ZIDAN Dan LISA

ZIDAN Dan LISA
Kesal


Zidan berdiri dan berjalan menuju tempat tidur. Dia melihat kalau Lisa sudah tertidur nyenyak. Zidan membenarkan letak selimut Lisa dan menyingkirkan anak rambut yang mehalangi wajah Lisa.


"Kalau diam gini lu cantik juga" ucap Zidan memperhatikan Lisa.


Zidan mematikan lampu utama dan menghidupkan lampu tidur. Dia pun membaringkan tubuhnya di samping Lisa.


" hmmm.... Begini kah malam pertama yang diceritain Ridho" gumamnya pelan dan mulai menutup matanya.Malam ini dia mencoba untuk tidur cepat karena jujur saja tubuhnya sangat lah lelah karena berdiri seharian.


Belum berapa lama dia menutup mata. Zidan kembali membuka matanya karena kaget merasakan sesuatu yang menyentu tubuhnya. Zidan menoleh kesamping dan benar saja ternyata Lisa sedang memeluk tubuhnya.


"Apa - apaan ini?" gumam Zidan membalas pelukan Lisa. Bukanya melepaskan Zidan malah mempeerat pelukannya.


"Coba aja lu meluk gw ketika sadar, kan lebih enak" gumam Zidan tersenyum. Dia menikmati momennya berpelukan bersama Lisa.


Selang beberapa saat akhirnya Zidan pun ikut dengan Lisa untuk menyelami alam mimpinya.


~


Keesokan paginya Lisa terbangun lebih dulu dari pada Zidan.


" hmm.." Lisa merenggangkan otot - ototnya.


" Apa ini kok berat?" ucap Lisa meraba perutnya dan dia dapat merasakan bahwa ada sebuah tangan yang sedang memeluk tubuhnya, Lisa menoleh kesampingnya dan betapa kagetnya Lisa saat mengetahui siapa orang yang berani memeluk tubuhnya.


"AAARRGGGHH" teriak Lisa. Dia menendang Zidan sampai jatuh dari atas tempat tidur.


"Apa - apaan sih lo? pagi - pagi uda cari ribut" ucap Zidan kesal karena tidur indahnya terganggu.


" Kenapa lu tidur disini?" tanya Lisa


"Ya disinilah, mau dimana lagi. ini kan kamar lu jadi gw ya tidur disini lah" jawab Zidan. Mencoba untuk membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur. Tapi dengan tak punya hati Lisa menendang Zidan kembali.


Bruk


"Aarrgghh mau lu apa sih?" teriak Zidan yang mulai kesal dengan Lisa.


" Gw mau lu keluar dari kamar ini!"usir Lisa kepada Zidan.


" Ok kalau itu mau elu, tapi jangan salahkan gw kalau terjadi sesuatu "seru Zidan mengambil bantal dan selimut dan dia mulai melangkahkan kakinya untuk keluar dari kamar Lisa.


Cklek


"Pagi - pagi udah cari masalah" gumam Zidan kesal. dia bener - bener keluar dari kamar Lisa dan pergi keruang tamu. Dia melihat ada sofa ukuran cukup luas yang bisa dijadikannya tempat tidur.


"Tega banget dia ngusir gw subuh - subuh gini. Dasar cewek aneh" ujar Zidan. Dia mencoba menutup mata.


Dikamar Lisa masih terduduk diatas ranjang. Dia memikirkan apakah dia terlalu berlebihan sampai mengusir Zidan dari kamar.


" Apa gw cari dia lagi ya. ih tapi ntar dia ngelunjak lagi" gumam Lisa pelan.


"tapi ntar kalau keluarga yang lain lihat dia tidur di luar gimana, kan bisa gawat" ujarnya lagi. akhirnya Lisa memnutuskan untuk pergi mencari Zidan yang tidur di luar.


Lisa sudah mengelilingi rumahnya tapi dia tidak menemukan Zidan.


"Kemana sih tu anak, merepotkan saja" ujarnya.


" Oiya aku kan belum mengecek ruang keluarga" gumamnya lagi. Lisa pergi keruang tamu dengan tergesah - gesah. Sesampainya disana Lisa dapat melihat suaminya itu sedang meringkuk di bawa selimut yang dibawanya dari kamar tadi.


"Ey..ey...ey ayo bangun!! pindah kamar sono." seru Lisa menggoyang - goyangkan lengan Zidan.


"Hey bangun. aduuhh ni orang kebo banget sih tidurnya." ujar Lisa lagi, namun Zidan tetao tidak bergeming.


"Ini bisa bahaya kalau sempat ada yang lihat dia tidur disini" gumam Lisa pelan.


"Gak ada jalan lain" ucapnya


PLAK


"Aw" teriak Zidan memegang pipinya yang terasa panas.


"Lu yang benar aja dong" teriak Zidan.


"Makanya kalau tidur jangan kebo" kila Lisa.


"Bener - bener lu ya. Bukannya minta maaf. mala nyalahin" ujar Zidan.


"Udah ah, lagian kenapa lu tidur sini?" tanya Lisa.


"Pertanyaan bodoh macam apa itu. yang nyuruh gw keluar kamar kan lu? " balas Zidan. Lisa terdiam disini memang dialah yang bersalah.


"Ogah" ucap Zidan dan kembali tidur di sofa.


"eh eh eh malah tidur lagi. ayo kekamar" Lisa menarik tangan Zidan, hingga Zidan terjatuh dari atas sofa.


Bruk


"Arrggh ngesil lu tau gak" ujar Zidan berajak pergi ke kamar.


"Dari tadi kek" ucap Lisa yang mengikuti Zidan dari belakang.


tanpa mereka sadari semua kejadian yang di ruang tamu dilihat oleh Oma dan tante Lilis.


"Tante lihatkan, mereka sweet banget" ujar Lilis tersenyum bahagia.


" Semoga aja mereka bahagia" ujar Oma ikut tersenyum.


" Amin. kalau masalah itu tante tenang aja, Lisa pasti akan bahagia bersama Zidan.


~


Sesampainya dikamar Zidan langsung berbaring di tempat tidur.


"Eh eh eh ngapain lu tidur dikasur gw?" teriak Lisa menarik tangan Zidan.


"Aduh apalagi sih?" tanya Zidan kesal.


"Minggir - minggir enak aja lu tidur ditempat tidur gw" seru Lisa.


"Lu mau apa sih sebenarnya? tadi lu ngusir gw, terus gw tidur diruang tamu eh lu suruh tidur dikamar, dan pas gw udah balik lagi kekamar eh lunya malah ngusir gw lagi" tanya Zidan heran.


" Gw nyuruh lu tidur di kamar bukan berarti lu boleh tidur disini" ujar Lisa


"Terus gw tidur dimana?" teriak Zidan kesal


"Disana " tunjuk Lisa kearah sofa yang ada di tepi jendela.


"Yang benar aja" ujar Zidan.


"Lagian ya ini tu udah pagi kenapa lu masih mau tidur?" tanya Lisa


"Tidur gw belum puas karena seseorang" ujar Zidan yang akhirnya mwngalah dan melanjutkan tidurnya di sofa.


"Alasan " ucap Lisa berlalu pergi ke lemari pakaiannya untuk mengambil baju ganti yang akan di pakainya nanti.


"Mending aku siap - siap ke butik aja dari pada disini lebih lama sama dia bisa - bisa gila aku lama - lama dekar dia." gumam Lisa


Zidan memperhatikan semua gerak gerik Lisa dari sofa. sebenarnya dia tidak benar - benar mengantuk. Dia merasa senang aja mengganggu Lisa.


"Lucu" gumamnya pelan.


~


Sudah 30 menit Lisa didalam kamar mandi, dan selama itu belum ada tanda - dia akan keluar.


"Dia mandi atau gimana sih, lama banget" gumam Zidan.


Ceklek


Zidan mendengar suara pintu terbuka, dia kembali berpura - pura tidur.


" Masih aja tidur" gumam Lisa menghampiri sang suami.


" hey kebo ...hey bangun " Tidak ada pergerakan dari Zidan


"Oo gak mau bangun juga, atau gw tampar aja lagi biar dia bangun" ujar Lisa. Lisa bersiap - siap mengayunkan tanganya untuk menampar Zidan.


" Berani lu nampar gw lagi. lu bakalan tau akibatnya" seru Zidan yang masih enggan membuka matanya.


" Bangun bentar lagi sarapan. gak enak kalau kita turum telat" ucap Lisa berbalik dan ingin pergi ke meja rias tapi sebelum Lisa melangkah jauh.


"Aarrhg..."


~•••~


Hai readers semoga suka ya sama karya aku😁


jangan lupa like dan komennya ya biar aku tetap semangat buatnya🤗