut gak nih?" tanya Lilis.


"boleh deh, bosan juga dirumah" ujar Dika menarik tangan Andre untuk masuk ke mobil ke bangku belakang karena bangku depan sudah di isi oleh Rose dan Lilis. Dan akhirnya mereka pun pergi ke mall berempat.


~


Sore harinya Zidan menjemput Lisa dibutik, saat sampai di depan butik Lisa Zidan langsung turun dan masuk kedalam butik begitu saja. Saat dia menuju Ruangan Lisa tiba - tiba ada orang yang menepuk bahunya"


"Zidan kan?" tanya orang itu. Zidan menoleh dan melihat orang yang menepuk bahunya. Saat dia melihat siapa orang tersebut Zidan sangat kaget.


"Ka- kamu?"


~•••~


Readers tersayang jangan bosan - bosan ya nunggu kelanjutannya.


jangan lupa gerakkan jempolnya buat like, komen dan kalau kalian suka jangan lupa juga di favorit sekalian votenya.