
Ceklek, Lisa membuka pintu dan dia kaget karena yang memencet bel adalah teman adiknya yang datang sore tadi.
"Lah Rosenya kenapa, kok digendong gitu?" tanya Lisa khawatir saat melihat Rose dalam gendongan Ronal.
"Rosenya ketiduran kak, tadi saya sudah bangunkan tapi Rosenya gak mau bangun" tutur Ronal.
"Kamar Rosenya dimana kak?" tanya Ronal.
"Ha...Letakkan saja dia di sofa itu!!" suruh Lisa menunjuk sofa yang ada diruang tamu.
"Gak langsung ke kamar kak?" tanya Ronal
"Gak, letak disana saja" tegas Lisa.
"Baiklah kak" jawab Ronal, meletakan Rose di sofa dengan sangat pelan.
" Ya sudah kamu silahkan pergi. Terima kasih" Ucap Lisa.
"Ta-tapi kak, gak ada gitu ditawarin minum, aku kan capek gendong Rose dari mobil kesini" keluh Ronal memelas.
"Siapa dia?" tanya Zidan yang tiba - tiba datang menghampiri Lisa.
"Lo kok ikut turun?" tanya Lisa.
"Lu lama banget" jawab Zidan.
"Dia siapa?"tanya Zidan lagi.
"Dia temannya Rose, tadi Rose tidur dimobilnya jadi di gendong Rose masuk" tutur Lisa.
"Oo...Terus sekarang kenapa masih disini, ini Sudah malam sebaiknya kamu pulang" usir Zidan halus.
"Iya iya aku pulang permisi" pamit Ronal kecewa. Ya Ronal sangat kecewa karna dia tidak jadi bisa mendekati Lisa, memang itu lah niat Ronal mengantarkan Rose pulang. Dia merasa tertarik untuk mendekati Lisa yang dikiranya pelayan pacarnya itu.
"Gw harus bisa mendapatkan kakaknya Rose" ucap Ronal penuh ambisi.
~
"Terus ini Rose nya gimana?" tanya Zidan menatap Rose yang sedang terbaring di sofa.
"Ya bangunin lah, emang gimana lagi. Lu mau gendong dia?" tany Lisa.
"Ya kagak lah, mending gw gendong lu dari pada dia." tutur Zidan
"Lah emang kenapa kalau gendong gw?" tanya Lisa penasaran.
" Ya kalau gendong lu kan gw bisa sekalian grep - grepnya" Jawab Zidan nyengir.
"Huh..Dasar mesum" dengus Lisa kesal
"Mesum sama istri sendirikan gak apa -apa" ucap Zidan mengedipkan matanya ke Lisa, seketika Lisa memalingkan wajahnya. Dia tersipu mendengar kata - kata Zidan.
"Terrus gimana ini membangunkannya?" tanya Zidan, dia ingin cepat - cepat kembali kekamar.
"Tunggu bentar" ucap Lisa berjalan kedapur. Tak lama Lisa pin datang dengan segelas air ditangannya.
"Itu buat apa?" tanya Zidan bingung.
"Lu liat aja ntar" seru Lisa. Dia mulai menciprat - cipratka air yang dibawanya tadi ke muka Rose.
"Haish siapa sih?" teriak Rose kesal.
"Pindah kamar buruan!!" suruh Lisa.
"Apaan sih kak, ganggu aja. Aku ngantuk banget ini" teriaknya lagi dan kembali tidur.
Byuuuurrr
Dengan tak berperasaan Lisa menyiramka sisa air ke wajah Rose.
"Aaarrrgggghhhh.... Iya iya pindah, huh merepotkan saja" gerutu Rose kepada Lisa, dia beranjak dari sofa dan berjalan dengan menghentak - hentakkan kakinya menuju kamarnya.
"Wkwk...Adek lu lucu juga ya" ucap Zidan tertawa.
"Rose itu paling susah di bangunin, cara ampuh membangunkannya itu ya pake ini" ujar Lisa sambil mengangkat gelas yang dipegangnya.
"Yaudah yuk sekang kita kembali ke kamar" ajak Zidan.
"Lu duluan aja gw mau antar gelas ini dulu kedapur" ucapa Lisa.
" Yuk gw temenin" tawar Zidan.
"Nggak usah, gw bisa sendiri kok" tolak Lisa.
"Baik lah, cepat ya" seru Zidan.
"Hm " jawab Lisa berjalan kedapur, sementara Zidan kembali kekamar. Sampai di kamar Zidan berbaring di tempat tidur sambil nunggu Lisa.
Drrrtttt....ddddrrrttt....
Tiba - tiba terdengar suara ponsel bergetar, Zidan mencari sumber suara ponsel tersebut. Ternya ponsel Lisa yang sedang bergetar, Zida. meraih ponsel Lisa yabg berada diatas meja depan Sofa. Dan betapa kagetnya Zidan saat melihat siapa yang menghubungi ponsel istrinya malam - malam begini.
"Reyhan??, Ada apa Reyhan menelpon Lisa malam - malam begini." gumam Zidan
Ceklek, Lisa masuk dengan membawa segelas air putih untuk Zidan.
"Minumlah air putih dulu sebelum tidur, tadi lu habis minum kopi" ucap Lisa. Zidan menerima gelas yang di berikan Lisa kepadanya.
"Iya tadi ada yang telpon, tapi pas gw mau ngangkat eh mala mati" tutur Zidan.
"Yaudah Siniin ponselnya" minta Lisa.
"Eits tunggu bentar, jawab dulu pertanyaan gw" ucap Zidan.
"Apaan?" tanya Lisa kesal.
"Apa hubungan lu dengan Reyhan?" tanya Zidan to the poin.
"Kita cuma teman aja ko, gak ada hubungan apa - apa" jawab Lisa.
"Syukur lah gw kira kalian pacaran" ucap Zidan legah.
"Ini ponselnya" Zidan memberikan ponselLisa kembali.
"Yuk tidur" ajak Zidan menarik tangan Lisa ketempat tidur.
"Minum dulu airnya" Lisa mengingatkan Lisa.
"Iya bawel banget sih lo" kesal Zidan. Zidan pun meminum airnya sampai habis, dan setelah dia meletakkan gelasnya diatas nakas, Zidan seketika jatuh tertidur disamping Lisa.
"Huft akhirnya lu tidur juga, akhir - akhir ini lu sudah sangat berbahaya dan gw jadi takut" gumam Lisa menatap suaminya.
Lisa membenarkan posisi tidur Zidan yang sembarangan. Kemudian dia pun ikut membaringkan tubuhnya disamping Zidan dengan guling yang jadu batasnya.
~
"Kok nggak lo angkat si Sa?" tanya Reyhan menatap ponselnya.
"Apa mungkin dia sudah tidur?" pikirnya.
"Yaudah deh gw hubungin dia besok aja" ujar Reyhan meletakan ponselnya ke atas nakas disamping tempat tidurnya.
"Lebih baik gw juga tidur" Reyhan membaringkan tubuhnya diranjang empuknya.
~
Paginya.
Tok...Tok, Rose mengutuk pintu kamar kakaknya
"Kakak, banguuunnn" teriak Rose dari Luar
Tok.. Tok
"Kak Lisa... Kak Zidan... ayo bangun kita sarapan bareng" Teriaknya lagi.
"Hmm" Lisa meranggangkan ototnya.
"Apaan sih gangguin aja" Ucap Lisa, yang malas bangun.
"Siapa sih yang ribut - ribut pagi gini" seru Zidan sambil mempererat pelukannya kepada Lisa.
"Lepasin, gw mau bangun"pinta Lisa.
"Biarkan seperti ini sebentar" gumam Zidan
"Gw kebelet, buruan lepaskan!!" ucap Lisa memelas
"Itu pasti cuma akal - akalan lu aja iyakan, biar lu terlepas dari gw" tuduh Zidan.
"Yauda kalau gak mau lepasin, biarin gw pipis disini"ancam Lisa.
"Iisss...jorok banget si lu. Udah pergi sana." Usir Zidan kepada Lisa. Lisa pun bergegas pergi kekamar mandi untuk membuang hajatnya.
"Dasar istri nyebelin" dumel Zidan.
"Awas aja lu nanti gak akan bisa mengelak dari gw." pikir Zidan.
Ceklek, Lisa keluar dari kamar mandi.
"Yuk sarapan, Rose udah nungguin kita dari tadi" ucap Liaa kepada Zidan
"Tunggu sebentar, gw mau cuci muka dulu" ucap Zidan beranjak dari tempat tidur dan berjalan ke kamar mandi.
Saat menunggu Zidan cuci muka, Lisa memilih menunggu sambil merapikan tempat tidurnya.
Ceklek, Zidan keluar dari kamar mandi.
"Yuk.."ajak Zidan
"hayuk" jawab Lisa.
Zidan dan Lisa pun turun kebawa deng bersama - sama. Sesampainya di ruang makan, Lisa dan Zidan Sangat kaget melihat yang ada didepan mereka sekarang ini.
~•••~
Hayo, kira - kira apa ya yang membuat Zidan dan Lisa kaget?...
Readers tersayang jangan bosan - bosan ya nunggu kelanjutannya.
jangan lupa gerakkan jempolnya buat like, komen dan kalau kalian suka jangan lupa juga di favorit sekalian votenya.