
FLASHBACK ON
sekembalinya dari ruangan Zidan, Bella kembali ke kelas. Ia duduk di bangkunya dan menunggunggu kedatangan Rose.
"Udah jam segini, dia kok belum datang juga ya" gumam Bella melirik jam yang melingkar di tangannya.
Bella meraih ponselnya dan mencari kontak temannya itu.
Drrrrttt.... Drrrrttttt....
"Kok gak diangkat sih"
"Tumbenan dia kaya gini" imbuhnya. Bella pun asik mengotak atik ponselnya dan tanpa dia sadari Rose telah masuk ke dalam kelas.
Tuk....
Rose meletakkan tasnya ke atas meja dengan cukup keras. Hingga Bella mengalihkan perhatiannya dari ponsel menoleh kearas sumber suara.
"Rose..." sapanya, Rose hanya melirik Bella sebentar
"Elu kapan datang, gue udah nungguin elu dari tadi." ucap Bella.
"Ada apa elu nungguin Gue?" tanya Rose.
"Ada yang mau gue kasih tau ke elu" balas Bella.
"Penting atau enggak, gue lagi gak mood ini." ujar Rose.
"Penting banget." Rose pun memutar tubuhnya menghadap ke arah sahabatnya Bella dan bersiap mendengarkan apa yang akan di ucapkan oleh Bella.
"Begini...."
Belum sempat Bella memulai ceritanya seorang dosen pun masuk dan memulai pelajaran mereka.
"Kita lanjutin nanti ya" bisik Bella dan di angguki oleh Rose. Bella menahan ceritanya, karena jika ia memaksakan untuk bercerita juga, maka semua orang akan tau bagaimana keadaan Daniel saat ini.
Sementara, berdasarkan info yang di dapatkannya dari keluarga Daniel. Daniel sendiri yang tidak ingin kalau keadaannya di ketahui oleh orang lain.
~
Setelah kelasnya selesai Bella menahan Rose yang hendak keluar dari kelas, pergi ke kantin.
"Rose tunggu!.." tahan Bella.
"Bell, kita ceritanya di kantin aja gimana? gue laper banget ini." seru Rose.
"Gak bisa, di kantin terlalu rame, gue mau kita ceritanya di sini aja!" jawab Bella. Rose dengan terpaksa mendudukkan tubuhnya kembali di samping Bella.
"Yaudah, cepatan cerita!!" seru Rose.
"Rose..."
"Hmm..."
"Apa sih Bell? Jadi cerita gak sih ini?"tanya Rose
"Elu udah tau belum, di mana keberadaan Daniel?" tanya Bella.
"Belum dan gue udah gak mau tau lagi tentang dia. Mau dia dimana dan sama siapa pun gue gak peduli." jawab Rose. Bella menatap sahabatnya itu sejenak.
"Tumben elu nanyain dia, ada apa ?" tanya Rose heran.
"Hmmm.... Gue udah tau dimana Daniel sekarang." Rose diam.
"Bodo amat, gue udah gak peduli, sama orang yang udah ninggalin gue begitu aja." seru Rose beranjak berdiri.
"Elu cuma mau bilang itu doang kan, gue mau ke kantin dulu, udah laper banget soalnya" ucap Rose melangkah pergi.
"Dia sedang sakit...." seru Bella yang berhasil menghentikan langkah sahabatnya itu.
"Daniel sedang sakit parah Rose... Dia sekarang lagi di rawat di rumah sakit." imbuhnya lagi. Bella beranjak berdiri mendekati sahabatnya itu, dia berdiri di hadapan Rose dan menatapnya.
"Apa elu masih gak peduli?" tanya Bella. Rose diam tak bergeming.
"Dia sedang sekarat Rose, itulah alasannya gak ada kabar...."Rose manatap Bella dengan pandangan sangat kaget.
"E - elu tau dari mana?"tanya Rose .
"Enggak...Enggak mungkin dia sakit, elu tau sendirikan gimana Daniel menjaga dirinya agar tetap sehat, jadi nggak mungkin lah kalau dia sakit"Sangkal Rose tak percaya.
"ELU AKAN MENYESAL ROSE!"Rose menghentikan langkahnya lagi, Bella dengan segera menghampirinya.
"Kalau elu mau bukti, ayo ikut gue ke rumah sakit!!" ajak Bella. Rose menatap Bella dengan pandangan yang sulit di artikan.
"Ayo! Awas elu kalau bohong! Gue akan mau ketemu apalagi berteman dengan elu lagi!" ancam Rose. Bella pun mengajak sahabatnya itu ke rumah sakit, di mana tempat Daniel di rawat.
Rumah sakit.
Setelah memakirkan mobilnya Bella mengajak Rose untuk masuk kedalam rumah sakit. Rose berjalan di belakang Bella dengan perasaan yang tak karuan.
Sampai di depan ruangan rawat Daniel, Bella menghentikan langkahnya, ia membalikkan tubuhnya menghadap sahabatnya.
"Rose, saat elu masuk, gue mohon elu gak boleh histeris!! atau kita akan di usir oleh dokternya nanti" Bella memperingati sahabatnya.
"Bell, elu jangan bikin gue takut gini dong. Gak lucu ah becandanya."ujar Rose.
Bella memegang tangan Rose dan mengajaknya masuk kedalam ruangan Daniel.
"Ayo!!!"
Ceklek.
Bella membuka pintu kamar itu dan mengajak sahabatnya itu masuk. Baru dua langkah Rose memasuki ruangan itu, ia sudah bisa melihat seseorang terbaring di atas ranjang. Rose melangkah lebih mendekati ranjang itu, ia melihat dengan jelas siapa yang terbaring diatas ranjang itu.
"Enggak... Enggak mungkin...." Rose membekap mulutnya dengan tangannya dan menggeleng tak percaya.
"Bell, ini gak mungkin kan, ini cuma becandaan kalian aja kan." seru Rose, ia melangkah mendekati ranjang.
"Daniel... bangun aku tau kalau kamu cuma pura - pura tidur" ujar Rose. Namun tidak ada pergerakan dari Daniel.
"Sayang bangun donggg, gak lucu tau gak.." seru Rose menyentu tangan kekasihnya itu, air matanya sudah mulai menetes.
Bella yang tak sanggup melihat sahabatnya yang sedang menangis, ia memilih keluar dan menghubungi Zidan.
Ia takut akan terjadi suatu hal yang tak di ingin terjadi pada Rose dan ia butuh pendamping disini. Karena ia tau bagaimana sahabatnya itu.
FLASHBACK OFF
Setelah tidak sadarkan diri selama kurang lebih dua jam, akhirnya Rose sadarkan diri.
"Daniel..." gumamnya, air matanya kembali menetes. Lisa yang memang selalu ada di samping adiknya pun langsung memanggil dokter.
"Rose kamu sudah sadar sayang?." tanya Lisa pelan
"Daniel kak... Daniel..." Rose kembali menangis terisak.
"hussh.... Kamu yang sabar ya, kita doa kan saja semoga Daniel secepatnya kembali pulih" ujar Lisa mengusap tangan adiknya.
Ceklek
Lisa menoleh kearah pintu dan dia melihat suaminya masuk dan melangkah mendekatinya.
"Ada apa?" tanya Lisa. Rose hanya diam saja.
"Daniel sudah sadar dan dia sekarang sedang menanyakan Rose" ucap Zidan. Rose sangat senang mendengarnya.
"Benarkah itu?" tanya Rose memastikan ucap kakak iparnya itu. Zidan menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
Rose dangan tidak sabaran langsung mencabut jarum infus yang ada di tangannya dan dengan segeran ia turun dari ranjangnya.
"Rose..." Lisa mencoba menahan adiknya itu
"Kakak minggirlah aku ingin ketemu Daniel." ucap Rose melepaskan genggaman tangan kakaknya. ia melangkah dengan buru - buru. Karena tubuhnya yang belum sepenuhnya pulih, Rose pun terjatuh.
"Rose hati - hati sayang, tubuhmu masih lemas..."Lisa membatu adiknya itu berdiri.
"Zidan tolong ambilkan kursi roda!" perintah Lisa. Zidan pun pergi mengambil kursi roda.
"Ayo duduklah!" ucap Zidan saat dia datang membawa kursi roda. Lisa membantu adiknya untuk duduk di kursi roda itu dan ia mendorongnya menuju ke ruangan Daniel yang ada di sebelah kamarnya.
~•••~
Jangan lupa dukungannya ya guys😉
kalau kalian suka jangan lupa juga kasih hadia dan vote ya😁 mumpung hari ini, hari senin aku tunggu tu vote nya ya☺