
Hai readersku.
Maaf ya, kemaren aku gak sempat up .🙏
Dikarenakan aku sedang ada kemalangan😭
Happy reading guys
*****
Zidan pun keluar dari kamar mandi dan menghampiri ranjang untuk mengambil pakaian yang biasa disiapkan oleh istrinya.
"Apa - apaan ini?…" gumam Zidan, melihat pakaian yang telah di siapkan oleh istrinya.
Zidan keluar dari kamar mencari Lisa, sepanng perjalanannya dari kamar ke dapur ia terus saja menggerutu.
"Lisa…" panggil Zidan. Lisa menoleh melihat suaminya yang berdiri di ambang pintu dapur.
"Kenapa kau belum memakai pakaianmu?" tanya Lisa heran. Zidan berjalan mendekati Lisa dengan mata melotot.
"K-kau kenapa?" tanya Lisa bergedik gerih melihat tatapan suaminya itu.
"Kau bertanya, aku kenapa?" Zidan menatap istrinya dengan garang.
"Ada apa dengan ini?" tanya Zidan, mengangkat pakaiannya itu depan wajah Lisa.
"Kenapa, memangnya? ini kan lucu." jawab Lisa nyengir.
"Apa kau becanda?"
"Ini akan terlihat lucu, jika kau yang mengenakannya."
"Aku ingin melihat kau yang memakainya." ucap Lisa.
"Yang benar saja, aku tidak akan pernh mau memakainya." ucap Zidan kesal, ia pun berbalik dan hendak pergi dari dapur.
"Kalau tidak menggunakannya, awas saja."
Ancam Lisa.
"Bodo amat"Saut Zidan
"Aku tidak ingin tidur denganmu. " seru Lisa. Hal itu berhasil menghentikan langkah Zidan.
"Apa kau mengancam ku?" tanya Zidan, membalikkan tubuhnya menatap istrinya yang sedang menatapnya.
Dengan langkah kesal, Zidan benar - benar pergi meninggalkan dapur itu. Kisa menahan tawa melihat ekspresi Zidan yang pasrah tapi tak rela itu.
~
Lisa telah selesai menghidangkan makanan dia atas meja. Ia duduk di kersi meja makan sembari menunggu suami nya.
"Zi, cepatan dong!" teriak Lisa. Namun, tidak ada balasan dari Zidan.
"Dia ngapain sih, lama banget." gerutu Lisa. Dia mengetuk - ngetuk meja dengan bosan.
Setelah 10 menit menunggu tapi Zidan tak juga muncul. Akhirnya Lisa berdiri dan pergi menyusulnya ke kamar.
Ceklek
Lisa masuk dan mencari keberadaan suaminya.
"Zidan…" panggil Lisa.
"APA…"sergah Zidan. Lisa menoleh kearah sumber suara.
"Kau…" ucapan Lisa terputus, saat melihat penampilan suaminya itu.
"Kau puas!!" ucap Zidan kesal.
"Bwahahaha…" Lisa tak bisa menahan tawanya, saat melihat penampilan suaminya yang saat ini terlihat sangat menggemaskan di mata Lisa.
Bagaimana tidak,coba kalian bayangin seorang Zidan dengan tubuh yang kekar memakai piama bergambar hello kitty dengan warna pink.
"Tertawa saja terus!!…" ketus Zidan beranjak berdiri,ia berjalan mendekati lemari dan mengambil sepasang piama tidurnya.
Lisa yang melihat gerak gerik Zidan hendak mengganti piamanya, langsung berucap.
"Jangan diganti!!!…" seru Lisa . Ia mendekati suaminya itu.
"Jangan di ganti, kau sangat tampan menggunakan ini…" imbuhnya
"Kau yang be…"
Cup
"Ayo kita makan!" ajaknya. Zidan hanya diam saja dan memegang bibirnya.
"Kau…" Lisa tak menunggu suaminya itu menyelesaikan ucapannya. Lisa menarik tangan Zidan untuk turun ke meja makan.
Setibanya di meja makan, Lisa menyuruh suaminya itu duduk, sementara dirinya mengambilkan Zidan makanan.
"Terima kasih" ucap Zidan menatap Lisa.
"Kenapa kau menatapku seperti itu?" tanya Lisa
"Kenapa kau aneh banget malam ini?" tanya Zidan balik.
"Aneh bagaimana?" Lisa memasukkan sesendok makanan ke mulutnya.
"Sudahlah, ayo cepat habiskan makananmu!!" suruh Zidan, ia mulai memakan makanannya.
Mereka pun menikmati makanannya dengan keadaan diam. Sekali - kali Zidan melirik kedepan melihat istrinya yang sedang makan dengan lahap.
~
Sementara Rose di rumah sakit, sedari tadi dia hanya diam dan terus menangis.
"Rose, ayolah jangan seperti ini!" ujar ayah Andre. Namun Rose hanya diam.
"Ayolah sayang, jangan menyiksa dirimu seperti ini. Kalau kau terus begini, kondisimu akan lama pulih nya nak." seru ayah Andre.
Dani mendekati ayah Andre dan ia mencoba memberikan pengertian kepada pamannya itu.
"Paman, bagaimana biar aku saja yang mengajak Rose bicara. Lebih baik paman pergilah ke kantin dan makan malam." saran Dani. Sejenak ayah Andre terdiam hingga akhirnya ia pun menganggukkan kepalanya.
Setalah aah Andre keluar dari ruangan, Dani pun mendekat kearah Rose. Ia mendudukkan tubuh nya di kursi yabg ada di samping ranjang Rose.
"Rose…" panggil Dani.
"Dan, gue udah jahat…" ucap Rose tiba - tiba
"Gak kok elu gak jahat, udah ya.…" jawab Dani.
"Nggak Dan, gue jahat banget…" ucap Rose lagi
"Gue tega nyelingkuhin Daniel."
"Gue udah salah menuduh dia berkhiyanat sama gue, padahal gue yang udah khianatin dia…" seru Rose kembali menangis.
"Udah lah Rose, sekarang elu ikhlasin kepergiannya, nggak usah ungkit - ungkit siapa yang salah…" ujar Dani mencoba menenangkan sepupunya itu.
"Gimana gue bisa ikhlas Dan, gue merasa bersalah banget. Elu tau dia selalu bangga - bagain gue di depan keluarga nya. Sementara gue, tanpa mencari tau alasan dia kenapa pergi ninggalin gue. Gue dengan tega nya khianatin dia…" Rose menghapus air matanya yang tak mau berhenti menetes.
Dani berdiri dan di rengkuhnya tubuh sepupunya itu.
"Elu harus sabar dan ikhlas, kalau elu kaya gini terus yang ada, Daniel bukannya tenang di sana tapi dia malah sedih liat elu nangisin dia mulu." ujar Dani.
Dani merenggangkan rengkuhannya dan di pegangnya wajah sepupunya itu.
"Elu harus bangkit dari kesedihan ini, elu apa gak kasihan sama paman dan kak Lisa?" tanya Dani
"Mereka dari kemaren terus saja menagis melihat kondisi elu. Apa lagi kak Lisa, kata Bella, Kak Lisa selalu menangis saat melihat kondisi elu yang sempat down."
"Ayo bangkit demi mereka." ucap Dani. Rose terdiam menatap seoupunya itu.
"Akan gue coba nyebunyiin kesedihan gue dari mereka." balas Rose. Dani mengangguk dan kembali merengkuh tubuh lemah Sepupunya itu.
"Sekarang istirahat lah, jangan menangis terus." Dani melepaskan rengkuhannya dan membaringkan tubuh Rose dan membenarkan letak selimutnya.
"Aku akan di Sini menjagamu." ucap Dani menggenggam tangan Rose. Rose tersenyum dan mulai menutup matanya, ia sangat bersyukur memilki sepupu seperti Dani.
Ceklek.
ayah Andre pun masuk ke dalam ruangan Rose dan menghampiri Dani.
"Bagaimana?" tanya ayah Andre memelankan suaranya. Dani tidak menjawabnya tapi dia hanya menganggukkan kepalanya saja.
"Terima kasih nak…" ucap ayah Andre.
~
Setelah selesai makan malam Lisa dan Zidan langsung masuk ke dalam kamar. Lisa mengambil salah satu buku novelnya, kemudian ia mendudukan tubuhnya di ranjang.
Lisa yang sedang asik membaca novel, tiba - tiba terganggu dengan kedatangan Zidan. Zidan merebahkan kepalanya di atas paha Lisa.
"Zi minggirlah, kau mengganggu ku." Lisa mendorong pelan kepala Zidan.
"Biarlah begini sebentar…" seru Zidan
"Tapi…"
"Tadi kemauan mu, aku turuti semua. Sekarang giliranmu menurutiku." pungkas Zidan.
Lisa memilih diam, dia rasanya capek sekali untuk berdebat dengan suaminya itu.
~•••
Makasih dukungannya🤗