ZIDAN Dan LISA

ZIDAN Dan LISA
Ada hubungan apa?


"Dia Reyhan? O shitt kenapa gak kepikiran sih?"kedua mata Zidan membulat tak percaya. Bagaimana bisa?


"Ka- kau Reyhan anak rekan bisnis papa ku itu?" tanya Zidan tak percaya.


"Iya gue, Reyhan, pasti paman Dika sudah memberitau elu tentang gue yang ingin bekerja sama dengan perusahaan elu bukan? Ayo duduklah!" perintah Reyhan, ia mendahului Zidan untuk duduk di atas sofa. Namun, Zidan tak bergeming akan posisinya.


"Apa ini? Orang yang sangat gue benci adalah pemilik dari RP group?"gumam Zidan smabil menelan salivanya. Karena memang sedari SMA mereka tidak pernah akur dengan Reyhan.


"Matilah aku, dia pasti tidak akan mau bekerja sama dengan perusahaanku" gumam Zidan dalam hati.


"Tuan Zidan, kenapa kau masih berdiri saja disana? silahkan duduk!"perintah Reyhan. Zidan menganggukkan kepalanya dan menyusul Reyhan untuk duduk di sofa yang ada di ruangan Reyhan itu.


"Aku benar - benar tak menyangka kalau kau adalah pemilik dari RP group ini, ku kira kau tidak akan menjadi pengusahan, bukannya dulu kau ingin menjadi dikter?" tanya Zidan basa basih. Ia ingin mengurangi kecabggungan yang ada di ruangan imi.


"Lupakan saja impian ku itu, yang jelas sekarang aku senang dengan dunia bisnis ini." saut Reyhan


"Oh, iya dimana sekretarismu?" tanya Reyhan, menengok ke arah pintu namun tidak ada siapa pun di sana.


"Sekretaris?" Zidan mengernyit bingung


"Iya, Lisa , sekarang sekretarismu kan!" ujar Reyhan.


"Bagaimana dia bisa tau kalau ada Lisa di sinj?"Zidan mengernyit kesal.


"Dia sedang menunggu di luar," jawab Zidan.


"Kenapa dia tidak kau ajak masuk?"tanya Reyhan.


"Karena disini yang berkepentingan dengan mu adalh aku, bukan dia. Jadi biarkan saja di menunggu di luar!" saut Zidan dengan sedikit kesal


"Ajaklah dia kedalam, apa kau tidak kasihan melihatnya menunggu di luar sendirian."


"Tidak usah, biar kan saja dia di luar." Zidan semakin kesal dengan Reyhan yang terdengar pelan namun memaksa.


"Kaau kau tidak mengajak Lisa masuk kesini, aku tidak akan melanjutkan rencana kerja sama ini."permintaan Reyhan terkesan aneh dan begitu menjengkelkan bagi Zidan.


"Demi kerja sama, Zi dan demi karirku jadi dosen."gumam Zida sambil mendengus kecil.


"Baiklah tunggu sebentar, gue akan memanggilnya. Apa kau senang!" Zidan beranjak berdiri dan keluar dari ruangan itu untuk memanggil Lisa yan terlihat masih duduk di tempat yang sama. Lisa terkejut melihat suaminya itu yiba - tiba keluar dan mengajaknya masuk keruangan owner. Beberapa pertenyaan ia lontarkan dari mulutnya, namun satu pun tidak ada yang di jawab oleh suaminya itu. Lisa pun terpaksa memilih diam mengikuti langkah suaminya itu


Lisa db Zidan mendudukkan tubuhnya di atas sofa, kedua mata Lisa dibuat terkejut saat melihat laki - laki yang sedang duduk di sebrangnya itu.


"Reyhan?"


"Hai Lisa, kita jumpa lagi" sapanya sambil tersenyum


"Rey ngapain elu disini? Dimana ownernya?" tanya Lisa bingung dan ia melirik Zidan takut.


"Iya, aku ownernya, pemilik RP group ini." penuturan itu membuat kedua mata Lisa membulat seketika.


"Astaga, kenapa aku baru sadar nama dia kan Reyhan dan tadi aku juga dengar Zidan megatakan nama pemilik perusahaan ini Reyhan juga... Jadi dia pemilik perusahaan ini? Astaga, Zidaku yang bodoh aku kan sangat membencinya" gumam Lisa sambil melirik Zidan.


"Elu sudah lama ya bekerja dengan Zidan?" tanya Reyhan


"Ehm aku..."Lisa melirik ke arah suaminya itu.


"Aku baru kurang lebih enam bulanan kerja dengannya" jawab Lisa.


"Tian Reyhan, kedatanganku kemari untuk membicarakan rencana kerja sama, jadi tidak perlu bertanya kepada sekretarisku!" seru Zidan yang sudah mulai kesal dengan Reyhan.


"Kenapa memangnya? Selama masih di dalam lingkungan perusahaanku, aku berhak bertanya kepada siapa saja! Jika ada yang tidak suka silahkan pergi meninggalkan perusahaan ini!" jawab Reyhan sembari tersenyum sinis kepada Zidan.


"Ini adalah pembalasan untuk kesombongan mu selama ini Zidan" gumam Reyhan dalam hati.


"Sialan, sepertinya dia memang sengaja ingin membalasku!" umpat Zidan dengan kesal


"Baiklah, lakukan sesukan hatimu" jawab Zidan.


Suara ponsel Lisa tiba - tiba berdering, ada satu panggilan masuk dari pegawainya. Lisa oun berpamit kepada suaminya untuk keluar menerima panggilan itu.


Setelah mendapatkan izin dari suaminya, Lisa beranjak berdiri dab berlalu keluar dari ruangan itu. Namun, kedua mata Reyhan sedari tadi mengawasi Lisa, membuat Zidan begiti kesal melihatnya.


"Ehm." deheman Zidan yang memang disengaja membuat pandangan Reyhan teralihkan kepadanya.


Reyhanpun mulai melakukan pembicaraan, ia sedikit berbicara panjang lebar denga Zidan mengenai rencana kerja sama yang ingin ia jalin dengan ZP group. Setelah itu, merekapun mengakhiri pembicaraan tersebut dan membuat janji untuk pertemuan selanjutnya.


Tak lama kemudian Lisa pun kembali masuk ke ruangan saat Zidan dan Reyhan beranjak berdiri dan saling berjabar tangan untuk mengakhiri pertemuan itu.


"Sudah selesai yan"


"Iya, baru saja selesai..." saut Reyhan. Zidan masih memperhatikan laki - laki yang akan menjalin kerja sama dengannya itu tak lepas memandangi istrinta, Zidan sangat - sangat kesal melihatnya.


"Baiklah, Rey. Aku permisi pamit."


"Gue juga, pam...." belum sempat Lisa menyelesaikan perkataannya, Zidan sudah menarik tangannya dan mengajaknya pergi dari sana.


Reyhan masih memandangi Lisa yang meninggalkan ruangan kerja nya itu, bahkan ia rela keluar dari ruangan hanya untuk melihat wanita itu pergi dari sana. Saat Zidan dan Lisa tal terlihat lagi dari jangkauan matanya. Reyhan pun kembali masuk kedalam ruangannya dan melemaskan tubuhnya untuk duduk di atas kursi kerjanya. Ia mengusap kasar wajahnya.


"Kenapa gue jadi seperti ini Lisa kapan elu akan peka akan ke beradaan gue?"


"Sebenarnya gue sangat malas menjalin kerja sama dengan si Zidan itu. Tapi saat melihat Lisa di perusahaan Zidan tadi. Gue jadi mengurungkan niat gue dan sebenarnya gue cuma mau balas akan kesombongan Zidan selama ini. Tapi demi Lisa gue akan mempertahankan kerja sama ini." gumam Reyhan.


"Lisa, Lisa gue harus bisa mendapatkan elu"


"Tapi kenapa Zidan sepertinya sangat tidak suka saat gue dekat dengan Lisa? Ada hubungan apa mereka sebenarnya? Gue harus cari tau semuanya" gumam Reyhan yang merasa aneh akan kedekatan Lisa dan Zidan. Yang ia tau selama ini Lisa sangat membenci Zidan, lalu kenapa dia bisa bekerja di perusahaan Zidan.


~•••~


.


.


.


.


.


Maaf ketidak nyamanannya karena typo yang berserakan dimana - mana🙏😐


Jangan lupa dukungannya ya readerku sayang like dan votenya sanga aku tunggu. Borahae💜