ZIDAN Dan LISA

ZIDAN Dan LISA
Daniel sadar


"Rose hati - hati sayang, tubuhmu masih lemas..."Lisa membantu adiknya itu berdiri.


"Zidan tolong ambilkan kursi roda!" perintah Lisa. Zidan pun pergi mengambil kursi roda.


"Ayo duduklah!" ucap Zidan saat dia datang membawa kursi roda. Lisa membantu adiknya untuk duduk di kursi roda itu dan ia mendorongnya menuju ke ruangan Daniel yang ada di sebelah kamarnya.


Ceklek


Zidan membuka kan pintu kamar Daniel, Lisa pun mendorong kursi roda yang di duduki oleh adiknya itu masuk ke dalam kamar rawat Daniel.


Di dalam ruangan itu sudah ada dokter yang baru selesai memeriksa Daniel dan juga ada Bella yang berdiri di samping Daniel.


Saat melihat Rose yang masuk menggunakan kursi roda, Bella pun langsung menghampiri sahabatnya itu.


"Rose, are you oke?…"tanya Bella khawatir. Rose tidak menjawab pertanyaan Bella, dia masih fokus melihat kearah Daniel yang juga sedang melihat kearahnya. Karna tak mendapatkan respon dari sahabatnya itu, Bella pun bertanya kepada Lisa.


"Kak Lis, Rose kenapa? Kok pake kursi roda?" tanya Bella.


"Dia masih lemas Bell, makanya pake ini." jawab Lisa. Bella mengangguk paham.


Setelah menitipkan Rose kepada Bella, Lisa pun mendekati Zidan yang sedang bicara dengan dokter.


"Bagaimana keadaannya?" tanya Lisa


"Kata dokter, Daniel sudah membaik.." jawab Zidan.


"Pak Zidan, saya ingat kan lagi ya. Tolong jangan sampai pasien kelelahan, karna jika dia sampai drop lagi, saya tidak tau nanti keadaannya akan seperti apa." pesan dokter.


"Baik dok."


"Kalau begitu saya permisi dulu" ucap dokter yang menangani Daniel. Zidan dan Lisa pun mengangguk.


Rose masih diam menatap Daniel, air matanya tak mau berhenti meneteskan air mata.


"Jangan nangis!" ucap Daniel pelan. Rose menggelengkan kepalanya.


"Tersenyumlah, aku merindukan senyumanmu.." ucapnya lagi. Daniel menggerakkan tangannya menyentuh pipi kekasihnya itu.


"Daniel ingat pesan dokter ya, kami keluar dulu. mau mengabari keluarga mu." ujar Zidan.


"Iya pak, makasih." balas Daniel. Ia tersenyum melihat kearah Lisa dan juga Bella.


"Kita tinggal dulu ya Niel." seru Bella. Daniel menganggukkan kepalanya. Setelah melihat semua orang pergi, Daniel kembali menatap Rose yang ada di sampingnya.


"Kemarilah! aku merindukanmu. Apa kamu nggak merindukan aku?" Rose menggeleng.


"Kamu jahat" ucapnya cemberut.


"Aku jahat? kapan aku jahat sama kamu?" tanya Daniel.


"Kenapa kamu gak kasih tau aku, kalau lagi sakit?" tanya Rose kesal.


"Hehehe…" Daniel terkekeh mendengar pertanyaan Rose.


"Kok malah ketawa?, gak ada yang lucu tau." seru Rose semakin kesal.


"Siapa bilang nggak ada." Rose menatapnya kesal.


"Jangan marah! di mata aku, kamu itu selalu tampak lucu." seru nya tersenyum.


"Sudahlah, jangan bicara lagi! nanti kamu capek." ujar Rose memperingati kekasihnya.


"Sini…"Daniel menepuk kasur di sampingnya. Rose menggeleng.


"Kenapa? katanya kangen." tanya Daniel heran.


"Terlalu sempit, nanti aku jatuh. Begini aja dulu."Rose memegang tangan kekasihnya itu, Daniel pun tersenyum.


"Kamu jangan sakit lagi ya, jangan buat aku takut lagi" ujar Rose pelan, Daniel hanya menanggapinya dengan sebuah anggukan.


~


Di luar ruangan tampak Zidan, Lisa dan Bella sedang menghubungi keluarga Daniel dan ayah Andre


Zidan dan Bella bertugas menghubungi keluarga Daniel. Karena yang di kenal oleh keluarga Daniel hanya lah Zidan dan Bella.


Sementara Lisa menghubungi ayahnya , untuk memberitahu bahwa Rose sedang di rawat di rumah sakit.


Tuuuut…Tuuuuut…


"Ayah kemana sih, kok telponnya gak di angkat." gumam Lisa. Ia mencoba menghubunginya lagi.


Tuuuut…Tuuuut…


"Hallo nak…" sapa ayah Andre


"Hallo ayah"


"Ayah sedang apa dan lagi dimana?" tanya Lisa


"Memangnya kenapa nak?" tanya ayah Andre.


"Hmmm… Begini ayah, hmmm…"


"Ada apa nak, kenapa kau seperti ragu gitu?"saut ayah Andre.


"Hmm… Ayah jangan panik ya."


"Cepatlah nak, kepana kamu dari tadi bertele - tele sih? jangan buat ayahmu ini penasaran...." seru ayah Andre.


"Rose sedang di rawat di rumah sakit ayah." ucap Lisa.


"APAA?"


"Kenapa bisa? kenapa dia bisa masuk ke rumah sakit? bagaimana keadaannya? apa penyakitnya para? …"


"Ayah tenang dulu… Semuanya baik - baik aja kok. Dia juga sudah membaik, dia terlalu ke lelahan dan kelaparan ayah." Lisa memberitahukan kepada ayahnya semua yang ia tau. Karna kalau di sembunyi - bunyikan, maka ayahnya akan tambah panik dan makin penasaran.


"Kelaparan? kenapa dia bisa kelaparan? Perasaan ayah selalu memberinya makan yang cukup." ujar ayah Andre.


"Mungkin karna dia diet ayah." saut Lisa.


"Baiklah ayah, aku matikan dulu ya sambungannya. O iya yah, ayah gak isah kesini malam ini,karna disini sudah ada aku dan Zidan." ucap Lisa memperingati ayahnya.


"Tapi nak…"


"Ayah percayakan sama aku?…" potong Lisa.


"Baiklah kalau begitu. Jagalah adikmu baik - baik ya."


"Ayah tenang saja, bye ayah"


"Bye" Lisa pin mematikan ponselnya. Setelah menelpon Lisa pun menghampiri suami dan sahabat adiknya itu.


"Bagaimana, apa semua sudah beres?" tanya Lisa.


"Aku beres, kata keluarganya Daniel Besok mereka akan ke sana. Karena kalau sekarang mereka nggak bisa keluar, lingkungan di rumah mereka rawan begal kalau malam." tutur Bella.


"Oiya Lis, tadi Dani menghubungi ku" ucap Zidan memberitahukan Lisa.


"Ada apa dia menghubungimu? "tanya Lisa


"Katanya besok dia mau ke rumah kita." jawab Zidan


"Kenapa dia tidak menghubungiku saja, kenapa dia menelponnya kepadamu."Tanya Lisa heran.


"Katanya, nomormu tidak aktif" jawab Zidan.


"Oh mungkin dia menelpon di saat aku sedang menelpon ayah." gumam Lisa. Zidan pun mengangguk mengiyakan. Mereka bertiga pun duduk ber sejejer di bangku yang ada di depan kamar Daniel.


~


Tok…Tokk…


Ceklek


Ayah Andre pun membuka pintu rumahnya. Ia melihat siapa yang mengetuk pintu rumahnya malam - malam begini?


"Malam omm…"


"Kamu siapa? ada keperluan apa kamu malam - malam kerumah saya?" tanya ayah Andre.


"Saya pacarnya Rose om, apa Rosenya ada om?" tanya Ronal


"Kamu Daniel?" tanya ayah Andre, yang memang belum tau seperti apa bentuk Daniel, yang ia tau hanyalah sebatas nama saja


"Ah…Daniel? Siapa itu Daniel om? perkenlkan saya Ronal om." Ronal memperkenalkan dirinya kepada ayah pacarnya itu.


"Oh bukan ya, itu sih Rose lagi di rawat di rumah sakit," Ucap ayah Andren


"Rumah sakit? Sakit apa dia om?" tanya Ronal.


"Kelelahan saja." balas ayah Andre.


"Rumah sakit mana om dan kamar berapa?" tanya Ronal.


"Kalau gak salah tadi dia di rawat di NMY hospital." ucap ayah Andre.


"Baiklah kalau gitu, saya pergi dulu ya om" Pamit Ronal. Sebelum ayah Andre menjawabnya, Ronal terlebih dahulu sudah berlalu pergi begitu saja.


"Dasar anak Zaman sekarang" gumam ayah Andren menutup pintup kembali.


~•••~


Jangan lupa dukunganny ya kak.


like dan komennya juga di tunggu